Penting Meningkatkan Daya Tahan Tubuh di Masa New Normal
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Penting Meningkatkan Daya Tahan Tubuh di Masa New Normal

Kamis, 9 Juli 2020 | 22:19 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah terus menggaungkan protokol kesehatan dengan penerapan disiplin menggunakan masker, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan, saat memasuki era kenormalan baru atau new normal.

Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Nutrisi Anak di Masa Pandemi

Sayangnya, protokol kesehatan yang seharusnya dilakukan oleh seluruh masyarakat, kadang diabaikan. Terlebih, ketika PSBB diperlonggar, menghasilkan kerumunan orang di sejumlah tempat, seperti di pasar, kendaraan umum, hingga layanan umum.

Untuk itu, meningkatkan daya tahan tubuh menjadi sangat penting di masa new normal ini. Salah satunya, dengan konsumsi suplemen immunodulator. Sebagai informasi, immununomodulator adalah zat atau substansi yang dapat mempengaruhi sistem imunitas tubuh.

Dosen Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI dan RS Persahabatan, dr Budhi Antariksa Phd mengatakan, upaya yang paling penting dalam kondisi saat ini adalah taati protokol kesehatan.

"Sebab, kalau dari virusnya sendiri, kalau virus itu menular pada orang lain, dia akan keluar dari orang lain untuk berpindah ke orang lain lagi. Virus harus hidup dari sel mahluk hidup lainnya," jelas dr Budhi dalam acara diskusi online Imboost, di Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Baca Juga: Jangan Lupakan Vitamin D untuk Daya Tahan Tubuh

Saat PSBB diperlonggar, kata dr Budhi, angka kepositifan virus meningkat. Padahal sebelumnya sudah sempat menurun, lalu naik lagi. Ini sudah kejadian di Jakarta. Hal itu menjadi pertanda kalau virus berpindah ke orang lain, virus itu bermutasi dan bertambah banyak. "Secara nyata, begitu PSBB diperlonggar, jumlah positif malah naik. Artinya, virus memang bermutasi makin banyak,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut dr Budhi, meningkatkan daya tahan jadi penting pada masa new normal saat ini. Daya tahan tubuh sendiri, erat hubungannya dengan asupan dan makanan bergizi serta pola istirahat. "Kalau pola tidur kurang, lalu istirahat kurang, maka daya tahan tubuh akan menurun," paparnya.

Menurut dr Budhi, suplemen seperti immunomodulator dan multivitamin masih tetap diperlukan karena masih belum tahu virusnya ini akan sampai kapan. Begitu pula penemuan vaksin. Terlebih tidak semua virus RNA itu bisa dibuatkan vaksinnya. Contoh, HIV tidak ada vaksinnya, Hepatitis C juga tidak ada vaksinnya.

"Ada beberapa virus memang tidak ada vaksinnya. Kebetulan, corona itu masuk virus RNA, jadi belum tentu dia bisa dibentuk vaksinnya. Semoga sih bisa. Tapi, sampai sekarang belum ada buktinya," tandas dr Budhi.

Baca Juga: Jokowi: Jangan Anggap Enteng Covid-19

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr Inggrid Tania mengatakan, immununomodulator merupakan zat atau substansi yang dapat mempengaruhi sistem imun. Artinya, sistem tubuh diaktivasi dan dimodulasi.

"Ketika tubuh membutuhkan peningkatkan daya tahan tubuh, dibutuhkan immunomodulator yang bersifat immuno stimulan atau imun booster. Jadi, dia akan meningkatkan aktivitas sel-sel imun tubuh. Misalkan, kemampuan sel makrofag dalam melakukan fagositosis terhadap bakteri atau virus," kata dr Inggris.

Menurut dr Inggrid, konsumsi suplemen immunomodulator menjadi penting, karena saat PSBB diperlonggar, banyak orang termasuk OTG yang juga sama-sama beraktivitas. OTG ini sebenarnya positif Covid-19, namun tanpa gejala sehingga orang tersebut tidak mengetahui. Walaupun tanpa gejala, OTG memiliki potensi untuk menularkan orang di sekitarnya.

"Justru saat ini yang mengkhawatirkan itu OTG saat ini semakin banyak. Oleh karena itu di sinilah pentingnya menjaga daya tahan tubuh secara optimal, selain menerapkan protokol kesehatan seperti cuci tangan, wajib pakai masker, dan sebagainya," tandas dr Inggrid.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Para Epidemiolog Pantau Perkembangan Omicron

Para epidemiolog dari berbagai universitas diajak untuk memantau perkembangan varian Omicron (B.1.1.525) asal Afrika

KESEHATAN | 28 November 2021

Cegah Omicron, WNA Khusus Tidak Perlu Karantina

Satgas Covid-19 memberikan pengecualian untuk WNA khusus yang diperbolehkan masuk ke Indonesia di tengah antisipasi penyebaran Covid-19 varian Omicron.

KESEHATAN | 28 November 2021

334.620 Vaksin Pfizer Langsung Dikirim ke 7 Dinkes Provinsi

Indonesia kembali kedatangan vaksin tahap ke-136 dan ke-137 guna memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 nasional.

KESEHATAN | 28 November 2021

Cegah Umicron, Karantina 14 Hari bagi WNI dari 10 Negara Ini

Pemerintah Indonesia memberlakukan karantina 14 hari kepada warga negara asing (WNA) yang berasal dari negara yang terkonfirmasi varian Umicron.

KESEHATAN | 28 November 2021

Menkes: Omicron Miliki 50 Mutasi

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, varian Omicron (B.1.1.529) memiliki 50 mutasi

KESEHATAN | 28 November 2021

Menkes Pastikan Omicron Belum Terdeteksi di Indonesia

Budi Gunadi Sadikin memastikan, sampai saat ini pemerintah belum mendeteksi adanya kasus varian Omicron di Tanah Air

KESEHATAN | 28 November 2021

Pelancong dari Negara-negara Ini Dilarang Masuk Indonesia

Pemerintah melarang WNA yang sempat ke negara-negara ini dalam kurun waktu 14 hari terakhir untuk masuk ke Indonesia demi mencegah varian baru Covid-19 Omicron.

KESEHATAN | 28 November 2021

Antisipasi Omicron, Luhut: Lockdown Tak Selesaikan Masalah

Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, kebijakan lockdown tidak menyelesaikan masalah guna mengantisipasi masuknya varian Omicron ke Tanah Air

KESEHATAN | 28 November 2021

Antisipasi Omicron, Luhut: Masa Karantina 7 Hari

Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, masa karantina selama tujuh hari kembali diberlakukan. Hal ini guna mengantisipasi masuknya varian Omicron ke Tanah Air

KESEHATAN | 28 November 2021

Ibas: Cegah Penyebaran Varian Omicron di Indonesia

Ibas berharap agar pemerintah dapat mencegah penyebaran varian Omicron di Indonesia.

KESEHATAN | 28 November 2021


TAG POPULER

# Indonesia Terbuka


# Penghinaan Etnis


# Sembunyi di Roda Pesawat


# Razia Vaksinasi Covid-19


# Omicron



TERKINI
Para Epidemiolog Pantau Perkembangan Omicron

Para Epidemiolog Pantau Perkembangan Omicron

KESEHATAN | 22 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings