Kemkes: Hingga 8 Juli 2020, Ada 71.633 Kasus DBD

Kemkes: Hingga 8 Juli 2020, Ada 71.633 Kasus DBD
Warga secara swadaya melakukan pengasapan (fogging) terhadap nyamuk demam berdarah dengue (DBD) di perumahan Vila Pamulang, Bojongsari, Depok, Sabtu (4/7/2020). Menurut laporan Kementerian Kesehatan RI jumlah kasus DBD lebih dari 70 ribu di 34 provinsi dan 465 kabupaten/kota dengan hampir 500 kematian. (Foto: Beritasatu Photo / Mohammad Defrizal)
Dina Manafe / IDS Kamis, 9 Juli 2020 | 22:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Di saat jumlah kasus Covid-19 menanjak, kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia juga terus meningkat. Hanya dalam 28 minggu hingga 8 Juli 2020, jumlah kasus DBD sudah mencapai 71.633. Angka ini meningkat 2.880 kasus hanya dalam rentan waktu 19 hari, atau sejak terakhir dilaporkan 21 Juni lalu sebanyak 68.753 kasus.

Sementara jumlah kematian akibat DBD sudah mencapai 459 orang. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemkes) mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai peningkatan kasus DBD.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemkes, dr Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan, peningkatan kasus DBD patut diwaspadai. Pasalnya, memasuki musim kemarau ini jumlah kasus seharusnya berkurang. Namun dari data yang ada masih ditemukan peningkatan kasus di sejumlah daerah.

“Seharusnya di bulan Juli ini tidak ditemukan kasus lagi, tetapi kita masih mendapatkan laporan terjadi kasus DBD di beberapa daerah. Ini jadi catatan dan kewaspadaan kita bersama,” kata Nadia pada diskusi media secara daring, Kamis (9/7/2020).

Nadia mengatakan, semua pihak harus mewaspadai potensi penularan DBD. Sebab, peningkatan kasus akan menyebabkan fasilitas kesehatan mengalami beban ganda, yaitu Covid-19 dan DBD dalam waktu bersamaan.

Menurut Nadia, di sejumlah provinsi kejadian DBD menambah beban. Selain memiliki kasus positif Covid-19 terbanyak, jumlah kejadian kasus DBD juga tinggi. Di urutan pertama adalah Jawa Barat dengan kasus DBD mencapai 10.772, dan kasus Covid-19 sebanyak 4843. Di urutan kedua ada Bali dengan jumlah kasus DBD 8930, sedangkan Covid-19 2024. Jawa Timur dengan kasus DBD 5498, dan kasus Covid-19 urutan pertama yaitu 15.484. Setelah Jawa Timur, tujuh provinsi lain yang masuk 10 besar kasus DBD terbanyak, yaitu NTT, Lampung, DKI Jakarta, NTB, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Riau.

Jumlah kasus kematian terbanyak dilaporkan dari Kabupaten Tasikmalaya 16 orang, Sikka 15 orang, Cirebon 11 orang, Belu 9 orang, Kota Bandung 9 orang, Kota Jambi 8 orang, Kota Kupang orang, Pacitan 7 orang, Bengkalis 6 orang, dan Bandung 6 orang.

Nadia mengatakan, seseorang bisa terinfeksi virus dengue dan mengalami kondisi yang disebut demam dengue. Namun orang dengan demam dengue akan sembuh apabila memiliki daya tahan tubuh baik, sehingga tidak masuk ke kondisi lebih parah yaitu demam berdarah.

Kemkes mengajak masyarakat untuk tetap melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan menjadi juru pemantau jentik (jumantik) di rumah masing-masing. Bagi yang masih menjalankan social distancing dengan tinggal di rumah, bisa diisi dengan kegiatan memberantas sarang nyamuk. Demikian pula untuk pemilik atau pengelola tempat penginapan, hotel, dan gedung-gedung yang selama ini tidak dihuni akibat pandemi Covid-19 harus dilakukan PSN.



Sumber: BeritaSatu.com