25% Alami Stunting, Remaja Butuh Edukasi Gizi di Sekolah
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

25% Alami Stunting, Remaja Butuh Edukasi Gizi di Sekolah

Kamis, 3 September 2020 | 14:30 WIB
Oleh : Mardiana Makmun / MAR

JAKARTA , Beritasatu.com– Gizi masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Tak hanya pada balita, kasus gizi juga banyak ditemukan pada remaja Indonesia. Data Kementerian Kesehatan mengungkap, dari 23% populasi penduduk Indonesia adalah anak dan remaja. Mirisnya, 25% atau 1/4 remaja menderita stunting atau tubuh pendek karena kurang gizi. Sementara angka stunting nasional pada 2019 sebesar 27,67%, turun 3,1% dari 2018 yang besarnya mencapai 30,8%.

Direktur Gizi Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI Dr.Dhian probhoyekti, SKM.MA mengatakan, gizi remaja memiliki implikasi penting dalam mencapai target pembangunan dan kesehatan Indonesia. “Ini karena remaja menjadi kesempatan kedua bagi kita untuk memperbaiki kualitas gizi setelah balita. Khususnya remaja putri merupakan calon ibu yang dapat memperbaiki status gizi bangsa ini di masa depan. Tapi sayangnya, 1 dari 7 remaja kelebihan berat badan, sementara 1/4 remaja justru mengalami stunting akibat kekurangan gizi,” ungkap Dhian dalam diskusi nasional yang membahas Program Promosi Gizi Remaja Berbasis Sekolah secara daring, Kamis (3/9/2020).

Program Promosi Gizi Remaja Berbasis Sekolah/School-Based Nutrition Promotion (SBNP) diluncurkan oleh SEAMEO RECFON (South East Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition) atau Pusat Kajian Gizi Regional Asia Tenggara.

“SBNP meliputi ilmu parenting, kesehatan reproduksi, termasuk pola makan yang bergizi, perlu diberikan kepada remaja sejak usia pubertas. Pengetahuan tersebut bisa diajarkan di sekolah-sekolah bersama dengan informasi kesehatan reproduksi. Ini karena remaja memiliki peranan penting sebagai agen perubahan untuk mengurangi kasus stunting di Indonesia.” kata Direktur SEAMEO RECFON, Dr Muhtaruddin Mansyur, SpOK, PhD.
.
Gizi Lengkap dan Seimbang

Dr.Dhian menyoroti, masih banyak remaja yang hanya mengonsumsi karbohidrat dan lauk pauk saja. “Padahal, isi piring itu harus lengkap dan seimbang. Ada makanan pokok, lauk pauk, sayuran, dan buah,” tegas Dr.Dhian lagi.

Dr. H A. UMAR, MA. Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama menegaskan bahwa masalah gizi dalam agama sangat penting. “Dalam Al Quran ada ayat yang artinya ‘Hendaklah merasa takut, khawatir kalau kita meninggalkan generasi yang lemah, lembek’. Lemah dari sisi spirituaitas dan fisik. Maka program promosi gizi ini adalah bagaimana menyiapkan generasi ke depan yang kuat lahir dan batin lewat makanan bergizi dan pendidikan spiritual,” tegas Umar.

Untuk menghasilkan generais kuat, Umar menghimbau supaya anak sekolah diminta menanam sayur-satyran. “Di madrasah ada program menanam sayur. Kalau menanam berarti kan memanen dan memakan sayurnya,” ungkap Umar.

Sementara itu, Ravi Menon, Country Director dari GAIN Indonesia yang menjadi mitra program SBNP mengatakan keberhasilan program edukasi gizi pada remaja akan berhasil bila ada kerjasama multisektoral.

“Kerjasama multisektoral sangatlah penting. Saat ini banyak organisasi melakukan upaya perbaikan gizi remaja dengan keahliannya masing-masing. Jika kemampuan ini saling bersinergi, maka dampak yang akan terjadi pasti lebih besar”, kata Ravi Menon, Country Director dari GAIN Indonesia.

Sayangnya lanjut Ravi, saat ini ada banyak pihak yang perduli pada gizi remaja. “Ada Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemuda dan Olaharaga, danlain-lain, tetapi gizi remaja tak punya rumah. Program gizi remaja di sekolah juga porsinya kecil, dan sangat bergantung pada funding baik dr lokal maupun luar,” ungkap Ravi.

Apa yang bisa dilakukan? Ravi memaparkan empat hal penting untuk meningkatkan keberhasilan program gizi pada remaja. Pertama, perlu kebijakan yang adaptif pada situasi. Kedua, karena tak ada rumah untuk gizi remaja, sangat penting ada kolaborasi lintas sektor yang efektif dan kepemimpinan yang solid. Ketiga, perlu dokumentasi pembelajaran yang bisa dipakai untuk selanjutnya.

“Banyak agensi dan kementerian, semua punya contoh stories, tetapi bagaimana dokumentasi dan pembelajaran itu ada, supaya orang lain tidak melakukan kesalahan yang sama, dan bisa melakukan modifikasi untuk memperbaiki,” tegas Ravi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kepala Eijkman: Pengembangan Vaksin Merah Putih Sudah 50%

Lembaga Eijkman berupaya membuat benih vaksin hanya dalam waktu satu tahun.

KESEHATAN | 3 September 2020

Dokter dan Perawat Prioritas Dapat Vaksin Covid-19

Sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19, tenaga medis seperti dokter, perawat, dan bidan akan menjadi prioritas utama yang mendapatkan vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 3 September 2020

Erick Thohir: Pemerintah Hanya Gratiskan Vaksin Covid-19 pada 93 juta Warga

Jumlah 93 juta masyarakat yang benar-benar membutuhkan diperoleh dari data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

KESEHATAN | 3 September 2020

Cegah Covid-19, Baznas Kembangkan Sistem Kecerdasan Buatan

Sistem kecerdasan buatan ini dibuat untuk memastikan protokol kesehatan di lingkungan Baznas.

KESEHATAN | 3 September 2020

Menristek: Indonesia Butuh 400 Juta Ampul Vaksin Covid-19

Ada lima institusi yang mengembangkan vaksin Merah Putih.

KESEHATAN | 2 September 2020

60 Juta Orang Jadi Agen Perubahan Perilaku

“Kita disiplin pun belum tentu kita aman, kalau kita tidak mau mengajak orang di dekat kita untuk berdisiplin,” kata Doni Monardo.

KESEHATAN | 3 September 2020

100 Dokter Gugur Akibat Covid-19, IDI Gelar Doa Bersama dan Heningkan Cipta

Acara ini digelar sebagai bentuk keprihatinan pada banyaknya dokter dan tenaga medis lain yang gugur dalam menangani Covid-19.

KESEHATAN | 3 September 2020

Dalam Sepekan, Positivity Rate Covid-19 Meningkat Tajam

Hingga akhir Agustus, positivity rate secara nasional di Indonesia mencapai angka 15,43% atau tiga kali lipat di atas rekomendasi WHO, yaitu di bawah 5%.

KESEHATAN | 2 September 2020

Penurunan Angka Kematian Covid-19 di Indonesia Lambat

Angka rata rata kematian di Indonesia hingga 30 Agustus 2020 sebesar 4,47 persen dari total kasus konfirmasi positif Covid-19.

KESEHATAN | 2 September 2020

Enam Bulan Pandemi, Angka Penularan Covid-19 Semakin Tinggi

Pada Juni 2020, positivity rate Covid-19 nasional berada di angka 11,71%. Pada Agustus 2020, positivity rate naik lagi menjadi 15,43%.

KESEHATAN | 2 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS