Penularan Covid-19 Lewat Udara, Ini Penjelasan Pakar
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Penularan Covid-19 Lewat Udara, Ini Penjelasan Pakar

Jumat, 10 Juli 2020 | 19:47 WIB
Oleh : Dina Manafe / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Saat ini muncul kekhawatiran di masyarakat bahwa virus SARS Cov-2 penyebab Covid-19 juga dapat menularkan lewat udara (airbone) selain penularan langsung dari manusia ke manusia.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana dan Anggota Tim Pakar Medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Prof. I Gusti Ngurah Kade Mahardika mengungkapkan, sebagai virus yang menyerang saluran pernapasan, maka potensi untuk menularkan secara aerosol (percikan di udara) tidak bisa diabaikan.

Selama ini, virus SARS Cov-2 hanya dianggap menularkan secara langsung dari orang yang sudah terinfeksi kepada orang lain melalui droplet yaitu percikan cairan dari pernapasan kepada orang lain ketika bicara, batuk atau bersin, jabat tangan, dan lain-lain. Kemudian secara tidak langsung, penularannya bisa lewat alat-alat yang tercemat, seperti telepon, bulpen, meja, buku, gagang pintu, dan lain-lain.

Tetapi sebagai virus pernapasan, menurut Mahardika, virus ini berpeluang menular lewat udara. Kemungkinan ini sudah dicurigai sejak awal munculnya virus ini.

“Karena ini tidak hanya melalui droplet makro pada saat orang yang sudah terinfeksi batuk, bersin, atau bicara, melainkan juga muncul mikro droplet yang berpeluang melalui udara,” kata Mardika pada dialog secara daring bersama Gugus Tugas Nasional, Jumat (10/7/2020).

Jadi, menurut Mahadika, kabar mengenai penularan secara aerosol ini adalah isu lama. Sejak SARS Cov-12 lahir di Wuhan, Tiongkok, penularan secara aerosol sudah tidak bisa diabaikan karena ini adalah virus pernapasan. Oleh karena itu, menurut Mahardika, mestinya kabar ini tidak membuat masyarakat semakin panik.

Ia menjelaskan, aerosol secara ilmu virologi bukanlah true aerosol atau aerosol sebenarnya yang ditularkan lewat udara atau aliran angin di ruang terbuka. Di mana angin bertiup di situlah virus terjangkiti. Ini tidak terjadi pada Covid-19. Aerosol yang dimaksudkan pada Covid-19 adalah virusnya menginfeksi atau menularkan di situasi ruangan tertutup, seperti bus, perkantoran, restoran, hotel, dan lain-lain yang menggunakan ventilasi buatan serta ber-AC.

“Jadi ini setingannya pada ruangan tertutup. Tidak ada sirkulasi udara yang baik dan menggunakan AC,” kata Mahardika.

Karena itu ia menyarankan usahakan gunakan ventilasi alami, misalnya buka jendela atau pintu. Kalau pun ada yang tertular, virus ini akan larut. Karena diketahui untuk virus membuat seseorang sakit perlu beban virus atau viral load tertentu. Dengan ventilasi terbuka, konsentrasi virus yang terpapar pada individu tersebut akan jauh lebih sedikit.

Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Anggota Tim Pakar Medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid - 19 Dr. Budiman Bela, mengatakan, selama ini Badan Kesehatan Dunia (WHO) belum pernah mengarahkan adanya potensi penularan secara aerosol. Potensi penularan tinggi terjadi di tempat-tempat tertentu, terutama di rumah sakit. Karena di rumah sakit itu segala macam prosedur medis dilakukan, yang bisa menimbulkan aerosol. Kemudian di laboratorium, terutama tempat kultur dimana jumlah virusnya banyak dan aerosol terbentuk, sehingga kosentras virus bisa menjadi tinggi.

“Di tempat-tempat tertutup berpotensi menular juga, apalagi kalau kondisi udara dingin,” kata Budiman.

Budiman menambahkan, dalam kondisi ruang tertutup dan lembab, virus termasuk SARS Cov-2 akan bertahan. Sebaliknya ketika cuacanya panas dan kering, virus tidak bertahan. Karena itu ia juga menyarankan adanya sirkulasi udara yang lancar dalam sebuah ruangan untuk mengurangi kemungkinan terpapar.

Tetapi yang paling penting, menurut Budiman adalah laksanakan protokol kesehatan, terutama jaga jarak, dan pakai masker. Meski dalam satu tempat berisiko tinggi, tetapi jiga protokol pencegahan Covid-19 dilakukan, maka risiko tertular minimal. Ia mencontohkan tenaga di laboratorium FKUI tiap hari memeriksa Covid-19, tetapi sampai saat ini semuanya negatif karena protokol kesehatan dilakukan secara disiplin.

“Jadi kalau ditanya pencegahannya, saya sarankan tetap gunakan masker, jaga jarak, dan sesering cuci tangan. Kalau ini dilakukan dengan disiplin, maka kemungkinkan penularan lebih kecil,” kata Budiman.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

9 Provinsi Tanpa Penambahan Kasus Covid-19

Sebanyak 9 provinsi dilaporkan tanpa penambahan kasus Covid-19, (10/7/2020) yakni Aceh, Babel, Jambi, Kalbar, Kaltara, Kepri, Sulteng, Riau, dan NTT.

KESEHATAN | 10 Juli 2020

Update Covid-19: Tambah 1.611, Kasus Positif Jadi 72.347

Pada Jumat (10/7/2020) pukul 12.00 WIB, terdapat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 1.611. Total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 72.347.

KESEHATAN | 10 Juli 2020

Tim Pakar: Penularan Covid-19 lewat Udara Belum Terbukti

Transmisi Covid-19 melalui udara mungkin dapat terjadi pada kondisi dan keadaan tertentu.

KESEHATAN | 10 Juli 2020

Tantangan Pengobatan HIV di Tengah Pandemi Covid-19

ODHA yang mengonsumsi obat ARV secara rutin tetap harus waspada dengan potensi penularan Covid-19.

KESEHATAN | 10 Juli 2020

Super Brand Day JD.ID-Enesis Bantu Hadapi Covid-19 dan DBD

Enesis Group hadir dalam promo Super Brand Day milik JD.ID untuk membantu masyarakat menjaga kesehatan baik di tengah pandemi Covid-19 maupun wabah DBD.

KESEHATAN | 10 Juli 2020

WHO: Covid-19 Bisa Menular Lewat Partikel di Udara

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa Covid-19 berpotensi menular lewat udara di ruang tertutup, seperti restoran dan sasana (gym).

KESEHATAN | 10 Juli 2020

Kemkes: Hingga 8 Juli 2020, Ada 71.633 Kasus DBD

Sementara jumlah kematian akibat DBD sudah mencapai 459 orang.

KESEHATAN | 9 Juli 2020

Penting Meningkatkan Daya Tahan Tubuh di Masa New Normal

Konsumsi suplemen immunodulator tetap diperlukan di masa new normal.

KESEHATAN | 9 Juli 2020

Penggunaan Masker Kurangi Risiko Tertular Covid-19 Hingga 65 Persen

Penggunaan masker bisa mengurangi risiko tertular virus corona (Covid-19) hingga 65 persen.

KESEHATAN | 9 Juli 2020

Kemristek Targetkan Produksi 400.000 Rapid Test Bulan Depan

Dengan memroduksi sendiri rapid test C-19 Indonesia bisa lepas dari ketergantungan terhadap produk impor.

KESEHATAN | 9 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS