Penanaman PHBS Sejak Dini Cegah Penyebaran Covid-19
Logo BeritaSatu

Penanaman PHBS Sejak Dini Cegah Penyebaran Covid-19

Kamis, 24 September 2020 | 16:59 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Penanaman Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara intensif dan berkelanjutan menjadi sangat penting dan krusial dilakukan sejak dini. Pasalnya, anak merupakan salah satu golongan usia yang rentan terjangkit penyakit, termasuk Covid-19.

Terlebih, jumlah kematian anak (0-18 tahun) akibat Covid-19 di Indonesia tertinggi se-Asia Pasifik, angkanya 1,1 persen lebih tinggi dari Tiongkok, Italia dan Amerika Serikat (AS).

Data lain juga menunjukkan, Indonesia menduduki peringkat pertama terkait proporsi angka kejadian Covid-19 pada anak, yaitu sebesar 9,1 persen. Permasalahan ini pun makin menantang karena berbagai kegiatan harus tetap berjalan, termasuk belajar mengajar.

Pakar kesehatan sekaligus selebritas yang sangat vokal menyuarakan pentingnya perlindungan anak dari ancaman Covid-19 dr Mesty Ariotedjo SpA mengatakan, walaupun seringkali tidak menunjukkan gejala, anak yang terinfeksi SARS-CoV-2 memiliki jumlah virus dalam darah atau viral load yang tinggi di saluran napas sehingga kemungkinan menularkan individu lainnya sangat besar.

"Untuk meminimalkan risiko ini, biasakan anak melakukan PHBS dengan benar, dan pastikan mereka mendapatkan gizi seimbang sehingga imunitasnya tetap terjaga,” ungkapnya di sela virtual media conference 'Program Sekolah & Pesantren Sehat di Era Adaptasi Kebiasaan Baru', Kamis (24/9/2020).

Mesty menambahkan, guna mencegah lingkungan pendidikan menjadi klaster penyebaran Covid-19, para pengajar serta orang tua terus menanamkan pentingnya protokol kesehatan, seperti memakai masker, sering mencuci tangan dan menjaga jarak aman, agar anak dapat lebih siap ketika nanti diperbolehkan kembali bersekolah. "Hal ini menjadi sangat penting, karena perubahan perilaku berkontribusi 80 persen dalam mengendalikan kurva pandemi," tandasnya.

Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Dra Sri Wahyuningsih MPd mengatakan, hak anak untuk mendapatkan pendidikan harus tetap diprioritaskan demi masa depannya. Namun sebelum melepas mereka kembali bersekolah, harus membiasakan PHBS sejak dini sebagai kunci mengendalikan penyebaran Covid-19 di lingkungan pendidikan.

"Selain memastikan seluruh sekolah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, Kemdikbud sangat mendorong peran serta para pengajar serta orang tua untuk membekali anak dengan pengetahuan PHBS tepat sejak dini sebagai modal agar mereka dapat belajar dengan aman,” tambahnya.

Head of Corporate Affairs & Sustainability Unilever Indonesia, Nurdiana Darus menjelaskan, sebagai perwujudan salah satu pilar penting Unilever Sustainable Living Plan (USLP) yang dicanangkan di tahun 2010, Program Sekolah dan Pesantren Sehat menjadi bagian dari kesuksesan USLP meningkatkan kesehatan dan kebersihan 1,3 miliar orang di seluruh dunia.

"Di masa pandemi program ini makin relevan sebagai upaya melindungi kesehatan anak, mempersiapkan mereka menghadapi era adaptasi kebiasaan baru, sekaligus menekan penularan Covid-19," jelasnya.

Selain itu, hasil evaluasi terhadap efektivitas program ini juga menunjukkan data menggembirakan. Program ini berhasil mengubah kebiasaan 43 persen anak untuk terbiasa mencuci tangan di lima waktu penting, dibandingkan sebelumnya yang hanya tiga kali sehari saja," terang Nurdiana.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Lagi, Kasus Baru Covid-19 Catat Rekor Baru 4.634

Berarti dalam waktu lima hari sudah terjadi empat kali rekor kasus baru Covid-19 atau keempat kalinya secara beruntun terjadi penambahan di atas 4.000.

KESEHATAN | 24 September 2020

Erick Thohir: Kapasitas Pengetesan dan RS Terus Ditambah

Per Rabu (23/9), pemeriksaan spesimen harian Covid-19 mencapai 38.181, melebihi standar WHO, dan persentase pasien sembuh mencapai 73%.

KESEHATAN | 24 September 2020

Klaster Keluarga Meningkat, Menteri PPPA Usulkan Protokol Kesehatan Keluarga

Selama protokol kesehatan keluarga belum ada, Bintang mengajak seluruh keluarga di Indonesia tetap menggunakan masker di rumah.

KESEHATAN | 24 September 2020

Pandemi Covid-19 di Indonesia Belum Mencapai Puncak

Pakar epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, mengatakan pandemi Covid-19 belum mencapai puncak.

KESEHATAN | 24 September 2020

Erick Thohir: Pemerintah Perkuat Upaya Penanganan Covid-19

Per Rabu (23/9/2020), pemeriksaan spesimen harian Covid-19 mencapai 38.181, melebihi standar WHO.

KESEHATAN | 24 September 2020

Synbiotech dan Lonza Luncurkan Sport Probiotic ke Pasar Global

Kemitraan Synbiotech dan Lonza akan saling memanfaatkan keunggulannya masing-masing dalam bidang penelitian ilmiah.

KESEHATAN | 24 September 2020

Data Kasus Covid-19 Tidak Sinkron, Kemkes: Lab RS Paling Malas Kirim Data ke Pusat

Padahal, data yang tidak sinkron ini akan berdampak pada ketersediaan kapasitas, seperti alat pelindung diri (APD).

KESEHATAN | 23 September 2020

Data Kasus Covid-19 Tidak Sinkron, Kemkes: Semua Tergantung Laporan Laboratorium

Yurianto mengatakan, lab di daerah kerap lupa dan malas mengirim data ke aplikasi yang akan diakses oleh pemerintah pusat.

KESEHATAN | 23 September 2020

IDI: Pelacakan Kontak Indonesia Belum Penuhi Standar WHO

Berdasarkan data terakhir pada Mei lalu, pelacakan yang dilakukan Pemprov DKI hanya menyasar 3 kontak untuk setiap 1 kasus atau pelacakan kontak 1:3.

KESEHATAN | 23 September 2020

Perokok Punya Risiko 14 Kali Lipat untuk Mati karena Covid-19

Perokok berisiko terkena Covid-19 lebih tinggi karena terjadi gangguan sistem imunitas saluran napas dan paru akibat asap rokok.

KESEHATAN | 23 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS