Studi: Orang Golongan Darah O Berisiko Lebih Rendah Terinfeksi Covid-19
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.144 (-1.14)   |   COMPOSITE 6258.75 (-10.28)   |   DBX 1361.34 (-0.65)   |   I-GRADE 179.18 (-0.62)   |   IDX30 502.509 (-1.33)   |   IDX80 134.874 (0.02)   |   IDXBUMN20 393.542 (-2.05)   |   IDXESGL 138.721 (0.08)   |   IDXG30 140.869 (-0.28)   |   IDXHIDIV20 444.908 (-0.07)   |   IDXQ30 144.657 (-0.05)   |   IDXSMC-COM 296.3 (0.74)   |   IDXSMC-LIQ 351.212 (3.56)   |   IDXV30 132.413 (1.76)   |   INFOBANK15 1051.36 (-9.47)   |   Investor33 433.839 (-1.51)   |   ISSI 179.41 (0.06)   |   JII 608.801 (0.64)   |   JII70 214.954 (0.38)   |   KOMPAS100 1205.85 (-1.58)   |   LQ45 941.363 (-1.13)   |   MBX 1692.14 (-3.13)   |   MNC36 321.868 (-1.1)   |   PEFINDO25 321.871 (0)   |   SMInfra18 304.318 (3.57)   |   SRI-KEHATI 368.746 (-1.3)   |  

Studi: Orang Golongan Darah O Berisiko Lebih Rendah Terinfeksi Covid-19

Kamis, 15 Oktober 2020 | 10:11 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / DAS

Kopenhagen, Beritasatu.com - Orang dengan golongan darah O memiliki risiko lebih rendah untuk terinfeksi Covid-19 dan memiliki kemungkinan lebih kecil untuk sakit parah. Para pakar menyebut, dua studi dari Denmark dan Kanada yang dipublikasikan Rabu (14/10) tersebut perlunya penelitian lebih lanjut.

Dua studi tersebut memberikan bukti lebih lanjut bahwa tipe darah kemungkinan memainkan peran dalam kerentanan seseorang terhadap infeksi dan peluang mereka mengalami serangan penyakit yang parah.

Studi itu menemukan bahwa di antara 7.422 orang yang positif Covid-19, hanya 38,4% orang dengan golongan darah O, meskipun, di antara kelompok 2,2 juta orang yang tidak dites, tipe golongan darah O mencakup 41,7% populasi. Secara kontras, 44,4% golongan darah A dinyatakan positif Covid-19, sedangkan dalam populasi Denmark tipe darah A mencakup 42,4%.

Dalam studi lainnya, para peneliti di Kanada menemukan di antara 95 pasien dalam kondisi kritis karena Covid-19, proporsi lebih tinggi dengan golongan darah A atau AB, yakni 84% membutuhkan ventilator dibandingkan para pasien dengan kelompok darah O atau B sebanyak 61%.

Studi dari Kanada juga menemukan bahwa orang dengan tipe darah A atau AB lebih lama berada di unit perawatan intensif (ICU), rata-rata 13,5 hari, dibandingkan orang-orang dengan golongan darah O atau B, yang rata-rata menghabiskan waktu di ICU selama sembilan hari.

“Sebagai seorang dokter, itu ada di benak saya ketika saya melihat para pasien dan mengelompokkan mereka. Tapi sebagai penanda yang pasti, kami membutuhkan temuan berulang kali yang memperlihatkan hal sama,” kata Dr Mypinder Sekhon, yang bertugas di bagian perawatan intensif Rumah Sakit Umum Vancouver sekaligus penulis studi tersebut, seperti dikutip CNN, Kamis (15/10).

Meski demikian, Sekhon yang juga asisten profesor klinis di Divisi Kedokteran Perawatan Kritis dan Departemen Kedokteran di Universitas British Columbia, memperingatkan minimnya kerentanan kepada kelompok darah O akan menggantikan faktor risiko keparahan lainnya seperti faktor usia dan penyakit penyerta (komorbid).

“Karena itu jika Anda berdarah A jangan menjadi panik, dan jika Anda berdarah O tidak berarti bebas pergi ke pub dan bar,” lanjut Sekhon.

Golongan darah manusia terbagi dalam empat kelompok yaitu A, B, AB, atau O. Di Amerika Serikat (AS), golongan darah paling umum adalah O dan A.

Kondiai itu tidak membuat banyak perbedaan dalam hidup keseharian orang, kecuali dalam hal seseorang harus melakukan transfusi darah. Itu sebabnya, orang-orang tidak perlu terlalu khawatir kaitan antara golongan darah dan Covid-19, kata Dr Torben Barington selaku penulis senior penelitian Denmark dan profesor klinis di RS Universitas Odense dan Universitas Denmark Selatan.

Penelitian mengenai golongan darah dan Covid-19 sebelumnya sudah pernah dilakukan di sejumlah negara lainnya. Hasil studi terhadap sejumlah pasien yang terinfeksi virus corona jenis baru (Covid-19) di Tiongkok menunjukkan bahwa orang bergolongan darah A paling rentan terinfeksi virus tersebut. Sementara, orang dengan golongan darah O adalah yang paling kuat dalam menangkal Covid-19 masuk ke dalam tubuhnya.

Beberapa peniliti medis di Tiongkok mengambil sampel lebih dari 2.000 pasien yang terinfeksi Covid-19 di Wuhan dan Shenzen serta membandingkan dengan masyarakat yang sehat. Mereka menemukan bahwa golongan darah A menunjukkan rasio paling tinggi terinfeksi dan menunjukkan beberapa gejala.

Meski mereka mengatakan bahwa studi itu masih awal dan masih ada beberapa hal yang harus dilakukan, namun mereka mendesak pemerintah dan fasilitas kesehatan untuk mempertimbangkan perbedaan golongan darah dalam melakukan mitigasi dan merawat pasien.

“Orang dengan golongan darah A mungkin lebih membutuhkan perlindungan personal yang lebih baik lagi untuk mengurangi peluang terinfeksi,” tulis para peneliti yang dipimpin Wang Zinghuan yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Zhongnan Universitas Wuhan, seperti dikutip South China Morning Post, Selasa (17/3/2020).



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

RI dan Inggris Sepakat Akses Vaksin Covid-19 yang Setara

Pertemuan tersebut tatap muka pertama kalinya setelah dia dan Raab bertemu secara virtual pada pertemuan tingkat menlu ASEAN.

KESEHATAN | 15 Oktober 2020

Internet Tersedia di Puskesmas dan Rumah Sakit Penanganan Covid-19

Pemerintah berkomitmen melakukan akselerasi penyediaan akses internet di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di seluruh Indonesia.

KESEHATAN | 15 Oktober 2020

Peningkatan Lebih dari 1.000 Kasus Aktif Terjadi di 12 Kabupaten/Kota

Per 11 Oktober 2020, terdapat 12 kabupaten/kota yang memiliki lebih dari 1.000 kasus aktif.

KESEHATAN | 15 Oktober 2020

Alasan Ibu Menyusui Tetap Perlu Pompa ASI Elektrik

Mutter sebagai salah brand pompa ASI, menjadi solusi bagi kalangan ibu menyusui di Indonesia.

KESEHATAN | 14 Oktober 2020

Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac Berjalan Baik

Sudah ada 600 relawan disuntikkan vaksin buatan Bio Farma lebih dari satu kali. Sementara 400 orang lainnya yang disuntikan vaksin sebanyak satu kali.

KESEHATAN | 14 Oktober 2020

Apakah Bayi dalam Kandungan Dapat Tertular Covid-19?

Para ahli belum menemukan bukti penularan virus corona saat proses kehamilan dan persalinan.

KESEHATAN | 14 Oktober 2020

Meski Pandemi, Ibu Hamil Wajib Rutin Periksa Kandungan

Hal ini penting dilakukan agar perkembangan buah hati dapat terpantau dengan baik oleh dokter.

KESEHATAN | 14 Oktober 2020

17 Provinsi Laporkan Kasus Sembuh Lebih Banyak dari Kasus Baru Covid-19

DKI Jakarta melaporkan kasus sembuh sebanyak 1.191, lebih banyak dari kasus baru Covid-19 sebanyak 1.038 pada hari ini.

KESEHATAN | 14 Oktober 2020

Update Covid-19: Tambah 4.127, Kasus Positif di Indonesia Jadi 344.749

Menurut data Kementerian Kesehatan, jumlah tersebut didapat dari pemeriksaan spesimen sebanyak 40.393.

KESEHATAN | 14 Oktober 2020

Daewoong Pharmaceutical Raih Izin Uji Klinis Obat Covid-19 di Korea

Daewoong Pharmaceutical saat ini juga masih melakukan uji klinis untuk perawatan Covid-19 berbasis sel punca bernama DWP710 di Indonesia.

KESEHATAN | 14 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS