Ini 4 Rekomendasi Komnas Pengendalian Tembakau kepada Pemerintah
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ini 4 Rekomendasi Komnas Pengendalian Tembakau kepada Pemerintah

Senin, 6 Juli 2020 | 22:27 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Melihat berbagai masalah terkait tingginya konsumsi rokok yang berdampak pada masalah sosial dan ekonomi di Indonesia, Komnas Pengendalian Tembakau bekerja sama klaster riset Politic of Taxation, Welfare, and National Resilience (Poltax) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia meluncurkan rekomendasi kebijakan “Pengendalian Prevalensi Perokok dengan Menaikkan Cukai Rokok: Menuju SDM Unggul-Indonesia Maju”, Senin (6/7/2020).

Rekomendasi ini diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah dalam melakukan upaya pengendalian konsumsi rokok, terutama terkait kebijakan fiskal di masa pandemi Covid-19. Terdapat empat rekomendasi yang diajukan.

Pertama, regulasi pemerintah tentang cukai semestinya memiliki tujuan yang jelas, yaitu mengendalikan konsumsi rokok.

Kedua, meningkatkan tarif cukai rokok secara signifikan sehingga menghasilkan kenaikan harga rokok yang tidak terjangkau oleh masyarakat miskin dan anak-anak.

Ketiga, sifat adiktif pada rokok atau produk turunan tembakau lainnya membuat kebijakan cukai harus didesain dengan asumsi bahwa konsumsi relatif tidak terlalu terpengaruh oleh kenaikan harga rokok yang ditimbulkan oleh kenaikan tarif cukai dan inflasi, kecuali apabila telah melampaui batas keterjangkauan harga rokok oleh masyarakat umum. Misalnya harga rokok minimal mencapai nilai Rp 50.000 per bungkus.

Keempat, memperkuat kebijakan pengendalian konsumsi rokok yang mendukung kebijakan fiskal misalnya mengatur iklan, menetapkan kawasan tanpa rokok, mengatur penjualan rokok terutama bagi kelompok rentan, serta upaya kampanye berhenti merokok.

Mengingat besarnya dampak negatif yang ditimbulkan oleh konsumsi rokok, kebijakan fiskal atas hasil tembakau tetap harus sepenuhnya mengedepankan fungsi mengendalikan dampak negatif ketimbang fungsi anggaran.

“Menaikkan cukai rokok patut dipertimbangkan dan dilaksanakan dalam masa pandemi Covid-19 ini demi menurunkan konsumsi rokok sekaligus mempertahankan pendapatan negara di masa sulit,” kata Guru Besar Kebijakan Perpajakan Departemen Ilmu Administrasi Fiskal FIA Universitas Indonesia, Prof. Haula Roosdiana, dalam kesempatan yang sama.

Haula menambahkan, perilaku merokok juga berkorelasi Covid-19. Studi dengan data dari tujuh penelitian terhadap 1.726 pasien menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik antara merokok dan tingkat keparahan pada pasien Covid-19. Hubungan signifikan terjadi antara status merokok dan titik akhir primer masuk ke unit perawatan intensif atau ICU, dan penggunaan ventilator atau kematian. Perokok memiliki kemungkinan lebih tinggi terpapar Covid-19 dibanding nonperokok.

Di satu sisi konsumsi rokok di Indonesia meningkat signifikan. Ini dipengaruhi beberapa faktor, antara lain rendahnya harga rokok sebagai akibat cukai rokok rendah di Indonesia. Harga rokok murah dan semakin terjangkau.

Menurut dia, pemerintah berasumsi bahwa kenaikan penerimaan negara merupakan dampak dari kenaikan tarif cukai dan pungutan lainnya atas hasil tembakau. Pertanyaannya, mengapa prevalensi perokok tetap cenderung naik dan tidak diikuti dengan jumlah konsumsi merokok yang menurun.

Idealnya, kata dia, kenaikan tarif cukai memang berdampak pada kenaikan penerimaan negara atau hasil tembakau, tetapi harus diikuti dengan penurunan angka konsumsi rokok. Faktanya, peningkatan jumlah produksi dan konsumsi rokok setiap tahun meningkat, menunjukkan bahwa tujuan pungutan negara untuk mengurangi konsumsi rokok di Indonesia belum tercapai.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menaikkan Cukai Rokok Dinilai Jadi Solusi di Era New Normal

Selain mengendalikan konsumsi rokok dan mencegah penyakit tidak menular, kenaikan cukai juga berpotensi mendatangkan penerimaan negara untuk mengatasi pandemi.

KESEHATAN | 6 Juli 2020

Digandeng UEA dan Tiongkok, RI Berpeluang Memproduksi Vaksin Covid-19

Uni Emirat Arab dan Tiongkok akan menggandeng Bio Farma untuk memproduksi bakal vaksin Covid-19 yang saat ini tengah diteliti oleh kedua negara itu.

KESEHATAN | 6 Juli 2020

Sido Muncul: Daya Tahan Tubuh Obat Terbaik untuk Lawan Virus

Sido Muncul terus mengembangkan lini produk herbal mereka untuk meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat.

KESEHATAN | 6 Juli 2020

Gugus Tugas Paparkan Tiga Langkah Menuju Zona Aman Covid-19

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 nasional dan daerah bersinergi untuk mengajak semua komponen bangsa untuk menjadikan wilayah-wilayah aman Covid-19.

KESEHATAN | 6 Juli 2020

Penguatan Disiplin Protokol Kesehatan Jadi Kunci Cegah Penularan Covid-19

Upaya disiplin warga untuk menerapkan protokol kesehatan sangat dibutuhkan dalam memutus mata rantai penularan Covid-19.

KESEHATAN | 6 Juli 2020

Update Covid-19: Tambah 1.209, Kasus Positif Jadi 64.958

Provinsi Jawa Timur masih menjadi yang terbanyak menyumbang kasus baru Covid-19 pada hari ini.

KESEHATAN | 6 Juli 2020

Jumlah Sembuh Lebih Banyak Dibanding Kasus Baru Covid-19 di 10 Provinsi

Jumlah pasien sembuh lebih banyak dibanding penambahan kasus positif Covid-19 terjadi di 10 provinsi pada Minggu (5/7/2020).

KESEHATAN | 5 Juli 2020

Update Covid-19: Tambah 1.607, Kasus Positif Jadi 63.749

Dalam 24 jam sampai Minggu (5/7/2020) pukul 12.00 WIB, terdapat penambahan kasus positif 1.607. Total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 63.749.

KESEHATAN | 5 Juli 2020

Cuci Tangan 6-10 Kali Sehari Tekan Risiko Penularan Covid-19

Memakai masker kain dapat mengurangi risiko tertular 19 hingga 44 persen.

KESEHATAN | 5 Juli 2020

Kalung Antivirus dari Minyak Kayu Putih Diremehkan, Ini Kata Kemtan

Menurut Kemtan, minyak kayu putih dapat menginaktivasi virus avian influenza (flu burung) subtipe H5N1, gammacorona virus, dan betacorona.

KESEHATAN | 4 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS