Trump Tuduh Tiongkok Penyebab Covid-19, Ini Sikap Kemlu RI

Trump Tuduh Tiongkok Penyebab Covid-19, Ini Sikap Kemlu RI
Seorang peneliti memeriksa bakal vaksin Covid-19 di fasilitas Sinovac Biotech di Beijing, April 2020. Sinovac Biotech sedang melakukan satu dari empat uji klinis vaksin yang telah disetujui di Tiongkok. (Foto: Getty Images/AFP / NICOLAS ASFOURI)
Markus Junianto Sihaloho / WBP Selasa, 7 Juli 2020 | 17:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah anggota Panitia kerja (Panja) Ketahanan Nasional Komisi I DPR mempertanyakan sikap Kementerian luar Negeri (Kemlu) soal pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menuduh Tiongkok dibalik penyebaran virus corona (Covid-19). Hal itu muncul dalam rapat Panja Komisi I DPR itu dengan jajaran TNI AD, TNI AL, dan Kemlu, di Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Salah satunya datang dari anggota Komisi I Sturman Panjaitan yang mempertanyakan sikap Indonesia soal Trump yang menyebut Covid-19 tidak berbahaya. Padahal warga negaranya paling banyak terpapar virus itu. "Dia bilang virus itu dari Tiongkok. Mereka seakan sepertinya menuduh Tiongkok. Bagaimana menurut Kemlu? Bagaimana sikapnya?" kata Sturman.

Baca juga: Intelijen AS Tuduh Tiongkok Tutupi Data Covid-19 untuk Amankan Stok Medis

Merespons hal itu, Direktur Kerjasama Internasional dan Pelucutan Senjata Kemlu Andi Rahmiyanto mengatakan bahwa pernyataan itu terkait teori konspirasi yang diinisiasi Presiden AS, Donald Trump. "Bahkan dia menuduh WHO tak terbuka dan tak transparan, berkolaborasi dengan Tiongkok," kata Andi.

Dalam menyikapi itu, Andi mengatakan Kemlu bersikap sama seperti WHO. Jika tuduhan itu memiliki bukti, diharapkan proses pengusutannya dilaksanakan setelah seluruh dunia selesai menangani pandemi Covid-19. Artinya setelah pandemi terkendali, akan dipersilakan menguji bukti-bukti yang dimiliki. "Bagi kita dalam penanganan Covid-19, kita harapkan (kecurigaan) ini disimpan dulu, ditunda dulu, dan lebih baik bekerja sama dulu di level mana pun dalam menangani corona ini," kata Andi



Sumber: BeritaSatu.com