Temukan Vaksin Covid-19 Jauh Lebih Penting Dibanding Ganti Istilah ODP
INDEX

BISNIS-27 548.602 (-2.05)   |   COMPOSITE 6429.76 (0.29)   |   DBX 1210.46 (12.07)   |   I-GRADE 190.638 (-1.34)   |   IDX30 545.485 (-1.51)   |   IDX80 146.318 (-0.07)   |   IDXBUMN20 442.834 (-1.24)   |   IDXESGL 150.48 (0.29)   |   IDXG30 147.901 (0.37)   |   IDXHIDIV20 478.779 (-0.73)   |   IDXQ30 155.036 (-0.96)   |   IDXSMC-COM 294.681 (0.4)   |   IDXSMC-LIQ 376.202 (-0.55)   |   IDXV30 149.629 (0.56)   |   INFOBANK15 1097.88 (-12.35)   |   Investor33 466.613 (-1.1)   |   ISSI 189.631 (-0.01)   |   JII 670.82 (0.69)   |   JII70 234.975 (-0.16)   |   KOMPAS100 1301.99 (-2.17)   |   LQ45 1014.85 (-1.65)   |   MBX 1779.94 (-2.58)   |   MNC36 344.694 (-0.95)   |   PEFINDO25 341.155 (-2.53)   |   SMInfra18 331.858 (2.19)   |   SRI-KEHATI 398.709 (-1.15)   |  

Temukan Vaksin Covid-19 Jauh Lebih Penting Dibanding Ganti Istilah ODP

Rabu, 15 Juli 2020 | 13:50 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan (Kemkes) diminta untuk lebih berkonsentrasi pada upaya mempercepat pencarian vaksin Covid-19 dibanding membuat masyarakat kelas bawah bingung dengan pergantian istilah terkait virus corona.

Menurut Anggota Komisi IX DPR yang membidangi kesehatan Saleh Partaonan Daulay, dalam rapat terakhir dengan DPR, Kemkes menyebut bahwa vaksin sedang dikembangkab dan diteliti. Informasi menyebutkan Menkes Terawan Agus Putranto berharap 2021 sudah mendapatkan izin vaksin tersebut. Sementara kerja-kerja sosialisasi diksi dan istilah baru itu menurut Saleh justru bisa jadi lebih rumit dibanding pencarian vaksin itu sendiri.

"Saya khawatir, kita masih berkutat dengan sosialisasi diksi kata, akhirnya kita lupa target sasaran kita memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini, atau sekaligus mencari vaksin, menghindari agar kita tak terserang penyakit ini," kata Saleh, Rabu (15/7/2020).

Selama ini, Komisi IX DPR sudah melihat bahwa komunikasi pemerintah terkait penyebaran Covid-19 terkendala dengan berbagai macam istilah yang sulit dipahami masyarakat. Ada berbagai istilah dari bahasa Inggris seperti social distancing, physical distancing, new normal, hingga imported case dan local transmission. Pesan-pesan demikian memang belum tentu dipahami oleh seluruh masyarakat Indonesia.

"Pemerintah sejak awal kelihatan justru menargetkan dunia kesehatan. Padahal kalau tenaga kesehatan, tanpa harus kita sosialisasikan, mereka justru sudah punya basis pengetahuan tentang hal itu. Sementara masyarakat luas malah ketinggalan," bebernya.

Kini pilihan diksi itu diubah lagi oleh Kemkes yang juga berasal dari serapan bahasa Inggris. Semisal orang dalam pengawasan (ODP) diganti suspek, pasien dalam pengawasan (PDP) jadi probable, dan ditambah kasus konfirmasi dan kontak erat. Selain itu dikenal istilah pelaku perjalanan, discarded, selesai isolasi, dan kematian.

"Suspek dan lain-lain, jadi agak susah orang memahami dimana satu pihak bahasa inggris diIndonesiakan, tetapi sekarang bahasa Indonesia dibahasainggriskan. Kalau new normal kan Bahasa Inggris dibahasaindonesiakan adaptasi baru. Ini supaya orang paham. Sekarang yang PDP, ODP, OTG dibahasainggriskan diganti suspek dan lain-lain," bebernya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menghapus istilah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan orang tanpa gejala (OTG) untuk mereka yang berisiko maupun sudah terinfeksi Covid-19. Perubahan istilah ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan 413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 yang diterbitkan pada Senin, 13 Juli 2020.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pasien Rawat Inap di RSD Wisma Atlet Naik Jadi 1.220 Orang

Hari ini ada penambahan 70 pasien rawat inap di RSD Wisma Atlet Kemayoran dari sebelumnya 1.150 orang menjadi 1.220 orang.

KESEHATAN | 15 Juli 2020

Menkes: Awal 2021, Vaksin Produksi RI Ditargetkan Peroleh Izin Edar

Di antaranya adalah percepatan produksi reagen PCR dan rapid test diagnostik dalam negeri.

KESEHATAN | 14 Juli 2020

Wapres Minta Pemuka Agama Ajak Masyarakat Ikuti Protokol Kesehatan

Tingkat penularan di Indonesia masih tinggi.

KESEHATAN | 14 Juli 2020

Jatim Kembali Tertinggi dalam Penambahan Kasus Positif Covid-19

Jatim kembali mencatat penambahan kasus positif Covid-19 tertinggi di Indonesia pada Selasa (14/7/2020) yakni 353.

KESEHATAN | 14 Juli 2020

Menkes Tetapkan KMK soal Pedoman Pengendalian Covid-19

Keputusan Menteri tersebut mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, yaitu pada 13 Juli 2020.

KESEHATAN | 14 Juli 2020

Update Covid-19: Tambah 1.591, Kasus Positif Jadi 78.572

Pada Selasa (14/7/2020) pukul 12.00 WIB, terdapat konfirmasi kasus positif Covid-19 sebanyak 1.591. Total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 78.572.

KESEHATAN | 14 Juli 2020

Menkes Ganti Istilah ODP, PDP, dan OTG untuk Covid-19

Kasus kontak erat adalah orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi Covid-19.

KESEHATAN | 14 Juli 2020

Sepekan Terakhir, Pasien RSD Wisma Atlet Tembus 1.000 Orang

Pasien RSD Wisma Atlet terus meningkat cukup pesat sejak 20 Juni 600-an pasien. Pada tanggal 9 Juli ke atas pasien sudah mencapai 1000 hingga 1.100 pasien.

KESEHATAN | 14 Juli 2020

WHO: Banyak Negara Menuju ke Jalan yang Salah

Menurut data WHO, AS dan Brasil mencatat 111.319 kasus pada hari Minggu lalu, kira-kira setengah dari angka resmi yang dilaporkan negara-negara ke WHO.

KESEHATAN | 14 Juli 2020

Batasan Tarif Rapid Test Berlaku untuk Semua RS

Batasan harga tertinggi ini juga bertujuan untuk menciptakan kewajaran harga sehingga tidak terjadi komersialisasi.

KESEHATAN | 13 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS