Pemanfaatan JKN-KIS Menurun Selama Pandemi Covid-19
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pemanfaatan JKN-KIS Menurun Selama Pandemi Covid-19

Kamis, 22 Oktober 2020 | 22:07 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 turut berdampak pada pola utilisasi atau pemanfaatan JKN-KIS. Jumlah peserta yang memanfaatkan layanan JKN-KIS menurun drastis dibanding sebelum pandemi. Penurunan ini diduga bukan hanya karena orang takut berobat ke fasilitas kesehatan (faskes), tetapi bisa jadi pemanfaatan layanan JKN sebelum pandemi tidak sesuai kebutuhan medis pasien.

Hal ini disampaikan Guru Besar sekaligus Ketua Center for Health Economics and Policy Studies Universitas Indonesia (CHEPS-UI), Prof Budi Hidayat, pada media workshop yang diselenggarakan BPJS Kesehatan, Kamis (22/10/2020).

Menurut Budi, utilisasi JKN cenderung turun saat Indonesia terkena pandemi. Ini fenomena yang menarik, mengingat selama ini pemanfaatan terus meningkat hingga dana JKN-KIS mengalami defisit. Defisit merupakan salah satu refleksi tingginya utilisasi yang membutuhkan biaya klaim tinggi.

“Di masa pandemi utilisasi JKN justru cenderung rendah. Ini menimbulkan sebuah hipotesis untuk dikaji lebih lanjut apakah pola utilisasi sebelum Covid-19 itu terjadi karena secara alamiah, dengan arti kata apakah sesuai kebutuhan medis pasien,” kata Budi.

Menurutnya, turunnya utilisasi ini memunculkan anomali. Sebelum Covid-19, terdapat utilisasi sebesar 5% untuk rumah sakit (RS). Ketika datang wabah, harusnya angka utilisasi ini naik.

Sebelum pandemi, satu orang pasien dirujuk oleh faskes tingkat pertama ke RS. Angka kunjungan pasien tersebut ke RS untuk diagnosis yang sama rata-rata bisa sampai empat kali. Pola ini berubah ketika ada pandemi.

Ini baru dari angka ini baru dari angka kunjungan berulang, belum kunjungan lainnya. Mulai dari angka kontak pasien terhadap faskes, angka kunjungan terhadap jenis pelayanan kesehatan yang dibutuhkan, hingga angka kunjungan berulang baik itu di RS maupun faskes tingkat pertama. Semuanya menurun selama Covid-19. Fenomena ini perlu dikaji lebih mendalam apakah pola utilisasi di Indonesia selama ini tidak sesuai kebutuhan medis.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Chairul Radjab Nasution mengatakan, utilisasi atau kunjungan pasien JKN-KIS ke faskes memang berkurang, tetapi biaya manfaat tetap tinggi. Meskipun penurunan ini berpengaruh pada potensi perbaikan rasio klaim, tetapi hanya bersifat insidental karena momentum Covid-19 dan adanya kenaikan iuran peserta.

Dengan kata lain, kenaikan iuran dan perbaikan rasio klaim tidak menjamin defisit BPJS Kesehatan hilang selama pengendalian biaya manfaat tidak optimal. Oleh karena itu, ia menyarankan, hal ini harus diantisipasi dengan peningkatan keparahan penyakit dari peserta dan lonjakan kunjungan kasus katastropik pascapandemi. Kondisi ini menimbulkan risiko kenaikan klaim ke BPJS Kesehatan.

“Saran Dewas, BPJS Kesehatan melakukan evaluasi berkala terhadap utilisasi faskes khususnya pada masa pandemi ini di setiap wilayah. Kemudian, hasil evaluasi ini digunakan sebagai dasar penyusunan strategi pengendalian biaya manfaat pascapandemi,” kata Chairul.

Klaim Tinggi
Dihubungi terpisah, Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar mengatakan, meski utilisasi menurun, tetapi biaya klaim tinggi karena tidak sedikit pasien yang selama pandemi menunda kunjungan ke faskes. Akibatnya, ketika mereka datang ke RS sudah menagalmi komplikasi atau kondisi berat, yang tentu membutuhkan biaya perawatan yang lebih tinggi.

Inilah pentingnya mendorong pemanfaatan telemedis, di mana pasien-pasien bisa dikontrol sehingga tidak sampai komplikasi ketika datang ke faskes.

Menurut Timboel, penurunan utilisasi ini justru jadi bumerang bagi BPJS Kesehatan. Mereka yang selama ini menunda kunjungan ke faskes karena takut bisa jadi kembali ke RS pascapandemi. Saat datang ke faskes, banyak kemungkinan sudah terjadi komplikasi. Ini akan berpengaruh ke biaya klaim yang harus dibayarkan BPJS Kesehatan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

DKI Catat Rekor Penambahan Kasus Baru Positif Covid-19 Terendah Sejak Juni 2020

Dinkes DKI mencatat sebanyak 91 kasus baru positif Covid-19 di Jakarta pada hari ini. Jumlah ini menjadi rekor penambahan kasus harian terendah sejak Juli 2020.

KESEHATAN | 20 September 2021

Proses Transisi Pandemi ke Endemi Covid-19, Tergantung Cakupan Vaksinasi

Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, proses transisi dari pandemi ke endemic Covid-19 tergantung dari cakupan vaksinasi

KESEHATAN | 20 September 2021

Menkes: Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Capai 125,7 Juta Dosis Suntikan

Untuk mempercepat vaksinasi, Budi menyebutkan, atas saran Presiden Joko Widodo, target cakupan vaksinasi per provinsi harus mencapai di atas 20%.

KESEHATAN | 20 September 2021

Menkes: 50% Masyarakat Masih Takut Jalani Testing

Sebanyak 50% masyarakat Indonesia masih takut di-testing Covid-19.

KESEHATAN | 20 September 2021

Tak Mau Kecolongan Lagi, Pemerintah Batasi Pintu Masuk ke Indonesia

Pemerintah membatasi pintu masuk perjalanan internasional ke Indonesia untuk mencegah penyebaran varian baru Covid-19

KESEHATAN | 20 September 2021

Untuk Pertama Kalinya, Angka Reproduksi Efektif Covid-19 di Bawah 1

Untuk pertama kalinya, angka reproduktif efektif Covid-19 di Indonesia mencapai di bawah angka 1, tepatnya 0,98.

KESEHATAN | 20 September 2021

Antisipasi Penularan Covid-19, TNI-Polri Dikerahkan Awasi Jalur Tikus

Pemerintah akan mengerahkan TNI dan Polri mengawasi ratusan jalur tikus, baik di darat maupun laut untuk mencegah penularan Covid-19

KESEHATAN | 20 September 2021

Luhut Ingatkan Masyarakat Tidak Euforia dan Tetap Disiplin Protokol Kesehatan

Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, meski situasi pandemi Covid-19 membaik.

KESEHATAN | 20 September 2021

Menkes: PeduliLindungi Diakses 50 Juta Kali Dalam Sehari

Aplikasi PeduliLindungi saat ini telah diakses lebih dari 50 juta kali dalam sehari oleh masyarakat yang beraktivitas di berbagai ruang publik

KESEHATAN | 20 September 2021

Bioskop dan Pertandingan Liga Dibuka pada Kabupaten-Kota Level 3 dan 2

Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, bioskop dan pertandingan Liga 2 dapat dibuka kembali pada kabupaten dan kota level 3-2

KESEHATAN | 20 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Napoleon Bonaparte


# Mourinho


# Manchester United


# KKB



TERKINI
Nakes Korban Penyerangan KKB di Papua Bantah Dokter Restu Pegang Senjata

Nakes Korban Penyerangan KKB di Papua Bantah Dokter Restu Pegang Senjata

NASIONAL | 16 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings