Kopmas Minta BPOM Serius Sosialisasi Aturan Kental Manis
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kopmas Minta BPOM Serius Sosialisasi Aturan Kental Manis

Jumat, 16 Oktober 2020 | 16:42 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat (Kopmas) meminta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) serius soal konsistensi penerapan dan sosialisasi peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan khususnya terkait dengan kental manis.

Sebab, sejak peraturan tersebut muncul hingga saat ini masih banyak mispersepsi akibat iklan kental manis di tengah masyarakat. Akibatnya, masih banyak masyarakat yang tidak paham fungsi kental manis.

Ketua Harian Kopmas, Rita Nurini, mengatakan dalam Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan terdapat 2 pasal yang mengatur tentang susu kental manis, yaitu pasal 54 dan 67 huruf W dan X. Kehadiran kedua pasal tersebut dalam regulasi yang dikeluarkan oleh BPOM seharusnya dapat langkah preventif sejumlah persoalan kesehatan masyarakat seperti diabetes, obesitas dan penyakit tidak menular lainnya.

“Namun, yang terlihat adalah setelah 2 tahun berjalan, belum terlihat langkah strategis sosialisasi peraturan untuk masyarakat yang diterapkan oleh pemerintah, baik BPOM maupun Kementerian Kesehatan,” ungkap Rita di sela webinar diskusi terbatas: 2 Tahun Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018, Pemerintah Setengah Hati Mengurusi Kental Manis, Kamis (16/10/2020).

Oleh karena itu, lanjut Rita, peran pemerintah dalam melakukan sosialisasi aturan mengenai produk kental manis perlu terus dioptimalkan. Sosialisasi peraturan seharusnya dilakukan pemerintah secara menyeluruh kepada masyarakat.

"Sebab, yang mengalami mispersepsi akibat iklan kental manis selama ini adalah masyarakat, tentunya pemerintah dan juga produsen harus dapat bertanggung jawab memperbaiki asumsi yang salah terhadap kental manis tersebut,” imbuhnya.

Di sekitar Jabodetabek misalnya, kata Rita, masih banyak ditemukan orang tua yang memberikan kental manis sebagai konsumsi anak dengan alasan belum mengetahui aturan BPOM.

“Selain itu, pada banyak minimarket, produk kental manis masih disandingkan dengan produk-produk susu, baik susu anak maupun keluarga. Hal ini yang mengakibatkan masih banyaknya masyarakat yang tidak paham fungsi kental manis,” paparnya.

Untuk itu, Rita menegaskan, pihaknya meminta BPOM untuk merevisi ketentuan tentang susu kental manis pada Peraturan BPOM Nomor 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan tersebut. Dengan melakukan peningkatan batasan usia pada label menjadi 5 tahun.

Penambahan ketentuan yang melarang kental manis disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman (Sesuai ketentuan nomor 1 point C pada SE). Tidak hanya itu, pemerintah ikut serta melakukan sosialisasi berkesinambungan kepada masyarakat melalui iklan layanan masyarakat, sosial media dan penyampaian materi sosialisasi melalui kegiatan posyandu.

"Produsen ikut bertanggung jawab dengan cara mengedukasi masyarakat melalui iklan yang benar-benar menjelaskan bagaimana penggunaan kental manis yang benar, yang boleh dan yang tidak boleh,” tegas Rita.

Peneliti dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Natalya Kurniawati, menambahkan, persoalan kental manis disebabkan karena mindset produk tersebut adalah susu dan telah mengakar selama bertahun-tahun.

Ditambah lagi, literasi gizi masyarakat menengah ke bawah masih rendah. Riset tentang literasi pangan pada 2018 menyebutkan masyarakat hanya mengetahui konsep empat sehat lima sempurna, belum ke pedoman gizi seimbang.

"Sebanyak 65 persen dari responden yang YLKI survei dari 400 rumah tangga di Depok dan Solo, menyatakan tidak tahu tentang pedoman gizi seimbang. Bahkan selepas ASI menggunakan kental manis untuk balitanya,” tutup Natalya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Update Covid-19: Positivity Rate Turun di Bawah 1%

Kemenkes juga mencatat jumlah kasus aktif kembali berkurang sebanyak 2.499 kasus sehingga total kasus aktif tinggal menjadi 40.270 kasus.

KESEHATAN | 27 September 2021

PPKM Tunjukkan Hasil Positif, Luhut: Kita Harus Hati-hati

Kasus konfirmasi Covid-19 di Jawa-Bali turun 98%, kendati begitu Luhut menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh membuat kita menjadi lengah.

KESEHATAN | 27 September 2021


Kemenkes: Alat Kesehatan Diproduksi Sesuai Kebutuhan

Kemenkes menyatakan, dalam tata kelola alat kesehatan (alkes) diproduksi berdasarkan kebutuhan, sehingga ada penelitian dan pengembangan produk alkes tersebut

KESEHATAN | 27 September 2021

Pemerintah Dorong Penggunaan Alat Kesehatan Produksi dalam Negeri

Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan kebijakan bahwa Fasyankes yang mengusulkan DAK harus memprioritaskan alkes produksi dalam negeri.

KESEHATAN | 27 September 2021

Jokowi Unggah Video Imbau Tetap Waspada Covid-19 dan Terapkan Protokol Kesehatan

Presiden Jokowi tak hentinya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai Covid-19 dan terus menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah gelombang ketiga Covid-19.

KESEHATAN | 27 September 2021

Mulai Oktober, Fitur PeduliLindungi Tersedia di Grab, Gojek hingga Jaki

Masyarakat yang tidak memiliki ponsel pintar, sertifikat vaksinnya bisa di teridentifikasi melalu nomor induk kependudukan (NIK).

KESEHATAN | 27 September 2021

Akan Ada 2 Aplikasi PeduliLindungi? Ini Kata Ketua DPR

Ketua DPR Puan Maharani menyatakan pihaknya menyambut baik rencana pemerintah untuk membuat alternatif aplikasi PeduliLindungi.

KESEHATAN | 27 September 2021

Kemenkes: Varian Lambda dan Mu Belum Terdeteksi dari PPLN ke Indonesia

Dari negara asal PPLN terbanyak, Malaysia, Arab Saudi, dan Singapura, belum ditemukan VoI (variant of interest) Lambda dan Mu.

KESEHATAN | 27 September 2021

Pasien Covid-19 Turun, Tempat Tidur RSDC Wisma Atlet Kemayoran Terpakai 3,91%

Senin (27/9/2021) jumlah pasien Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran ada 309 orang dirawat atau 3,91% dari total kapasitas sebanyak 7.894 tempat tidur.

KESEHATAN | 27 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Update Covid-19


# Lionel Messi


# Kebakaran Lapas Tangerang


# SUN



TERKINI
SGM, Lazada, dan WeCare Dukung Pemberdayaan Desa Generasi Maju di NTT

SGM, Lazada, dan WeCare Dukung Pemberdayaan Desa Generasi Maju di NTT

KESEHATAN | 1 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings