Logo BeritaSatu

Tantangan Pengobatan HIV di Tengah Pandemi Covid-19

Jumat, 10 Juli 2020 | 14:11 WIB
Oleh : Dina Manafe / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Pada masa pandemi seperti saat ini, Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) menjadi salah satu kelompok berisiko tinggi terhadap Covid-19 karena daya tahan tubuh yang lemah. Selain itu, pengobatan terhadap ODHA juga terdampak akibat Covid-19. Kementerian Kesehatan (Kemkes) mengungkapkan dampak yang paling terasa adalah pengobatan.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemkes, dr Wiendra Waworuntu mengatakan, selama pandemi Covid-19 kunjungan ODHA ke layanan menurun. Seperti pasien umumnya takut ke layanan selama masa pandemi ini, ODHA pun demikian. Selain itu, sejumlah fasilitas kesehatan lebih banyak melayani pasien Covid-19. “Dari data kami terjadi penurunan ODHA yang datang ke layanan, tetapi tidak semua,” kata Wiendra pada dialog di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Kamis (9/7).

Hasil survei di fasilitas kesehatan kabupaten, kota, dan provinsi menunjukkan tidak semua layanan kesehatan jelek selama pandemi ini. Ada sebagian yang buka, tapi ada pula yang tidak. Kebanyakan pada daerah dengan zona risiko Covid-19.

Dari sisi kapasitas fasilitas kesehatan untuk perawatan ODHA, menurut Wiendra sebetulnya sudah cukup memadai. Total faskes di Indonesia sebanyak 13.048, terdiri dari puskesmas 10.134 unit, rumah sakit pemerintah dan swasta 2.914. Ada pula 90 laboratorium yang melakukan tes viral load dengan menggunakan tes cepat molekuler (TCM) dan metode lainnya.

Sementara fasilitas kesehatan yang menemukan kasus HIV/AIDS hingga Maret 2020 adalah 11.160. Terdiri dari 6.112 puskesmas, 1.044 rumah sakit pemerintah dan swasta, serta layanan kesehatan lain 127. Sedangkan fasilitas kesehatan yang memberikan pengobatan ARV sebanyak 1.127, dan layaan PDP satelit 271.

Wiendra menambahkan, selama pandemi Covid-19 obat antiretroviral bagi ODHA diberikan langsung untuk satu hingga tiga bulan. Namun pemberian obat ini juga harus memperhatikan ketersediaan obat yang ada di daerah masing-masing.

Selain mengganggu aktivitas pengobatan, Covid-19 juga memberikan dampak terhadap ketersediaan obat ARV pada bulan April. “Sempat terganggu pada bulan April transisi Mei karena pada waktu itu lockdown juga di India, tetapi hanya terganggu sekitar satu minggu dan sampai hari ini obat sudah tersedia di semua layanan,” kata dia.

Obat ARV adalah jenis obat yang digunakan untuk memperlambat perkembangan virus HIV. Cara kerja obat ini adalah menghilangkan unsur yang diperlukan oleh virus HIV untuk menggandakan diri dan juga mencegah virus HIV menghancurkan sel CD4 atau sel darah putih yang bertugas untuk menjaga kekebalan tubuh. Pemerintah melalui Kemkes menyediakan obat ARV secara gratis bagi ODHA di setiap fasilitas kesehatan.

Wiendra mengimbau ODHA yang mengonsumsi obat ARV secara rutin tetap harus waspada dengan potensi penularannya. Jangan berpikir bahwa setelah meminum obat ARV tidak akan terkena Covid-19, karena buktinya virus ini bisa menyerang siapa saja.

Kemkes mengestimasikan orang yang berisiko HIV hingga Maret 2020 sebanyak 640.433 orang. Dari angka ini, yang sudah ditemukan positif sebanyak 388.724 orang. Dari jumlah positif itu, yang pernah masuk perawatan 378. 225, dan mulai mengonsumsi ARV sebanyak 283.568. Tetapi dalam perjalanan ternyata hanya sebagian yang bertahan minum obat yaitu 133.358. Jumlah ini hanyalah sekitar 20 persen dari total estimasi ODHA di Indonesia. Kemudian ODHA yang tes viral load baru hanya 2.619 orang. Tes ini untuk mengukur jumlah virus HIV dalam darah ODHA.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Biden: Amerika Tak Bakal Takut Ocehan Putin

Biden juga menjamin bahwa Amerika tidak akan pernah mengakui wilayah pencaplokan di Ukraina sebagai bagian dari Rusia.

NEWS | 1 Oktober 2022

Resolusi PBB Bela Ukraina Langsung Diveto Rusia

Meskipun hanya Rusia yang menentang, tetapi dia adalah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan yang punya hak veto.

NEWS | 1 Oktober 2022

Zelensky Minta Jalur Prioritas Jadi Anggota NATO

Jika Ukraina menjadi anggota NATO, maka negara-negara Barat termasuk Amerika Serikat bisa membelanya dalam perang melawan Rusia saat ini.

NEWS | 1 Oktober 2022

Poin-poin Pidato Putin Soal Pencaplokan 4 Wilayah Ukraina

Dalam pidatonya Putin menegaskan bahwa pencaplokan itu sudah permanen dan tidak bisa dinegosiasikan.

NEWS | 1 Oktober 2022

PKB dan Gerindra Tunggu Hari Baik Umumkan Capres-Cawapres

PKB dan Gerindra tinggal menunggu hari baik untuk mengumumkan capres dan cawapres yang akan mereka usung di Pilpres 2024.

NEWS | 1 Oktober 2022

Jumat Berkah, Sahabat Ganjar Salurkan Paket Sembako

Sahabat Ganjar, relawan Ganjar Pranowo, menggelar Jumat Berkah dengan menyalurkan bantuan di Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Soppeng.

NEWS | 1 Oktober 2022

Ketua MA Sebut Kasus Hakim Sudrajad Dimyati Momentum Perbaiki Kinerja Peradilan

Ketua Mahkamah Agung (MA), M Syarifuddin menyatakan kasus Sudrajad Dimyati yang dijerat KPK menjadi momentum untuk memperbaiki kinerja peradilan.

NEWS | 30 September 2022

Alasan Bawaslu Hentikan Laporan Dugaan Pelanggaran Kampanye Anies Baswedan

Anggota Bawaslu Puadi mengungkapkan alasan pihaknya menghentikan laporan dugaan pelanggaran kampanye Anies Baswedan terkait tabloid KBA Newspaper.

NEWS | 30 September 2022

KPK Ungkap Ada Pihak yang Bangun Opini agar Lukas Enembe Hindari Pemeriksaan

KPK mengungkapkan adanya pihak yang membangun opini agar Gubernur Papua, Lukas Enembe menghindari pemeriksaan sebagai tersangka. 

NEWS | 30 September 2022

Fadel Muhammad Akhirnya Laporkan La Nyalla ke Badan Kehormatan DPD

Wakil Ketua MPR dari unsur Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Fadel Muhammad akhirnya melaporkan Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalliti ke BK DPD.

NEWS | 30 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Bahan Baku Jadi Tantangan Target Ekspor Mebel US$ 5 Miliar

Bahan Baku Jadi Tantangan Target Ekspor Mebel US$ 5 Miliar

EKONOMI | 12 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings