Satgas Siapkan Masker Lima Lapis untuk Melawan Covid-19
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Satgas Siapkan Masker Lima Lapis untuk Melawan Covid-19

Rabu, 9 September 2020 | 20:20 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kasus positif Covid-19 terus bertambah di Indonesia, setiiap hari bisa mencapai 3.000 kasus. Salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah penyebaran virus corona adalah dengan memakai masker.

Juru bicara Satgas Nasional Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, satgas sudah menyiapkan masker dengan teknologi baru yang lebih efektif mencegah masuknya virus corona ke tubuh manusia. Masker tersebut adalah masker dengan kain lima lapis yang diproduksi di Indonesia dan sudah diuji coba di Jerman.

"Masker ini mempunyai kemampuan filtrasi setara masker bedah. Proses penyaringan virus mencapai 88 persen dan penyaringan bakteri 99 persen. Masker ini berbahan baku utama polyester dengan teknologi antibakteri pada setiap benang. Meski lima lapis, namun pemakai masker ini tidak akan kesulitan untuk bernapas,” kata Wiku dalam webinar Teknologi Baru Masker Melawan Covid-19 yang diselenggarakan Katadata, Rabu (9/9).

Wiku menambahkan, masker bedah hanya bisa menyaring 80 persen hingga 90 persen virus dan 95 persen hingga 98 persen bakteri. Masker lima lapis ini dibuat dengan teknologi inovatif sehingga dapat menyaring dan mengikat partikel hingga seukuran virus dengan tingkat kemampuan untuk bernapas yang baik.

"Rencananya Satgas akan segera membagikan masker lima lapis ini kepada masyarakat. Diharapkan, pembuatan masker lima lapis ini juga bisa menggerakkan UMKM agar bisa membuat hal yang sama,” jelasnya.

Sementara itu, Inisiator dan Ketua Umum Gerakan Pakai Masker, Sigit Pramono mengatakan, masker menjadi satu-satunya senjata untuk melawan Covid-19 selama vaksin belum berhasil dibuat. Namun, bukan tugas yang mudah untuk mengedukasi masyarakat untuk mau memakai masker. Gerakan Pakai Masker yang merupakan inisiasi sejumlah relawan dari kalangan profesional sudah melakukan sosialisasi penggunaan masker ke sejumlah tempat antara lain pesantren, pasar rakyat dan tenpat wisata.

"Kami sudah mendatangi 9.200 pasar di seluruh Indonesia dan 44.000 pesantren. Tapi memang tidak mudah, masih banyak yang belum disiplin. Yang kami lakukan bukan meminta orang untuk memakai masker saja tetapi melakukan Gerakan perubahan perilaku,” ujar Sigit.

Gerakan Pakai Masker juga mendatangi sejumlah tempat pariwisata untuk mengingatkan tentang pentingnya pakai masker. Sigit mengatakan, GPM menasihati para pelaku pariwisata agar pakai masker agar tidak terjadi klaster Covid-19. Karena, apabila terjadi klaster baru maka otomatis tempat wisata tersebut akan langsung ditutup.

Sigit juga mengusulkan pembentukan Satgas Penanganan Wabah Covid-19 Jakarta Metro Raya. Menurut dia, manajemen penanganan pandemi harus diubah dan menggunakan pendekatan batas wilayah pemerintahan ke pendekatan kota raya dan berdasarkan pergerakan manusia yang ada di kota tersebut.

"Virus tidak mengenal batas imajiner yang diciptakan oleh manusia yang disebut batas wilayah pemerintahan. Virus mengikuti pergerakan manusia. Karena itu perlu dibentuk Satgas Jakarta Metro Raya yang akan menangani 32 juta penduduk. Karena sebagian besar yang beraktivitas di Jakarta tinggal di kota sekitarnya yaitu Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Covid-19 Masih Panjang, Indonesia Kekurangan 1.294 Dokter Paru

PDPI mencatat saat ini dokter paru di Indonesia 1.206 orang. Idealnya Indonesia memiliki minimal 2.500 dokter paru. Saat ini kekurangan 1.294 dokter paru.

KESEHATAN | 9 September 2020

Erick Thohir: Vaksin Merah Putih Jadi Prioritas

Menteri BUMN, Erick Thohir, menyatakan prioritas pemerintah saat ini adalah memproduksi Vaksin Merah Putih.

KESEHATAN | 9 September 2020

Update Covid-19: Tambah 3.307, Kasus Positif di Indonesia Jadi 203.342

Adapun pasien Covid-19 yang berhasil sembuh bertambah 2.242 sehingga total menjadi 145.200.

KESEHATAN | 9 September 2020

Nutrisi Anak Terancam Tak Terpenuhi di Masa Pandemi

Widianto Juwono, Sales Director Danone SN Indonesia mengatakan pemenuhan nutrisi anak-anak di Indonesia mengalami berbagai tantangan di masa pandemi.

KESEHATAN | 9 September 2020

Jokowi Menaruh Harapan Besar kepada Tim Vaksin Merah Putih

Untuk mempercepat pengembangan vaksin Covid-19 tersebut, Presiden Jokowi telah menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 18 Tahun 2020.

KESEHATAN | 9 September 2020

Produksi Vaksin Merah Putih, Pemerintah Juga Gandeng Perusahaan Farmasi Swasta

Dikatakan Menristek, sudah ada tiga perusahaan farmasi swasta yang potensial menyatakan kesiapan untuk membantu produksi vaksin Merah Putih.

KESEHATAN | 9 September 2020

Menristek: Pemberian Vaksin Bisa Lebih dari Sekali

Pemerintah harus siap memproduksi vaksin Merah Putih dengan jumlah minimal dua kali lipat dari populasi penduduk Indonesia yang berjumlah 270 juta jiwa.

KESEHATAN | 9 September 2020

Presiden Perintahkan Tim Vaksin Merah Putih Kerja Cepat

Presiden Jokowi memerintahkan tim Vaksin Merah Putih bekerja dengan cepat tanpa mengabaikan prosedur pembuatan sehingga vaksin Covid-19 aman.

KESEHATAN | 9 September 2020

Ditemukan Dugaan Efek Samping, AstraZeneca Tunda Uji Klinis Vaksin Covid-19

STAT News melaporkan salah satu partisipan uji klinis vaksin Covid-19 AstraZeneca mengalami efek samping yang serius.

KESEHATAN | 9 September 2020

Satgas: Ada 4 Tujuan Dibentuknya Tim Percepatan Vaksin Covid-19

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan ada empat tujuan dibentuknya Tim Percepatan Pengembangan Vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 8 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS