IDI: Kematian Dokter Berhubungan dengan Tingginya Kasus Covid-19 di Suatu Wilayah
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 524.475 (-7.99)   |   COMPOSITE 6109.17 (-129.78)   |   DBX 1194.89 (-11.73)   |   I-GRADE 181.466 (-4.58)   |   IDX30 517.087 (-11.81)   |   IDX80 138.626 (-3.62)   |   IDXBUMN20 407.246 (-17.39)   |   IDXESGL 143.602 (-3.12)   |   IDXG30 142.274 (-3.48)   |   IDXHIDIV20 456.023 (-11.92)   |   IDXQ30 148.355 (-3.37)   |   IDXSMC-COM 276.257 (-7.75)   |   IDXSMC-LIQ 347.018 (-13.99)   |   IDXV30 137.723 (-3.73)   |   INFOBANK15 1047.79 (-12.16)   |   Investor33 444.391 (-8.03)   |   ISSI 179.418 (-4.68)   |   JII 631.935 (-18.62)   |   JII70 220.815 (-6.52)   |   KOMPAS100 1231.17 (-28.43)   |   LQ45 963.139 (-22.62)   |   MBX 1681.26 (-38.74)   |   MNC36 327.223 (-6.39)   |   PEFINDO25 325.051 (-6.97)   |   SMInfra18 313.073 (-11.44)   |   SRI-KEHATI 379.382 (-6.25)   |  

IDI: Kematian Dokter Berhubungan dengan Tingginya Kasus Covid-19 di Suatu Wilayah

Kamis, 15 Oktober 2020 | 22:43 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Hingga hari ini, tercatat sebanyak 136 dokter gugur akibat Covid-19. Menurut Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), tingginya angka kematian dokter akibat Covid-19 itu berkorelasi dengan tren meningkatnya kasus Covid-19 di suatu wilayah.

“Memang belum ada penelitian yang komprehensif, tetapi ketika kita melihat tren. Misalnya ketika di Surabaya lagi tinggi-tingginya angka Covid-19, banyak tenaga medis yang meninggal di sana. Begitu pula ketika di Jakarta kasus tinggi, maka banyak dokter meninggal. Kita juga melihat ketika kasus meningkat tinggi di Aceh, banyak tenaga medis meninggal di sana. Jadi dari tren tentu ada korelasi,” kata Ketua Tim Pedoman dan Protokol Kesehatan dari Tim Mitigasi PB IDI, dr. Eka Ginanjar kepada Suara Pembaruan, Kamis (15/10/2020).

Baca juga: Dokter Meninggal karena Covid-19 Terus Bertambah, IDI: Ini Situasi Krisis

Eka melanjutkan, tingginya kasus Covid-19 di suatu daerah berdampak pada sisi pelayanan kapasitas fasilitas kesehatan (faskes) yang penuh oleh pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kondisi ini menyebabkan layanan faskes terganggu, bahkan tenaga kesehatan ikut terpapar. Sebab, rumah sakit (RS) banyak yang tidak siap menampung pasien Covid-19 dengan baik.

Selain itu, meningkatnya kasus di suatu daerah juga memicu semakin banyak orang yang berstatus orang tanpa gejala (OTG). Dengan begitu, banyak ditemui pasien yang mengontrol kesehatan, mengalami kecelakaan patah tulang, maupun melahirkan ternyata positif Covid-19. Pasalnya, 80% pasien Covid-19 adalah OTG, sehingga banyak tenaga kesehatan di RS non-Covid-19 ikut terinfeksi.

“Jadi banyak juga dokter yang terpapar Covid-19 justru tidak menangani Covid-19 secara langsung. Mereka menangani pasien non-Covid-19 yang ternyata OTG karena di satu daerah meningkat kasus positifnya. Jumlah OTG banyak lalu mereka berobat ke RS non-Covid-19,” terang Eka.

Ia mengatakan, semakin meningkatnya jumlah dokter meninggal akibat Covid-19 merupakan kerugian besar bagi bangsa Indonesia. Pasalnya, saat ini ketersediaan dokter terbatas, khususnya dokter spesialis yang jumlahnya masih sangat minim.

Untuk itu, Eka mengimbau kepada masyarakat untuk bergotong royong memutus mata rantai penularan Covid-19 dengan patuh melaksanakan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Sementara kepada pemerintah, Eka mendorong untuk melakukan 3T, yakni testing, tracing, dan treatment serta tidak menyelenggarakan acara yang mengumpulkan orang banyak.

“Jadi pemerintah sebisa mungkin melakukan testing dan tracing sebanyak-banyaknya sehingga ditemukan pasien-pasien OTG sehingga tidak menulari tenaga medis. Lalu untuk treatment, tugas pemerintah adalah memenuhi kebutuhan ICU dan fasilitas kesehatan untuk merawat pasien Covid-19,” ucapnya.

Kendati demikian, Eka menuturkan, ketersediaan faskes yang dilakukan pemerintah tentu tetap ada keterbatasan. Untuk itu, ia pun meminta masyarakat agar menjaga jangan sampai ada ledakan kasus di daerahnya.

“Saya khawatir ke depan dengan adanya demo besar ini akan meningkatkan kasus Covid-19. Selain itu, saya juga khawatir dengan penyelenggaraan Pilkada. Malaysia yang sudah bebas saja naik lagi kasusnya ketika mereka melakukan pemilu lokal satu daerah di Sabah,” ucap Eka.

Baca juga: Epidemiolog: Jika Demo Berlanjut, Kasus Covid-19 Bisa Bertambah 8.000 Per Hari



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pakar: Keamanan Vaksin Tak Bisa Ditawar

Dalam keadaan normal, pembuatan vaksin bisa mencapai 10-15 tahun melalui serangkaian uji praklinis pada hewan dan uji klinis pada manusia.

KESEHATAN | 15 Oktober 2020

Tingkatkan Kekebalan Tubuh, Orang Dewasa Juga Perlu Vaksinasi

Salah satu alasannya, banyak orang dewasa yang saat kecil belum pernah divaksinasi sama sekali.

KESEHATAN | 12 Agustus 2019

Salip Filipina, Kasus Covid-19 Indonesia Tertinggi di ASEAN dan Peringkat Ke-18 Dunia

Indonesia juga berpotensi menyalip posisi Italia dan Bangladesh dalam beberapa hari ke depan.

KESEHATAN | 15 Oktober 2020

Bio Farma Dipercaya Koalisi Internasional untuk Produksi Vaksin Covid-19

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan, koalisi yang dimaksud adalah Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI).

KESEHATAN | 15 Oktober 2020

Penanganan Covid-19 di Jawa Tengah, Papua dan Bali Perlu Perhatian Serius

Kasus aktif di 10 provinsi prioritas secara umum menurun, namun di Jawa Tengah dan Papua mengalami peningkatan.

KESEHATAN | 15 Oktober 2020

Satgas Covid-19 Tegaskan Roadmap Vaksinasi Segera Rampung

Peta jalan ini diharapkan segera selesai agar bisa menjadi langkah konkret pemerintah dalam menjalankan program vaksinasi kepada seluruh masyarakat Indonesia.

KESEHATAN | 15 Oktober 2020

Gerakan Pentahelix 5 Juta Masker Medis Resmi Diluncurkan

KSP, GP Ansor dan Aice meluncurkan gerakan pentahelix 5 juta masker medis,dalam mencegah penularan Covid-19 di Indonesia.

KESEHATAN | 15 Oktober 2020

Update Covid-19: Kasus Sembuh Kembali Torehkan Rekor 5.810

Jumlah kasus sembuh Covid-19 di Indonesia memecahkan rekor pada hari ini yakni mencapai 5.810.

KESEHATAN | 15 Oktober 2020

Update Covid-19: Tambah 4.411, Kasus Positif di Indonesia Jadi 349.160

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 4.411 dalam 24 jam terakhir sampai Kamis (15/10/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 349.160.

KESEHATAN | 15 Oktober 2020

Prof Wiku: Jangan Ragukan Efektivitas Vaksin Covid-19

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito angkat bicara soal keraguan para ahli epidemiolog tentang efektivitas vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 15 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS