Logo BeritaSatu
Pekan Menyusui Sedunia 2020

Dorong Gerakan Menyusui di Masa Pandemi Covid-19

Rabu, 5 Agustus 2020 | 20:11 WIB
Oleh : Dina Manafe / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 berimbas pada banyak hal termasuk tingkat keberhasilan menyusui di hampir seluruh negara di dunia. Oleh karena itu, Pekan Menyusui Sedunia tahun 2020 yang berlangsung hingga tanggal 7 Agustus memberikan pesan pentingnya menyusui bagi keberlangsungan dan kesehatan bumi serta generasi di masa mendatang.

Untuk itu perlu didorong upaya persiapan masa menyusui untuk keberhasilan inisiasi menyusu dini (IMD) khususnya di masa pandemi Covid-19 ini untuk generasi sehat di masa datang. Salah satunya melalui pemanfaatan bahan alam Indonesia sebagai laktagogue.

Konselor laktasi sekaligus pengurus pusat Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI), dr. Fenny Yunita, mengatakan, pandemi Covid-19 menurunkan aktivitas inisiasi menyusu dini (IMD). Kunjungan ibu hamil dibatasi, sehingga layanan konseling laktasi sebelum melahirkan yang merupakan salah satu kunci keberhasilan menyusui juga terhambat.

“Belum lagi ibu melahirkan yang positif Covid-19 yang membuat IMD tidak berjalan karena menghindari kontak erat dengan ibu sehingga menyusui sesering mungkin sesuai kebutuhan bayi juga tak terlaksana, demikian pula pemberian ASI perah yang sulit terlaksana,” kata dr Fenny dalam keterangan resmi yang diterima Beritasatu.com, Selasa (5/8/2020).

Baca Juga: Presiden: Pelayanan Ibu Hamil dan Balita Jangan Berhenti di Tengah Pandemi Covid-19

di Jakarta, Selasa (5/8/2020).Oleh karena itu, dr Fenny mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan menyusui khususnya di masa pandemi Covid-19. Dengan menyusui berarti para keluarga mengambil peranan untuk mendukung kesehatan planet dan masyarakatnya. Ini sejalan dengan tema Pekan Menyusui Sedunia 2020 “Dukung Menyusui untuk Bumi yang Lebih Sehat”. Air susu ibu (ASI), menurut Fenny adalah makanan alami yang diproduksi dan diberikan pada konsumennya tanpa mengakibatkan polusi, tanpa kemasan dan limbah.

“Jika kita mendukung ibu menyusui maka kita juga mengurangi polusi udara, air, dan tanah kita, melindungi generasi muda di masa depan. Menyusui juga menjamin ketahanan pangan bagi generasi muda kita pada kondisi gawat darurat maupun kondisi bencana alam,” kata dr Fenny.

IMD memberikan ASI segera setelah bayi dilahirkan, yaitu sekitar 30 menit sampai 1 jam pascapersalinan. Dalam proses ini, bayi yang baru saja dilahirkan akan dibiarkan untuk mencari puting susu ibunya tanpa bantuan siapapun.

Masalah lainnya yang juga muncul terkait menyusui adalah kurangnya kepercayaan diri terhadap produksi ASI yang mencukupi bagi buah hati. Karenanya para ibu diharapkan tidak terjebak dengan memberikan makanan selain ASI.

Baca Juga: Amankah Menyusui Bayi jika Ibu Positif Covid-19?

“Biasanya, para ibu memilih untuk menggunakan laktagogue untuk meningkatkan produksi ASI, baik berupa bahan alami maupun dari bahan kimia,” kata Fenny.

Menurut Fenny, ada beberapa bahan alam yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan keberhasilan menyusui. Misalnya daun katuk, daun torbangun (bangun-bangun), daun kelor, klabet, kacang-kacangan dan berbagai jenis bahan lainnya.

Beberapa di antaranya telah diteliti dan terbukti meningkatkan kadar prolaktin, oksitosin, maupun volume ASI, dan peningkatan berat badan bayi. Ada juga teknik lain yang lazim dilakukan, misalnya dengan akupunktur ataupun pijat laktasi yang juga terbukti efektif meningkatkan produksi ASI.

“Namun dari semua itu, kunci peningkatan produksi ASI adalah seringnya para ibu menyusui dan memerah,” kata Fenny.

Baca Juga: Inilah Tiga Makanan Utama untuk Melancarkan Air Susu Ibu

Executive Director Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) PT Dexa Medica Dr. Raymond Tjandrawinata mengatakan, sebagai lembaga riset pihaknya mendukung keberhasilan menyusui dengan mengembangkan bahan alam seperti daun katuk, daun torbangun, dan ikan gabus sebagai ASI booster.

Ketiga bahan baku alam tersebut diproses dengan teknologi advanced fractionation technology, memiliki aktivitas biologis dan kemurnian tinggi untuk menghasilkan fraksi bioaktif galatanol. Galatanol yang merupakan fraksi bioaktif kombinasi dari daun katuk dan daun torbangun telah terbukti memiliki efek untuk merangsang produksi ASI dalam produk Herba Asimor.

Herba Asimor terdiri dari daun katuk yang memberikan peningkatan signifikan dalam ekspresi gen prolaktin dan oksitosin, yaitu hormon yang berperan penting dalam proses menyusui sehingga dapat meningkatkan produksi ASI. Sementara daun torbangun dapat meningkatkan kadar prolaktin dan meningkatkan aktivitas sel epitel dan metabolisme kelenjar susu sehingga produksi ASI meningkat 65% tanpa mengubah kualitas gizi susu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Hadiah Kursi Roda dari Puan Bahagiakan Ibu dari Anak Penderita Polio

Petani bunga di Badung, Bali, Ni Ketut Ratko sangat gembira menerima bantuan kursi roda untuk anaknya yang menderita polio.

NEWS | 30 September 2022

DKI: Pembangunan Rusun di Pulau G Akan Dilakukan Swasta

Pemprov DKI Jakarta mengatakan, pembangunan rusun (rumah susun) di Pulau G kemungkinan akan dilakukan oleh pihak swasta.

NEWS | 30 September 2022

Ali Ibrahim Undang Presiden Jokowi Buka Sail Tidore 2022

Ali Ibrahim mengundang dan meminta secara khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk hadir dan membuka acara Puncak Sail Tidore pada November 2022.

NEWS | 29 September 2022

DPR Siap Tunjukkan Komitmen Indonesia Kurangi Emisi

DPR siap menjadi tuan rumah perhelatan The 8th G-20 Parliamentary Speaker Summit (P-20) yang akan diselenggarakan pekan depan.

NEWS | 29 September 2022

UBK Kerja Sama dengan Persatuan Alumni GMNI

UBK melakukan kerja sama dengan Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia

NEWS | 29 September 2022

Moeldoko Dorong Swasta Terlibat Percepatan Vaksinasi Covid-19

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mendorong keterlibatan pihak swasta dalam percepatan vaksinasi Covid-19.

NEWS | 29 September 2022

Komnas HAM Harap Jaksa Maksimal Dakwa Ferdy Sambo Cs

Komnas HAM berharap jaksa bisa menyusun dakwaan terhadap para tersangka secara maksimal.

NEWS | 29 September 2022

Peraturan Menkumham, Masa Berlaku Paspor Menjadi 10 Tahun

Masa berlaku paspor dari semula lima tahun diubah menjadi 10 tahun. Hal ini diatur dalam Peraturan Menkumham Nomor 18 Tahun 2022.

NEWS | 29 September 2022

Polri Kirim Surat Pemecatan Ferdy Sambo ke Sekmil Presiden

Polri telah mengirim berkas putusan pemecatan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo ke Sekretariat Militer (Sekmil) Presiden.

NEWS | 29 September 2022

Soal Mobil Dinas Listrik, Pemprov DKI Punya 2 Pilihan

Pemprov DKI akan melakukan 2 pilihan terkait mobil dinas listrik. Dua pilihan itu, adalah memodifikasi kendaraan dinas lama dan membeli mobil listrik.

NEWS | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Wall Street Melemah, S&P 500 Anjlok ke Level Terendah 2022

Wall Street Melemah, S&P 500 Anjlok ke Level Terendah 2022

EKONOMI | 7 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings