Disinfektan dari Bahan Alami yang Tidak Ganggu Pernapasan
Logo BeritaSatu

Disinfektan dari Bahan Alami yang Tidak Ganggu Pernapasan

Rabu, 30 September 2020 | 20:12 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com – Apa keluhan semprotan disinfektan yang sering didengar selama masa pandemi ini? Tentu saja wangi yang menyengat di hidung, membuat pernapasan menjadi sesak, dan kekhawatiran akan bahan kimia berbahaya yang terkandung dalam cairan disinfektan tersebut,

Memang sekarang ini, sulit menemukan produk disinfektan yang aman, terutama untuk anak-anak. Karena produk yang ada di pasaran memiliki banyak komposisi yang tidak ramah, juga mengandung bahan kimia berbahaya.

Di masa pandemi Covid-19 ini, pemakaian disinfektan begitu sering digunakan sehari-hari. Dapat dibayangkan berapa kali dalam sehari harus menghirup bahan kimia berbahaya pada semprotan disinfektan.

Untuk itu diperlukan produk yang terbuat dari bahan-bahan alami yang aman, namun juga efektif bekerja sebagai anti-bakteri dan anti-virus.

Di antara begitu banyak produk impor yang membanjiri pasar, ada merek lokal Indonesia yang memanfaatkan rempah-rempah sebagai bahan utamanya.

Salah satunya adalah Beauty Barn yang mengeluarkan Vir-O, sebagai produk disinfektan yang aman untuk pernapasan anak-anak, ibu hamil, menyusui, juga untuk mereka yang sensitif pada aroma menyengat, serta memiliki alergi pernapasan.

“Produk ini tanpa menggunakan bahan-bahan berbahaya seperti hydrogen peroxide, phthalates sebagai bahan pewangi, juga tidak menggunakan alkohol tinggi. Tetapi menggunakan bahan alami dari kandungan lemon dan kayu manis, sehingga Vir-O bisa menjadi pilihan yang aman bagi kesehatan pernapasan,” ujar CEO Beaty Barn, Welly Ng dalam keterangannya, Rabu (30/9/2020).

Welly mengatakan, menurut penelitian dari Swinburne University of Technology oleh Dr Sanjida Topa dengan timnya, penggunaan kayu manis sebagai essential oil telah banyak digunakan dan dapat berperan sebagai pelindung anti-bakteri.

Senyawa Cinnamaldehyde (CAD) yang ada dalam aroma dan citarasa kayu manis yang unik, ternyata dapat menerobos biofilms. Biofilms sendiri adalah lapisan pelindung yang dibangun oleh bakteri untuk menyerang sistem imun melalui infeksi. Selain itu, kayu manis sendiri memiliki khasiat anti-fungal atau anti-jamur.

Sedangkan lemon memiliki karakter dapat menurunkan pH dalam lingkungan sehingga siklus hidup bakteri tidak dapat bertahan dalam pH yang rendah.

“Jika lemon dan kayu manis diformulasikan menjadi satu sebagai antiseptik dalam disinfektan, terutama jika tidak mengandung pewangi buatan, maka sesak napas yang sering dialami banyak orang ketika menghirup disinfektan akan dapat dihindari,” papar Welly.

Menurut Welly menggunakan Vir-O tidak akan menyebabkan efek samping negatif bagi kesehatan, juga nyaman bagi pernapasan. Dengan begitu kesehatan pernapasan keluarga tidak akan terganggu.

“Sudah saatnya kita harus mempertimbangkan pemakaian produk disinfektan yang berbahaya bagi kesehatan pernapasan, dan menggantinya dengan produk yang menggunakan bahan alami dan natural, serta aman ketika digunakan,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Selisih 3.458, Kasus Covid-19 Indonesia Segera Kalahkan Jerman

Di atas Indonesia dan Jerman ada Filipina, yang kini berada pada posisi 21. Total kasus di Filipina mencapai 311.694 kasus.

KESEHATAN | 30 September 2020

Luhut Pandjaitan: Percepat Pembayaran Klaim Rumah Sakit

BPJS Kesehatan diminta segera berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk melakukan verifikasi data rumah sakit yang klaimnya terkendala.

KESEHATAN | 30 September 2020

Kasus Baru Covid-19 Tambah 4.284, DKI Jakarta Sumbang 1.159

Maluku menjadi satu-satunya provinsi yang melaporkan tidak adanya kasus baru Covid-19.

KESEHATAN | 30 September 2020

Update Covid-19: Kasus Sembuh Pecahkan Rekor 4.510

Penambahan 4.510 kasus sembuh dalam 24 jam terakhir ini memecahkan rekor sebelumnya yakni 4.343 yang terjadi pada 25 September lalu.

KESEHATAN | 30 September 2020

Orang Obesitas Lebih Berisiko Terkena Covid-19

Penelitian menunjukkan, orang dengan obesitas memiliki risiko 46 persen lebih tinggi terkena Covid-19.

KESEHATAN | 29 September 2020

Satgas Covid-19 Sebut Upaya 3T Ampuh Turunkan Kasus Aktif

Rendahnya persentase rata-rata kasus aktif Covid-19 di Indonesia dibandingkan dunia karena pemerintah Indonesia melakukan testing dan tracing.

KESEHATAN | 29 September 2020

Wiku: Upaya Tracing Membutuhkan Sinergisitas Masyarakat

Satgas Covid-19 mengimbau masyarakat tidak memberikan stigma negatif terhadap penderita positif Covid-19.

KESEHATAN | 29 September 2020

Satgas Sebut Angka Kesembuhan 99 Daerah Kurang dari 50 Persen

Sebanyak 399 dari 514 kabupaten/kota memiliki tingkat kesembuhan antara 50 persen hingga 100 persen.

KESEHATAN | 29 September 2020

Satgas Covid-19 : Rapid Test Antigen Bisa Digunakan di Indonesia

Rapid test antigen ini bisa mengeluarkan hasil tes Covid-19 dalam beberapa menit.

KESEHATAN | 29 September 2020

Satgas Susun Sasaran Prioritas Penerima Vaksin Covid-19

Satgas Covid-19 memastikan ketersediaan vaksin yang ada untuk melindungi seluruh masyarakat Indonesia.

KESEHATAN | 29 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS