Kenali Kelainan Jantung pada Anak

Kenali Kelainan Jantung pada Anak
Dokter Spesialis jantung & pembuluh darah Siloam Hospitals Silampari, dr. Novi Y.S, Sp,JP (Foto: Beritasatu.com / Indah Handayani)
Indah Handayani / FMB Sabtu, 25 Juli 2020 | 08:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kelainan jantung (bawaan) pada anak dapat terjadi dengan keberadaan satu dari 100 kelahiran bayi. Penyakit jantung bawaan (PJB) atau congenital heart disease adalah kelainan pada struktur dan fungsi jantung yang sudah ada sejak lahir. Kondisi ini dapat mengganggu aliran darah dari dan ke jantung, sehingga bisa berakibat fatal.

Dokter Spesialis jantung & pembuluh darah Siloam Hospitals Silampari, dr Novi YS, Sp,JP, mengatakan PJB merupakan penyebab cacat lahir yang paling sering ditemui dengan tingkatan kondisi yang beragam. "Sebagian kondisi hanya memerlukan pemantauan rutin, sebagian lainnya memerlukan operasi hingga transplantasi (penggantian) jantung", ungkap Novi melalui Webinar Health Talk Siloam Hospitals Silampari, Lubuklinggau, Jumat (24/7/2020).

Dr Novi menjelaskan organ jantung manusia terbagi menjadi empat ruang, dua atrium (serambi) dan dua ventrikel (bilik), masing-masing di sisi kanan dan kiri. Atrium kanan berfungsi menerima darah kotor dari seluruh tubuh. Darah yang masuk ke atrium kanan akan dipompa ke ventrikel kanan, kemudian ke paru-paru.

Pada penderita penyakit jantung bawaan, siklus dan aliran darah ini akan terganggu. Hal ini bisa disebabkan oleh gangguan pada katup, ruang jantung, septum atau dinding penyekat antar ruang jantung, serta pembuluh darah dari dan ke jantung.

"Gangguan aliran darah ini akan menimbulkan keluhan dan gejala pada penderitanya," tutur Novi.

Dr Novi menambahkan gejala yang bisa menjadi deteksi dini dari penyakit jantung bawaan ini, yaitu anak sulit bernapas atau justru bernapas terlalu cepat. Bibir, lidah dan kuku berwarna kebiruan. Susah makan dengan penurunan berat badan. Berkeringat berlebihan, denyut nadi lemah. Deteksi dini dengan gejala PJB disebabkan sejumlah faktor yang disebabkan beberapa hal, misalnya adanya infeksi Rubella, ibu yang mengkonsumsi obat obatan , merokok dan minuman beralkohol paras ibu hamil.

"Faktor keturunan juga adanya riwayat diabetes turut mempengaruhi terjadinya PJB," imbuh Novi.

Guna pencegahan, dokter Novi mengingatkan tentang pentingnya pencegahan prenatal, yaitu perawatan bayi sejak masih dalam kandungan menjadi faktor preventif dan pencegahan penting dalam meminimalisir resiko penyakit jantung  bawaan) pada anak ini yaitu antara lain pemeriksaan TORCH sebelum kehamilan. Konsultasi dengan dokter selama masa kehamilan. Hindari asap rokok, obat terlarang, dan minuman beralkohol selama masa sebelum, pada, dan sesudah persalinan untuk para ibu.



Sumber: BeritaSatu.com