Tetap Waspada, Penambahan Kasus Positif Covid-19 Masih Tinggi

Tetap Waspada, Penambahan Kasus Positif Covid-19 Masih Tinggi
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (Foto: BNPB)
Dina Manafe / CAH Kamis, 16 Juli 2020 | 20:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melaporkan penambahan jumlah kasus positif masih terus meningkat meskipun sudah empat bulan virus ini dikendalikan. Gugus Tugas Nasional mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per hari ini Kamis (16/7/2020) sebanyak 1.574 orang, sehingga totalnya menjadi 81.668.

Sementara pasien sembuh menjadi 40.345 setelah ada penambahan sebanyak 1.295 orang. Untuk kasus meninggal total menjadi 3.873 setelah ada penambahan 76.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, penambahan kasus baru akhir-akhir ini sangat signifikan. Terutama pada kelompok konfirmasi positif tanpa gejala (asimtomatik). Kondisi ini menurut Yurianto bisa menurunkan tingkat hunian di rumah sakit karena tidak semua kasus positif harus dirawat. Selain itu, kasus yang meninggal juga menurun.

Baca Juga: Update Covid-19: Tambah 1.574, Kasus Positif Jadi 81.668

“Tetapi ini juga jadi kewaspadaan kita bahwa mereka harus melaksanakan isolasi dengan ketat. Kalau tidak, akan jadi sumber penularan di tengah-tengah kita,” kata Yurianto di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Menurut Yurianto, jumlah kasus baru makin banyak disebabkan sejumlah sumber penularan. Pertama, dari tempat kerja dengan kualitas udara tidak bagus. Ruang kerja tanpa sirkulasi udara yang berjalan lancar, yang hanya mengandalkan pendingin udara. Ditambah kurang disiplinnya menjaga jarak, dan tidak memakai masker saat berada di kantor.

“Karena merasa berada di tengah teman kerja yang sudah akrab, maka menggunakan masker dianggap tidak perlu. Ingat, sekalipun berada di kantor dengan orang-orang yang sudah terbiasa kita ketemu, tetapi harus kita ingat bahwa mereka berasal dari lingkungan dan risiko yang berbeda dengan kita,” kata Yurianto.

Baca Juga: Ini Tempat Rawan Penularan Covid-19

Oleh karena itu, tetap gunakan masker sekalipun berada di kantor. Kemudian pilihlah masker yang membuat nyaman, bisa tetap bertahan menggunakannya dengan cara benar untuk waktu lama. Masker yang terlalu ketat dan menekan hidung akan membuat tidak nyaman. Inilah yang menyebabkan penggunaan masker tidak semestinya.

Banyak yang memakai masker hanya menutup mulut, tidak hidung. Bahkan banyak juga masker diturunkan menutup dagu, tidak menutup hidung dan mulut. Kondisi ini sangat tidak menguntungkan. Sama saja tidak menggunakan masker, sehingga risiko penularan tetap terjadi.

“Setelah melepas masker tidak menyimpannya dengan baik. Seringkali menyentuh bagian luar masker, kemudian menyentuh hidung dan mulut sama saja dengan mengantarkan virus SARC Cov-2 penyebab Covid-19 ke saluran pernapasan,” kata Yurianto.

Sumber penularan lainnya adalah di fasilitas umum terutama saat makan siang. Beberapa pekerja kantoran memilih makan siang di luar. Di sinilah seringkali lupa bahwa protokol kesehatan justru harus lebih ketat dilaksanakan. Karena pada saat itulah masker dilepas untuk makan.

Baca Juga: Tambah 1.574, Ini Sebaran Kasus Baru Covid-19

Karena itu, harus menjaga jarak, dan menjamin bahwa lingkungan di tempat makan itu memiliki sirkulasi udara baik. Disarankan membawa alat makan sendiri untuk memastikan makan dengan kondisi tenang dan mengurangi risiko tertular. Upayakan tidak ada pembicaraan sama sekali selama makan bersama orang lain. Ini penting untuk mengurangi risiko sebaran Covid-19.

“Ini sesuatu yang baru. Karena selama ini di tempat makan itulah kita bertemu dengan banyak orang, ngobrol berkepanjangan, inilah yang harus kita ubah. Inilah yang kita sebut adaptasi kebiasan baru,” kata Yurianto.

Tempat lain yang berpeluang besar menjadi sumber penularan adalah sarana transportasi umum, seperti kereta, bus, angkutan kota, dan lain-lain. Upayakan tidak melakukan pembicaraan apapun dalam perjalanan. Tetap gunakan masker dan hindari kemungkinan berhadap hadapan pada jarak kurang dari satu meter.

 



Sumber: BeritaSatu.com