Erick Thohir: Pemerintah Hanya Gratiskan Vaksin Covid-19 pada 93 juta Warga
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Erick Thohir: Pemerintah Hanya Gratiskan Vaksin Covid-19 pada 93 juta Warga

Kamis, 3 September 2020 | 12:49 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Erick Thohir mengatakan, pemerintah nantinya hanya akan menanggung biaya vaksin Covid-19 gratis bagi 93 juta masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Jumlah tersebut diperoleh dari data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"Sedangkan, untuk mengurangi tekanan APBN, pemerintah meminta asosiasi pengusaha mau mengajak anggotanya menyediakan vaksin gratis bagi karyawan perusahaan," kata dia dalam konferensi pers antara Ketua Pelaksana PCPEN bersama Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ketua Asosiasi Perawat, di Jakarta, Kamis (3/9/2020).

Erick juga meminta publik tidak memutarbalikkan fakta mengenai siapa yang berhak mendapatkan vaksin lebih dahulu. Dia menjelaskan, ada dua skema penyaluran vaksin, yakni gratis dari pemerintah dan mandiri.

"Bukan nanti yang bayar akan didahulukan dengan yang gratis. Nah, ini jangan diputarbalikkan. Bahwa nanti ada sinkronisasi jadwal, data, bukan juga diputarbalikkan seakan-akan pemerintah mencari uang, tetapi pemerintah punya gratis. Tapi, yang mandiri harus bisa, toh selama ini pengusaha dapat uangnya dari Indonesia," ujarnya

Dia menyebut harga bahan baku vaksin Covid-19 dari Sinovac pada tahun ini sebesar US$ 8 atau Rp 116.800 per dosis dan menjadi US$ 6- US$ 7 atau Rp 87.600-102.200 per dosis pada 2021. Sebagai perhitungan awal, vaksin ini seharga US$ 25-30 atau sekitar Rp 365-438 ribuan per orang.

Erick menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk tim penilaian vaksin. Usulan tersebut dikoordinasikan Komite PCPEN dengan Satgas Penanganan Covid-19, Menteri Kesehatan, dan Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional. Adapun, tim penilai vaksin ini akan berada di bawah Satgas Penanganan Covid-19.

Hal itu penting untuk menghindari anggapan bahwa vaksin ini jadi bahan yang diperdagangkan. Pemerintah jangan dianggap lebih mementingkan ekonomi, ketimbang kesehatan masyarakat.

"Jangan sampai nanti suuzan, vaksin ini jadi perdagangan yang menguntungkan sebagian orang. Inggris saja dalam pengadaan vaksinnya 4 kali lipat dari jumlah penduduknya. Kita dengan jumlah penduduk 273 juta, kita baru fokus dapatkan 70 persen dikurangi usia 18 tahun ke bawah yang memang secara vaksinnya belum diuji coba, tetapi daya tahan tubuh mereka masih sangat bagus. Bukan berarti generasi muda dikorbankan. Nanti ada lagi yang melintir nih, generasi muda dikorbankan," pungkasnya.

Sementara terkait dinamika harga vaksin dia mengatakan, hal itu kembali ke masing-masing penjual, mengingat harga tersebut ditetapkan penjual. Meski begitu, pemerintah tidak memberikan vaksin yang termurah untuk masyarakat dengan skema gratis.

"Pemerintah hitung vaksin yang digratiskan yang paling murah, tidak juga. Negara dipastikan hadir untuk rakyat. Pemerintah dengan data yang baik akan menggratiskan untuk yang memerlukan, termasuk dokter, perawat, dan masyarakat yang membutuhkan berdasarkan data," kata dia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Cegah Covid-19, Baznas Kembangkan Sistem Kecerdasan Buatan

Sistem kecerdasan buatan ini dibuat untuk memastikan protokol kesehatan di lingkungan Baznas.

KESEHATAN | 3 September 2020

Menristek: Indonesia Butuh 400 Juta Ampul Vaksin Covid-19

Ada lima institusi yang mengembangkan vaksin Merah Putih.

KESEHATAN | 2 September 2020

60 Juta Orang Jadi Agen Perubahan Perilaku

“Kita disiplin pun belum tentu kita aman, kalau kita tidak mau mengajak orang di dekat kita untuk berdisiplin,” kata Doni Monardo.

KESEHATAN | 3 September 2020

100 Dokter Gugur Akibat Covid-19, IDI Gelar Doa Bersama dan Heningkan Cipta

Acara ini digelar sebagai bentuk keprihatinan pada banyaknya dokter dan tenaga medis lain yang gugur dalam menangani Covid-19.

KESEHATAN | 3 September 2020

Dalam Sepekan, Positivity Rate Covid-19 Meningkat Tajam

Hingga akhir Agustus, positivity rate secara nasional di Indonesia mencapai angka 15,43% atau tiga kali lipat di atas rekomendasi WHO, yaitu di bawah 5%.

KESEHATAN | 2 September 2020

Penurunan Angka Kematian Covid-19 di Indonesia Lambat

Angka rata rata kematian di Indonesia hingga 30 Agustus 2020 sebesar 4,47 persen dari total kasus konfirmasi positif Covid-19.

KESEHATAN | 2 September 2020

Enam Bulan Pandemi, Angka Penularan Covid-19 Semakin Tinggi

Pada Juni 2020, positivity rate Covid-19 nasional berada di angka 11,71%. Pada Agustus 2020, positivity rate naik lagi menjadi 15,43%.

KESEHATAN | 2 September 2020

YLKI: Obat dan Vaksin Covid-19 Harus Berstandar WHO

Semua pihak harus menghormati posisi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

KESEHATAN | 2 September 2020

Mutasi Virus Corona D614G Terdeteksi Sejak April

Keberadaan virus SARS-CoV-2 dengan mutasi D614G telah tereteksi di Indonesia melalui analisa isolat virus yang beredar di Tanah Air pada April 2020.

KESEHATAN | 2 September 2020

Kasus Aktif Covid-19 Terkonsentrasi, Rumah Sakit Berpotensi Overload

Rata-rata kasus aktif di Indonesia 23,7% lebih rendah dibanding rata-rata kasus aktif dunia.

KESEHATAN | 2 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS