Logo BeritaSatu

Presiden: Pelayanan Ibu Hamil dan Balita Jangan Berhenti di Tengah Pandemi Covid-19

Rabu, 5 Agustus 2020 | 13:10 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun, Novy Lumanauw / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pelayanan kesehatan ibu hamil dan balita di Puskesmas dan Posyandu tidak boleh berhenti di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

“Akses pelayanan kesehatan bagi ibu hamil maupun balita di puskesmas dan posyandu, kita harus pastikan tetap berlangsung tidak berhenti di tengah pandemi ini,” kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas tentang Percepatan Penurunan Stunting di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Akses pelayanan kesehatan yang tidak boleh terhenti, lanjut Jokowi, adalah pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan pemberian suplemen vitamin A bagi ibu menyusui serta makanan pendamping ASI.

Tidak hanya itu, Jokowi meminta aspek promotif, edukasi dan sosialisasi bagi ibu-ibu hamil dan keluarga juga harus terus digencarkan. Sehingga dapat meningkatkan pemahaman untuk pencegahan stunting.

“Sekali lagi saya minta agar ini melibatkan PKK, tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat, RT dan RW serta relawan. Dan kita harapkan ini menjadi gerakan bersama di masyarakat,” ujar Jokowi.

Kemudian, dalam upaya penurunan angka stunting, Jokowi meminta program tersebut disambungkan dengan program perlindungan sosial. Seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan pembagian bantuan pangan non tunai (BPNT). Juga pembangunan infrastruktur dasar yang menjangkau keluarga-keluarga tidak mampu.

“Dalam upaya penurunan angka stunting juga kita sambungkan dengan program perlindungan sosial kita, terutama PKH kemudian pembagian BPNT dan pembangunan infrastruktur dasar yang menjangkau keluarga-keluarga yang tidak mampu,” terang Jokowi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta program penurunan stunting fokus pada 10 provinsi yang memiliki prevalensi stunting tertinggi di Indonesia.

Ke-10 provinsi tersebut adalah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Aceh, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah.

Untuk itu Jokowi meminta kepala daerah di 10 provinsi tersebut agar fokus dan berkonsentrasi menjalankan program untuk penurunan stunting di daerah masing-masing.

Namun ia cukup gembira, karena melihat terjadi penurunan stunting di Indonesia dalam kurun waktu enam tahun terakhir. Berdasarkan data yang dia miliki, ada perbaikan dari prevalensi stunting di tahun 2013 yang mencapai 37 persen menjadi 27,6 persen di tahun 2019.

“Ini ada penurunan cukup lumayan. Tapi saya kira tidak cukup. Kita harus menurunkan lebih cepat lagi. Target kita, seperti yang saya sampaikan ke Menteri Kesehatan di 2024, kita harus bisa turun menjadi 14 persen,” terang Jokowi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 
BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Timnas Basket


# SEA Games


# Ganjar Pranowo


# Kapal Drone


# Jokowi


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Data Nasional Penerima Vaksin Covid-19 sampai 23 Mei 2022

Data Nasional Penerima Vaksin Covid-19 sampai 23 Mei 2022

NEWS | 2 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings