Dokter Meninggal karena Covid-19 Terus Bertambah, IDI: Ini Situasi Krisis
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Dokter Meninggal karena Covid-19 Terus Bertambah, IDI: Ini Situasi Krisis

Kamis, 15 Oktober 2020 | 13:46 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Ratusan tenaga medis dan tenaga kesehatan di Indonesia meninggal dalam tugas karena terpapar Covid 19. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyebut kondisi ini adalah situasi krisis dalam pelayanan kesehatan saat ini.

Berdasarkan pembaruan data Tim Mitigasi PB IDI per tanggal 15 Oktober 2020 yang diterima Beritasatu.com, pekan ini empat dokter meninggal dunia akibat Covid-19. Dalam waktu dua pekan Oktober, sudah ada sembilan dokter meninggal dunia dengan total 136 dokter wafat akibat Covid.

Para dokter yang wafat tersebut terdiri dari 71 dokter umum (empat guru besar), dan 63 dokter spesialis (lima guru besar), serta 2 residen yang berasal dari 18 IDI wilayah (provinsi) dan 66 IDI cabang ( Kota/Kabupaten).

Berdasarkan data provinsi, Jawa Timur 32 dokter, Sumatra Utara (23), DKI Jakarta (19), Jawa Barat (12), Jawa Tengah (9), Sulawesi Selatan (6), Bali (5), Sumatra Selatan (4), Kalimantan Selatan (4), Aceh (4), Riau (4), Kalimantan Timur (3), Kepulauan Riau (2), Yogyakarta (2), Nusa Tenggara Barat (2), Sulawesi Utara (2), Banten (2), dan Papua Barat (1).

Duka dan kekhawatiran terus menyelimuti para tenaga medis Indonesia. "Berbulan-bulan setelah pandemi, kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan masih terjadi dengan angka kematian yang semakin mengkhawatirkan. Sudah ratusan tenaga medis dan tenaga kesehatan di Indonesia meninggal dalam tugas pelayanan yang terpapar Covid 19, ini adalah situasi krisis dalam pelayanan kesehatan saat ini," kata Wakil Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Dr Ari Kusuma Januarto, SpOG(K).

Ditambahkan, setiap tenaga medis dan tenaga kesehatan memiliki hak untuk merasa aman di tempat kerjanya. Karena itu P IDI menyerukan harus ada kerja sama menyeluruh baik dari pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan sehingga para tenaga medis dan tenaga kesehatan dapat melanjutkan pekerjaan penting mereka tanpa mempertaruhkan nyawa mereka sendiri.

Tidak hanya masyarakat yag menginginkan pandemi ini cepat berlalu. Para tenaga medis dan kesehatan pun menginginkan hal yang sama. "Situasi ini tidak akan pernah selesai apabila tidak ada kerja sama penuh dari masyarakat sebagai garda terdepan," katanya.

Ketua Tim Pedoman dan Protokol Kesehatan dari Tim Mitigasi PB IDI, Dr dr Eka Ginanjar SpPD KKV mengatakan, masyarakat masih terlihat setengah hati dalam menjalankan protokol kesehatan. Contohnya, memasang masker di bawah dagu, berkumpul tanpa mengenakan masker, jarang mencuci tangan, abai berganti pakaian setelah beraktivitas di luar rumah, dan masih banyak lagi.

Saat ini, kata Eka, yang harus diwaspadai adalah orang yang terinfeksi Covid-19 tetapi tidak bergejala atau hanya bergejala ringan. Orang yang merasa baik-baik saja padahal sebenarnya membawa virus ini biasanya belum pernah melakukan tes Covid-19.

Mereka kemudian melakukan aktivitas di luar rumah dengan mengabaikan protokol kesehatan lantas menularkannya pada orang lain yang rentan.

"Bagi yang mengalami gejala seperti flu walaupun hanya ringan, janganlah meremehkan hal ini. Hindari keluar rumah ataupun berkumpul dan segera lakukan testing. Dalam banyak hal, orang-orang masih sulit mempercayai keberadaan Covid-19 saat ini," kata Eka.

Virus ini telah menyebar dengan cepat keseluruh dunia, termasuk Indonesia. Virus ini juga telah mengambil banyak nyawa dengan cepat yang menyebabkan hal ini disebut pandemi. Perlu diketahui walaupun sebagian besar tanpa gejala atau gejala ringan, tetapi ketika menginfeksi tubuh bisa menimbulkan reaksi badai peradangan yang bisa menimbulkan kondisi berat hingga kematian.

Virus ini tidak bisa terbang pindah sendiri tetapi manusialah yang membawanya kemana-mana. Hingga vaksin yang efektif dan aman ditemukan, maka tidak ada pencegahan yang lebih baik daripada protokol kesehatan. "Bukan hanya untuk keselamatan Anda sendiri, tetapi juga untuk orang di sekitar Anda, orang-orang yang Anda sayangi, kerabat, teman kerja dan masyarakat secara luas," kata Eka.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Status Green Zone Tingkatkan Kenyamanan Pasien

Rumah sakit memiliki beberapa regulasi ketat untuk menghindari terjadinya penularan Covid-19.

KESEHATAN | 15 Oktober 2020

2.708 Pasien Covid-19 Jalani Perawatan di Wisma Atlet Kemayoran

Sebanyak 2.708 pasien positif Covid-19 tanpa gejala tengah menjalani isolasi mandiri dan perawatan di Tower 4-7 Wisma Atlet Kemayoran hingga Kamis (15/10/2020).

KESEHATAN | 15 Oktober 2020

Saniter Gandeng Gojek untuk Dukung Program J3K

Godrej menyediakan 20.000 unit hand sanitizer ukuran 250ml di 10.000 unit GoCar di Jakarta.

KESEHATAN | 15 Oktober 2020

Studi: Orang Golongan Darah O Berisiko Lebih Rendah Terinfeksi Covid-19

Jika Anda berdarah O tidak berarti bebas pergi ke pub dan bar.

KESEHATAN | 15 Oktober 2020

RI dan Inggris Sepakat Akses Vaksin Covid-19 yang Setara

Pertemuan tersebut tatap muka pertama kalinya setelah dia dan Raab bertemu secara virtual pada pertemuan tingkat menlu ASEAN.

KESEHATAN | 15 Oktober 2020

Internet Tersedia di Puskesmas dan Rumah Sakit Penanganan Covid-19

Pemerintah berkomitmen melakukan akselerasi penyediaan akses internet di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di seluruh Indonesia.

KESEHATAN | 15 Oktober 2020

Peningkatan Lebih dari 1.000 Kasus Aktif Terjadi di 12 Kabupaten/Kota

Per 11 Oktober 2020, terdapat 12 kabupaten/kota yang memiliki lebih dari 1.000 kasus aktif.

KESEHATAN | 15 Oktober 2020

Alasan Ibu Menyusui Tetap Perlu Pompa ASI Elektrik

Mutter sebagai salah brand pompa ASI, menjadi solusi bagi kalangan ibu menyusui di Indonesia.

KESEHATAN | 14 Oktober 2020

Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac Berjalan Baik

Sudah ada 600 relawan disuntikkan vaksin buatan Bio Farma lebih dari satu kali. Sementara 400 orang lainnya yang disuntikan vaksin sebanyak satu kali.

KESEHATAN | 14 Oktober 2020

Apakah Bayi dalam Kandungan Dapat Tertular Covid-19?

Para ahli belum menemukan bukti penularan virus corona saat proses kehamilan dan persalinan.

KESEHATAN | 14 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS