YLKI: Obat dan Vaksin Covid-19 Harus Berstandar WHO
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

YLKI: Obat dan Vaksin Covid-19 Harus Berstandar WHO

Rabu, 2 September 2020 | 17:06 WIB
Oleh : Bernadus Wijayaka / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen (YLKI) Tulus Abadi mengingatkan, pembuatan obat maupun vaksin Covid-19 harus mempunyai standar kesehatan yang sudah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pasalnya, penggunaan obat maupun vaksin Covid-19 menyangkut keselamatan dan keamanan konsumen.

Salah satu catatan YLKI adalah pengembangan calon obat Covid-19 yang dilakukan institusi pendidikan.

“Pada masa pandemi ini yang harus menjadi panglima adalah sektor kesehatan, apakah itu Kementerian Kesehatan atau BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan)," kata Tulus dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/9/2020).

Dikatakan, yang terpenting harus memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan WHO. Protokol itulah yang harus diikuti. "Artinya, harus ada proses uji klinis sampai tahap yang sempurna, tahap ketiga dan seterusnya. Sepanjang itu tidak bisa memenuhi syarat, siapa pun tidak bisa mengklaim kebenaran itu,” terangnya

Menurutnya, di saat pandemi sekalipun tidak ada penurunan gradasi standar kesehatan WHO terhadap upaya penemuan vaksin dan obat. Sebab obat pada dasarnya digunakan dalam keadaan darurat.

“Masalah penemuan vaksin atau obat itu standarnya sama. Di negara mana pun sama, baik pada saat normal maupun saat pandemi. Jadi, di saat pandemi sekalipun tidak ada penurunan gradasi standar WHO,” katanya.

Tulus meminta masyarakat lebih berhati-hati terhadap segala bentuk obat Covid-19 yang beredar, sebab secara internasional belum ada yang bisa menemukan obat yang bisa menyembuhkan.

“Seluruh vaksin di dunia saat ini sedang dalam proses uji klinis,” katanya.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio meminta semua pihak menghormati posisi BPOM sebagai institusi pemerintah yang bertugas untuk mengawasi peredaran obat-obatan dan makanan di Indonesia.

“Di Indonesia yang memberikan izin edar adalah BPOM. Pembuatan vaksin maupun obat Covid-19, proses pengembangannya memakan waktu lama karena harus dites kepada orang sehat, orang sakit, sakit gula kah, jantung kah, dan seterusnya. Harus dilakukan secara detail,” kata Agus.

Dia memahami bahwa banyak pihak yang berkompetisi untuk menjadi yang terdepan dalam penemuan obat Covid-19. Namun, Agus mengingatkan agar peraturan dan persyaratan yang ditetapkan WHO harus dipatuhi sehingga masyarakat tidak dirugikan.

Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan, BPOM telah membuat roadmap tahapan pengembangan vaksin yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan data preklinik, klinik, dan mutu dari vaksin yang akan dibuat.

“Roadmap ini telah kami sampaikan kepada Menristek dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional pada 14 Agustus 2020, nanti akan dibahas dalam focus group discussion bersama para stakeholder,” jelas Penny saat memberikan keterangan pers di Kantor Kepresidenan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mutasi Virus Corona D614G Terdeteksi Sejak April

Keberadaan virus SARS-CoV-2 dengan mutasi D614G telah tereteksi di Indonesia melalui analisa isolat virus yang beredar di Tanah Air pada April 2020.

KESEHATAN | 2 September 2020

Kasus Aktif Covid-19 Terkonsentrasi, Rumah Sakit Berpotensi Overload

Rata-rata kasus aktif di Indonesia 23,7% lebih rendah dibanding rata-rata kasus aktif dunia.

KESEHATAN | 2 September 2020

Update Covid-19: Tambah 3.075, Kasus Positif di Indonesia Jadi 180.646

Banyaknya penambahan kasus baru Covid-19 ini tidak lepas dari banyaknya spesimen yang diperiksa yakni sebanyak 31.001.

KESEHATAN | 2 September 2020

Kasus Covid-19 Meningkat, Anies Baswedan Tingkatkan Kapasitas RS di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya sedang meningkatkan kapasitas rumah sakit (RS) untuk menangani pasien Covid-19 Jakarta.

KESEHATAN | 1 September 2020

Kepala BPOM Tegaskan Akan Kawal Vaksin Covid-19 dari Uji Klinis hingga Produksi Massal

Kepala BPOM Penny K Lukito akan terus mengawal regulatory dalam pengembangan vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 1 September 2020

Penyakit Kusta Masih Menjadi Momok di Indonesia

Kebanyakan masyarakat bahkan tidak menyadari gejala, cara penanganan, dan penularan kusta

KESEHATAN | 1 September 2020

8 Provinsi di Indonesia Belum Bebas Kusta

Indonesia hingga detik ini belum juga terbebas dari penyakit kusta.

KESEHATAN | 1 September 2020

BPOM Upayakan Percepatan Pengembangan Vaksin Covid-19

BPOM telah membuat roadmap tahapan pengembangan vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 1 September 2020

WHO Ingatkan Bahaya Laten Nasionalisme Vaksin

Vaccine nationalism adalah pengembangan vaksin yang hanya diperuntukkan untuk kepentingan nasional atau satu negara saja.

KESEHATAN | 1 September 2020

Selain Murah, Tes Serologi Janjikan Hasil Objektif

Selain sensitivitas yang tinggi, keunggulan lain dari tes serologi antibodi adalah tingkat spesifisitas lebih dari 99.81 persen.

KESEHATAN | 1 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS