Kebiasaan Merokok Malah Meningkat Selama Pandemi Covid-19
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kebiasaan Merokok Malah Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Selasa, 15 September 2020 | 19:05 WIB
Oleh : Dina Manafe / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Meskipun kampanye tentang perilaku hidup sehat makin digaungkan selama pandemi Covid-19, kesadaran untuk berhenti atau minimal mengurangi kebiasaan merokok pada sebagian orang Indonesia masih kurang.

Ini terlihat dari hasil survei mengenai perilaku merokok selama pandemi oleh Komnas Pengendalian Tembakau. Survei ini menunjukkan bahwa orang tetap merokok meski berada di dalam rumah, tempat yang seharusnya bebas dari asap rokok. Bahkan ada kecenderungan jumlah batang rokok yang dihisap meningkat.

Ketua Umum Komnas Pengendalian Tembakau, Prof Hasbullah Thabrany mengatakan, hasil survei ini sekaligus merekomendasikan kepada pemerintah agar pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang kembali diketatkan di beberapa daerah di Indonesia, utamanya DKI Jakarta, perlu melihat juga hasil survei ini dalam membuat aturan untuk menekan perilaku merokok karena merokok juga merupakan salah satu faktor risiko peningkatan infeksi dan memperparah komorbid atau penyakit penyerta pada pasien Covid-19.

“Survei ini menemukan beberapa hal yang bisa menjadi landasan peraturan oleh pemerintah dalam penerapan PSBB,” kata Hasbullah pada peluncuran hasil survei perilaku merokok tersebut, Selasa (15/9/2020).

Survei ini dilakukan terhadap 612 responden dari berbagai daerah di Indonesia selama 15 Mei sampai 15 Juni 2020 atau tiga bulan setelah pemerintah Indonesia menyatakan status darurat corona pada 29 Februari 2020. Kecenderungan perilaku merokok tetap dilakukan bahkan cenderung meningkat adalah salah satu temuan yang perlu ditindaklanjuti.

Diketahui, jumlah perokok di Indonesia saat ini sekitar 75 juta orang atau 33% dari jumlah penduduk Indonesia menurut data Riskesdas 2018. Angka ini adalah yang ketiga tertinggi di dunia. Sementara itu, ada lebih dari 75% penduduk Indonesia menjadi perokok pasif dalam kegiatan sehari-harinya di ruangan tertutup, di antaranya rumah.

Dalam survei Komnnas Pengendalian Tembakau ditemukan bahwa kelompok masyarakat berpendidikan lebih tinggi dan bekerja di sektor formal cenderung lebih perhatian dalam menerapkan rumah bebas asap rokok. Meskipun sebagian besar atau 61,4% responden percaya bahwa perokok lebih rentan terkena Covid-19, namun masih ada yang tidak percaya, yaitu mereka yang masih menjadi perokok aktif.

Dari sisi belanja rokok, dengan melihat jumlah biaya beli rokok mayoritas atau 49,8% responden yang merokok mengaku memiliki pengeluaran tetap untuk membeli rokok selama masa pandemi, bahkan meningkat 13,1%. Jumlah tersebut mayoritas (77,14%) berasal dari responden dengan penghasilan kurang dari Rp 5 juta, 9,8% berpenghasilan di bawah Rp 2 juta, dan 17,8% berpenghasilan Rp 2 sampai Rp5 juta.

Sementara dari jumlah batang yang dikonsumsi, mayoritas responden yang merokok atau 50,2% mengaku tetap. Bahkan sebanyak 15,2% dari mereka konsumsinya meningkat selama pandemi. Mayoritas dari mereka berpenghasilan di bawah Rp 5 juta.

Untuk melengkapi survei ini, responden juga menjawab pertanyaan mengenai peringatan kesehatan bergambar atau pictoral health warning (PHW). Ditemukan hasil bahwa 9,5% responden mengakui PHW membuat mereka berhenti merokok selama pandemi berlangsung dan mayoritas responden atau 56,7% setuju jika ukuran PHW diperbesar.

Peneliti utama survei ini, Krisna Puji Rahmayanti mengatakan, temuan dari survei ini menunjukkan perlu ada intervensi terhadap perilaku merokok, terutama selama pandemi.

“Adanya pandemi ini tidak menurunkan perilaku merokok. Pemerintah perlu lebih kuat menerapkan kebijakan fiskal maupun nonfiskal agar masyarakat dapat berhenti merokok. Rumah seharusnya menjadi tempat teraman, salah satunya dari bahaya asap rokok, terutama di masa pandemi ini,” kata Krisna.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dr. Agus Dwi Susanto, mengatakan, telah banyak kajian ilmiah yang membuktikan bahwa perilaku merokok membuat perokok lebih mudah terinfeksi Covid-19, dan memperparah komorbid pada pasien.

“Karena itu, penanganan Covid-19 seharusnya memperhitungkan hal ini agar penanganan lebih efektif, apalagi di negara yang jumlah perokoknya begitu besar seperti Indonesia,” kata Agus.

Dari hasil survei ini, Komnas Pengendalian Tembakau menyampaikan beberapa rekomendasi kebijakan kepada pemerintah. Kepada Kementerian Dalam Negeri untuk penerapan kawasan tanpa rekok (KTR) dan lisensi penjualan. Kepada Kementerian Kesehatan terkait PHW dan upaya berhenti merokok. Satgas Covid-19 mengenai penanganan Covid-19, serta Kementerian Keuangan sehubungan dengan belanja rokok.

Sejumlah rekomendasi tersebut, di antaranya, meningkatkan edukasi rumah ramah anak adalah rumah yang bebas asap rokok, memasukkan pengendalian konsumsi rokok dalam pedoman penanganan Covid-19 oleh seluruh satuan tugas di pusat maupun daerah, memperluas kabupaten/kota dengan kebijakan kawasan tanpa rokok disertai edukasi komprehensif tentang bahaya merokok.

Kemudian membatasi akses pembelian rokok melalui pemberlakuan lisensi penjualan produk tembakau sebagai zat adiktif, meningkatkan edukasi berhenti merokok dan menyediakan unit berhenti merokok pada level fasilitas kesehatan tingkat pertama, meningkatkan luas peringatan kesehatan bergambar dalam revisi PP109/2012 sesuai dengan peta jalan pengendalian tembakau menuju plain packaging golden standard, dan menaikkan cukai rokok untuk mendorong kenaikan harga rokok.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Disiplin Prokes dan Vaksinasi, Kunci Ubah Pandemi Jadi Endemi

Untuk melanjutkan transisi pandemi menuju endemi, maka masyarakat perlu meningkatkan kesadaran pentingnya protokol kesehatan (prokes) dan vaksinasi

KESEHATAN | 18 September 2021

Sentra Vaksinasi Covid-19 MNC Peduli di Bogor Dihadiri Miss Indonesia

Sentra Vaksinasi Covid-19 yang dihelat MNC Peduli bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan Puskesmas Curugbitung dihadiri Miss Indonesia 2020 Carla Yules.

KESEHATAN | 18 September 2021

Update Covid-19: Tren Kasus Aktif Menurun, Tetap Waspada

Penanganan Covid-19 di Tanah Air terus membaik namun harus tetap waspada

KESEHATAN | 18 September 2021

Mendagri Minta Pemerintah Desa Serius Tangani Stunting

Menurut Mendagri Tito Karnavian bila masalah stunting ini tidak ditangani dengan baik, maka Indonesia Emas 2045 hanya sebatas mimpi.

KESEHATAN | 18 September 2021

Soal Labelisasi Bahaya BPA, Ketua JPKL: Tindakan BPOM Sudah Tepat

Ketua JPKL Roso Daras menyebutkan keputusan BPOM untuk melabeli kemasan plastik No.7 seperti galon guna ulang polikarbonat sudah tepat.

KESEHATAN | 18 September 2021

Menko Luhut: Kondisi Makin Membaik, Jangan Lengah

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan agar masyarakat tidak lengah dan tetap waspada supaya Covid-19 tidak naik lagi.

KESEHATAN | 18 September 2021

Apakah Kita Perlu Vaksin Booster? Data di Dunia Ternyata Menunjukkan Hal Ini

Orang-orang yang divaksinasi lebih awal dalam pandemi sekarang lebih rentan terhadap mutasi infeksi, terutama dalam menghadapi varian Delta.

KESEHATAN | 18 September 2021

Pengiriman Pertama Donasi 4,6 Juta Vaksin Pfizer dari AS untuk Indonesia Tiba

Pemerintah dan rakyat Amerika Serikat (AS) menyatakan dukungan sepenuhnya bagi rakyat Indonesia dalam perang melawan Covid-19.

KESEHATAN | 18 September 2021

Ayo Melangkah Sebanyak Ini untuk Peluang Umur Panjang, Jangan Berlebih

Untuk meningkatkan peluang kita berumur panjang, kita mungkin harus mengambil setidaknya 7.000 langkah sehari atau berolahraga lebih dari 2,5 jam per minggu.

KESEHATAN | 18 September 2021


TAG POPULER

# Napoleon Bonaparte


# Ali Kalora


# Ancaman Keamanan Bangsa


# Inter Milan


# Persib



TERKINI
Banyak Siswa Belum Divaksin, Disdik Tangerang Berhati-hati Laksanakan PTM

Banyak Siswa Belum Divaksin, Disdik Tangerang Berhati-hati Laksanakan PTM

MEGAPOLITAN | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings