Digandeng UEA dan Tiongkok, RI Berpeluang Memproduksi Vaksin Covid-19

Digandeng UEA dan Tiongkok, RI Berpeluang Memproduksi Vaksin Covid-19
Ilustrasi vaksin. (Foto: Oxford Vaccine Group)
Aditya L Djono / ALD Senin, 6 Juli 2020 | 23:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Uni Emirat Arab (UEA) akan menggandeng Indonesia untuk memproduksi vaksin Covid-19. Vaksin yang akan diproduksi saat ini tengah dalam tahap penelitian oleh perusahaan G-42 dari UEA bersama China National Biotec Group (CNBG) Sinopharm asal Tiongkok.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi mengungkapkan, G-42 dan Sinopharm telah menandatangani perjanjian penelitian bakal vaksin Covid-19. Penelitian tersebut dilakukan di Abu Dhabi, UEA.

“Sekarang mereka telah memasuki uji klinis fase ke-3, dan mereka mengajak Bio Farma untuk join dalam penelitian serta joint production,” ungkapnya kepada SP, Senin (6/7).

Tawaran kerja sama produksi vaksin Covid-19 ini, tak lepas dari kedekatan hubungan Presiden Joko Widodo dan putera mahkota UEA Pangeran Mohamed bin Zayed. Untuk mewujudkan hal tersebut, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan komunikasi intensif dengan pihak UEA.

G-42 merupakan perusahaan yang bergerak di bidang artificial intelligent dan cloud computing yang kini fokus di bidang kesehatan. Adapun CNBG Sinopharm adalah perusahaan BUMN milik Tiongkok di bidang farmasi yang selama ini memproduksi vaksin.

Jodi mengungkapkan, saat ini tawaran tersebut tengah dikaji Bio Farma. Sebab, Indonesia juga ingin bisa terlibat dalam proses penelitian bakal vaksin Covid-19. “Pihak Bio Farma masih dalam tahap diskusi dengan G-42 dan Sinopharm. Ini untuk memastikan poin-poin kerja sama yang tentunya menguntungkan Indonesia. Antara lain agar kita tidak hanya di terlibat dalam produksi tetapi juga penelitian, terutama terkait dengan transfer of technology,” ungkapnya.

Dia menambahkan, Bio Farma memiliki kemampuan untuk memproduksi vaksin dalam jumlah besar. Kapasitas BUMN farmasi itu mencapai 400 juta vaksin per tahun. “Dengan kapasitas sebesar itu tentu Bio Farma tidak hanya memproduksi untuk pasar di Indonesia, tetapi juga di kawasan ini,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com