Danone SN dan LIPI Dukung Nutrisi Anak di Masa Pandemi

Danone SN dan LIPI Dukung Nutrisi Anak di Masa Pandemi
Danone Specialized Nutrition (Danone SN) Indonesia bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan kolaborasi riset dan teknologi untuk memproduksi produk suplementasi gizi. Diskusi webinar digelar Kamis (9/7/2020) bertema 'Kolaborasi Penelitian & Teknologi untuk Mendukung Gizi Anak di Masa Pandemi'. (Foto: Dok )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 9 Juli 2020 | 13:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Danone Specialized Nutrition (Danone SN) Indonesia bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan kolaborasi riset dan teknologi untuk memproduksi produk suplementasi gizi “Aitamie" dan “Probarz", produk makanan terfortifikasi dari sumber daya dan diproduksi secara lokal dengan tujuan meningkatkan asupan gizi keluarga kurang mampu. Dalam kolaborasi ini, Danone SN menggandeng Foodbank of Indonesia (FOI) untuk pendistribusian gratis pada anak-anak terdampak pandemi Covid-19.

“Di masa pandemi, dengan keyakinan kekuatan sains dan nutrisi untuk membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat, Danone SN bekerja sama dengan berbagai pihak melakukan inisiatif menyediakan akses nutrisi bagi mereka yang membutuhkan," kata Corporate Communication Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin pada webinar bertema 'Kolaborasi Penelitian & Teknologi untuk Mendukung Gizi Anak di Masa Pandemi' Kamis (9/7/2020).

Indonesia masih menghadapi tantangan permasalahan gizi buruk, khususnya stunting dimana prevelensi terakhir di Indonesia berdasarkan hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2019 menunjukan sebesar 27,67 persen. Artinya, setiap 10 anak ada 3 di antaranya yang mengalami stunting. Angka tersebut masih di atas yang disyaratkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni minimal 20 persen. 

Arif Mujahidin mengungkapkan perusahaan mendukung langkah LIPI mengkontribusikan keilmuan untuk bersama-sama menangani dampak pandemi. “Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai upaya gotong royong antarpemangku kepentingan di Indonesia dalam penanganan permasalahan gizi di tengah masa pandemi," ata Arif.

Dalam kesempatan yang sama Peneliti Madya Bidang Kepakaran Pangan dan Gizi, Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna (P2TTG), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ainia Herminiati mengatakan, dampak ekonomi di tingkat rumah tangga mempengaruhi pemenuhan kebutuhan dasar anak yaitu makanan. "Sebanyak 24 juta balita berisiko lebih tinggi mengalami kurang gizi atau gizi buruk selama masa pandemi," kata Ainia Herminiati.

Untuk itu kata dia, diperlukan komoditas esensial yang kaya nutrisi untuk anak-anak sehingga dapat menyangga kebutuhan nutrisi mereka minimal selama dua bulan. "Oleh karena itu, perlu adanya upaya bersama baik dari pihak swasta maupun pemerintah untuk saling berkolaborasi mendukung tersedianya akses produk bernutrisi bagi anak-anak Indonesia,” kata dia.

Pendiri Foodbank of Indonesia Hendro Utomo, mengatakan, penguatan pangan menjadi hal yang penting karena banyak temuan FOI di lapangan menunjukkan masyarakat rentan masih terhambat akses pangan khususnya pada balita karena kendala ekonomi dan pola asuh. "Dengan bantuan produk suplementasi gizi berbasis pangan lokal hasil kolaborasi Danone SN dan LIPI ini, diharapkan memunculkan harapan baru bagi kelompok masyarakat yang rentan yaitu anak-anak, dalam menghadapi wabah ini," kata dia.

Kedua produk suplementasi gizi hasil kolaborasi Danone SN dan LIPI adalah produk makanan yang dapat mendukung kebutuhan pemenuhan gizi anak. Probarz merupakan produk makanan jenis snack bar yang terbuat dari pisang, susu, telur, dan bahan-bahan bebas gluten dengan diformulasikan khusus sesuai dengan kebutuhan yang direkomendasikan untuk anak-anak agar dapat memenuhi kebutuhan nutrisi selama bencana seperti pandemi Covid-19. Sedangkan, Aitamie merupakan produk makanan yang mengandung serat dan protein yang tinggi, mengandung beta karoten, bebas bahan pengawet dan tanpa pewarna sintetis serta terbuat dari komoditas lokal berkualitas tinggi.



Sumber: BeritaSatu.com