PMI Pastikan Donor Darah Aman Sesuai Protokol Kesehatan

PMI Pastikan Donor Darah Aman Sesuai Protokol Kesehatan
Petugas melakukan donor darah di kantor PMI DKI Jakarta, Selasa, 31 Maret 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Indah Handayani / FER Selasa, 7 Juli 2020 | 20:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menipisnya stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) menjadi satu kekhawatiran sendiri di tengah pandemi Covid-19. Tak sedikit orang merasa khawatir tertular Covid-19 saat mendonorkan darahnya. Padahal, stok darah sangat diperlukan di semua fasilitas kesehatan untuk membantu pasien yang membutuhkan.

Baca Juga: Jangan Takut Donor Darah Saat Pandemi Covid-19

Pengurus bidang donor darah PMI Pusat, dr Linda Lukitari Waseso mengungkapkan, di beberapa daerah yang terdampak Covid-19 terdapat penurunan jumlah stok darah. Data yang dihimpun PMI, hingga saat ini penurunan stok darah sekira 10 persen hingga 20 persen.

"Biasanya ketersediaan bisa untuk 4 hari. Saat ini hanya untuk 2 hari. Sementara ketersediaan kurang di golongan darah AB, A dan komponen darah tertentu," ucap dr Linda dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Selasa (7/7/2020).

Linda menyebutkan, saat ini stok darah masih diperlukan untuk terapi berbagai penyakit. Mulai dari yang membutuhkan darah rutin, seperti thalassemia, penyakit kanker sampai yang tidak rutin seperti DBD, trauma. Ada berbagai upaya yang dilakukan PMI untuk mempertahankan ketersediaan stok darah di masa PSBB.

"Kami menjemput bola bersama komunitas yang biasa melakukan donor darah secara rutin banyak dibantu oleh TNI, Polri, dan ASN," tuturnya.

Baca Juga: WHO Sebut Suplai Darah Berkurang Hingga 30 Persen

Linda menambahkan, sampai saat ini belum ada laporan terkait penularan Covid-19, baik saat pelaksanaan donor darah atau pada saat pelaksanaan transfusi. Karena PMI sudah membuat protokol kesehatan terkait pelaksanaan donor darah di masa pandemi Covid-19.

"Hal itu dimulai dari pemeriksaan suhu sebelum donor, wawancara terkait kemungkinan tertular Covid-19, pemeriksaan fisik sederhana dan berbagai proses pendukung lain. Seperti pelaksanaan penyemprotan desinfektan secara berkala," tandas Linda.

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mengatakan, untuk menambah stok darah, PMI harus proaktif untuk mendatangi dan mampu memberikan rasa aman kepada para pendonor. Abbas pun mengimbau agar masyarakat saling membantu untuk jadi pendonor.

"Sehubungan dengan berkurangnya stok darah di PMI, maka kita mengimbau masyarakat untuk mau menjadi donor. Pihak pendonor tidak usah takut akan terkena Covid-19, karena pihak PMI sudah siap untuk menjalankan tugasnya sesuai dengan protokol medis yang ada," terang Abbas.



Sumber: BeritaSatu.com