Disiplin, Kunci Sukses Persiapan Persalinan di Periode New Normal

Disiplin, Kunci Sukses Persiapan Persalinan di Periode New Normal
Ilustrasi ibu hamil. (Foto: Antara)
Rully Satriadi / RSAT Sabtu, 11 Juli 2020 | 11:59 WIB

Mataram. Beritasatu.com - Kehamilan merupakan anugerah bagi setiap ibu. Karenanya, persiapan hingga menghadapi proses persalinan harus dilakukan sebaik mungkin. Dalam prosesnya, kunci disiplin bagi pasangan yang akan memiliki bayi merupakan hal mutlak, terutama di periode new normal pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi dari Siloam Hospitals Mataram, dr IGM Punarbawa Sp.OG (K)
dalam Webinar Talk Health "Pada Masa Covid-19" yang diselenggarakan Siloam Hospitals Mataram, Jumat (10/7/2020).

Disebutkan dalam menjalankan proses kehamilan dan persiapan persalinan harus disiplin karena kondisi ibu hamil rentan akibat turunnya sistem imun tubuh, yakni  adanya perubahan,  janin bayi. “Karenanya setiap pasangan harus saling menjaga dan saling mengingatkan," ujar Punarbawa dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Sabtu (11/7/2020).

Menurutnya ada tiga hal dalam menjalankan kedisiplinan pada periode kehamilan yakni mencakup asupan nutrisi, istirahat yang lebih banyak, dan selalu jaga kesehatan.

"Kenapa tiga hal ini saya tekankan, karena faktor adaptasi pada masa new normal. Dengan asupan nutrisi dan istirahat yang cukup, pertumbuhan janin tetap terjaga. Adapun jaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan merupakan hal mutlak", imbuh Punarbawa.

Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi ini pun tidak mengharuskan ibu hamil melakukan rapid test saat kehamilan, kecuali jika ibu hamil mengalami sejumlah gejala terpapar virus corona.

"Jika tidak ada gejala terpapar virus atau ada riwayat bepegian jauh dan kontak dengan pasien covid, saya kira tidak perlu ibu hamil melakukan rapid test atau PCR. Namun saat akan menghadapi proses persalinan, saya mewajibkan adanya rapid test atau rontgen dada, karena akan ada bayi yang lahir,” imbuh Punarbawa.

Menurut Purnabawa, kecil kemungkinan bayi dalam kandungan tertular virus corona walau sang ibu merupakan pasien covid. “Bayi dapat tertular covid jika calon bayi masih di dalam rahim atau tertular melalui plasenta", ujarnya mengingatkan.

Diakhir webinar, Punarbawa kembali mengingatkan pentingnya melakukan pencegahan agar ibu hamil tidak terpapar virus corona, yaitu dengan melakukan disiplin di setiap fase kehamilan dengan menerapkan protokol kesehatan.



Sumber: BeritaSatu.com