Anak Butuh Suasana Berbeda di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

Anak Butuh Suasana Berbeda di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru
PT Frisian Flag Indonesia (FFI), menggelar diskusi daring bertajuk “Jaga Kesehatan, Gembira Belajar di Rumah, Bebas Stres” dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Indah Handayani / FER Kamis, 30 Juli 2020 | 17:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kalangan orang tua harus menciptakan lingkungan rumah yang edukatif sekaligus menyenangkan bagi tumbuh tembang anak selama pandemi. Pasalnya, perasaan jenuh dan bosan selama berada di rumah, juga dialami oleh anak-anak.

Psikolog keluarga, Ajeng Raviando, menjelaskan pentingnya kesehatan jiwa, ketenangan pikiran, dan kekuatan mental orang tua dan anak selama pandemi.

"Hal itu karena semua orang menghadapi besarnya perubahan kehidupan di masa pandemi, seperti harus selalu menjaga jarak, belajar dan bermain dari rumah. Kondisi ini, ikut mempengaruhi psikologis orang tua dan anak," ungkao Ajeng disela diskusi darinh Frisian Flag Indonesia (FFI), di Jakarta, Rabu (30/7/2020).

Untuk menyikapinya, lanjut Ajeng, orang tua harus mampu menyesuaikan diri. "Hal itu bisa dilakukan dengan menjadikan rumah sebagai lingkungan edukatif yang menyenangkan dan menghadirkan kegembiraan bagi anak-anak," jelasnya.

Ajeng menambahkan, orangtua juga harus mengetahui kepribadian anak dan menyesuaikan metode pengajaran berdasarkan karakter anak. Sebabnya, anak-anak mempunyai karakter yang berbeda-beda dan unik.

"Orang tua tentunya dapat mengenali dan menyesuaikan sistem pengajaran sesuai dengan karakteristik anak. Tujuannya, untuk menciptakan sistem pengajaran di rumah yang menyenangkan dan membawa kegembiraan bagi anak-anak,” tambahnya.

Ajeng memberikan beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menciptakan lingkungan rumah yang edukatif dan menyenangkan, diantaranya ciptakan komunikasi yang baik dengan anak-anak. Selain itu, persiapkan tata ruangan yang nyaman untuk anak belajar.

"Buatlah jadwal antara belajar dan bermain, mengingat keduanya harus seimbang bagi anak-anak. Tak kalah penting, sediakan makanan dan minuman dengan gizi seimbang. Sehingga, orang tua diharapkan menjadi teman belajar yang menyenangkan," tandasnya.

Corporate Affairs Director FFI, Andrew F Saputro, menambahkan, perayaan Hari Anak Nasional (HAN) dimaknai FFI sebagai salah satu bentuk dukungan kepada anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal menjadi generasi penerus bangsa yang sehat, kuat, cerdas, dan bahagia. Terutama saat menghadapi adaptasi kebiasaan baru.

"Untuk itu, di tengah masa sulit saat ini kami mengajak orang tua untuk selalu semangat menghadapi berbagai tantangan untuk memenuhi kebutuhan anak terutama kesehatan, pendidikan dan kebahagiaannya," pungkas Andrew.



Sumber: BeritaSatu.com