Angka Covid-19 Anak di Indonesia Naik 100 Persen
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Angka Covid-19 Anak di Indonesia Naik 100 Persen

Kamis, 22 Oktober 2020 | 23:06 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Total kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah, tak terkecuali kasus di kalangan anak-anak. Menurut data yang dilansir dari unggahan Instagram @kawalcovid19, total kasus positif pada anak lebih dari 37.000 kasus. Terjadi kenaikan lebih dari 100% dari data kasus pada September lalu, yang berkisar di angka 15.000 kasus.

Anggota Satuan Tugas Covid-19 IDAI, dr Anggraini Alam mengatakan, saat ini kasus pada anak tengah membawa keprihatinan. Di Indonesia, kasus Covid-19 pada anak sudah mencatat angka kematian lebih tinggi yakni 208. Angka kematian tersebut bahkan lebih tinggi daripada akumulasi kematian kasus Covid-19 di negara seperti Malaysia, Hong Kong, dan Taiwan, yang rata-rata masih di bawah 200 anak.

Anggraini mengatakan, kasus Covid pada anak membuktikan masyarakat Indonesia masih menganggap hal tersebut hanyalah angka. Padahal sebenarnya Covid-19 terus mengancam kesehatan dan keselamatan anak-anak mereka.

"Angka hanya angka, padahal saudara kita saat ini sangat sedih dan prihatin. Namun kita lihat di berbagai media, rasa keprihatinan dan kewaspadaan masih rendah,” jelasnya saat dihubungi Suara Pembaruan, Kamis (22/10/2020).

Menurut Anggraini, saat ini yang bisa dilakukan masyarakat adalah bersatu untuk menjalankan protokol kesehatan atau 3M. Mulai dari mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker kain tiga lapis atau masker bedah, dan juga menjaga jarak dari kerumunan.

Sementara secara terpisah epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menuturkan, terdapat tiga faktor utama yang mendorong angka kasus anak di Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara-negara lainnya. Pertama adalah mengenai cakupan status imunisasi dasar lengkap (IDL) turun hingga 19,7% pada Maret-April 2020 sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

Menurutnya, situasi ini tidak hanya meningkatkan risiko wabah dari penyakit yang semestinya bisa dicegah dengan imunisasi seperti difteri, campak, polio dan rubella. Namun juga, membuka risiko yang lebih besar pada anak untuk terinfeksi Covid-19.

"Kita tahu, imunisasi lengkap akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak. Maka tentu saja, saat cakupan imunisasi tidak lengkap, maka akan semakin rawan terserang virus atau penyakit lainnya,” jelasnya saat dihubungi Suara Pembaruan, Kamis (22/10/2020).

Persoalan ini menurutnya, tidak boleh lepas dari pandangan pemerintah atau pusat vaksinasi Bio Farma yang saat ini sedang sibuk berkutat dengan vaksin Covid-19. Mengingat, imunisasi pada anak merupakan sebuah upaya besar dalam menjaga generasi penerus bangsa.

"Sistem imunisasi harus diperbaiki, jangan sampai ada penundaan imunisasi di masa pandemi. Pemerintah pusat dan daerah melalui posyandu harus membuat program yang disesuaikan dengan kondisi pandemi. Distribusi ketersediaan program vaksin pun harus selalu diperhatikan kecukupannya. Ini yang harus dipastikan terkait imunisasi. Pemerintah pusat dan daerah jangan sampai lupakan ini. Jangan masalah Covid terus, dan imunisasi terabaikan,” terangnya.

Kemudian persoalan kedua, yaitu tingginya tingkat gizi buruk terhadap anak di Indonesia. Hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada 2019 menunjukkan, prevalensi stunting mencapai 27,67%. Artinya, setiap 10 anak Indonesia, ada tiga orang di antaranya yang mengalami stunting. Masalah gizi buruk ini sangat erat kaitannya juga dengan daya tahan tubuh anak.

"Anak dengan gizi buruk adalah salah satu grup yang juga terdampak paling bahaya bila tidak dilakukan respons yang baik dan diantisipasi. Belum lagi situasi ekonomi keluarga yang semakin tidak menentu. Pemerintah, dalam hal ini Kemsos dan Kemdagri memiliki peran penting untuk memenuhi gizi anak, terlebih di masa pandemi,” ungkapnya.

Faktor ketiga, tingkat kebersihan dan sanitasi yang masih rendah. Hal ini dibuktikan dengan tingginya kasus diare. Penyakit yang disebabkan oleh Rotavirus ini merupakan cermin dari rendahnya mutu kesehatan lingkungan. Diare dan stunting menurutnya adalah dua kasus yang saling berkaitan erat.

"Ini menggambarkan kondisi wilayah yang tingkat kebersihan dan sanitasinya rendah, tidak bisa diharapkan disiplin menerapkan protokol 3M,” jelasnya.

Untuk persoalan ini, pemerintah harus lebih berupaya untuk menyediakan dan memfasilitasi air bersih bagi wilayah-wilayah dengan tingkat sanitasi dan kebersihan yang rendah. Tidak lupa, sosialisasi protokol kesehatan 3M tentang menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan juga harus selalu dilakukan secara rutin. Sehingga diharapkan bisa menjadi kebiasaan baru, dan memutus rantai penyebaran virus.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Tahap 70, Indonesia Datangkan 5 Juta Dosis Vaksin Sinovac

Sehingga secara total, vaksin yang sudah hadir di tanah air dalam bentuk bahan baku dan vaksin siap pakai adalah sebanyak 262.350.400 dosis.

KESEHATAN | 21 September 2021

DKI Catat Rekor Penambahan Kasus Baru Positif Covid-19 Terendah Sejak Juni 2020

Dinkes DKI mencatat sebanyak 91 kasus baru positif Covid-19 di Jakarta pada hari ini. Jumlah ini menjadi rekor penambahan kasus harian terendah sejak Juli 2020.

KESEHATAN | 20 September 2021

Proses Transisi Pandemi ke Endemi Covid-19, Tergantung Cakupan Vaksinasi

Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, proses transisi dari pandemi ke endemic Covid-19 tergantung dari cakupan vaksinasi

KESEHATAN | 20 September 2021

Menkes: Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Capai 125,7 Juta Dosis Suntikan

Untuk mempercepat vaksinasi, Budi menyebutkan, atas saran Presiden Joko Widodo, target cakupan vaksinasi per provinsi harus mencapai di atas 20%.

KESEHATAN | 20 September 2021

Menkes: 50% Masyarakat Masih Takut Jalani Testing

Sebanyak 50% masyarakat Indonesia masih takut di-testing Covid-19.

KESEHATAN | 20 September 2021

Tak Mau Kecolongan Lagi, Pemerintah Batasi Pintu Masuk ke Indonesia

Pemerintah membatasi pintu masuk perjalanan internasional ke Indonesia untuk mencegah penyebaran varian baru Covid-19

KESEHATAN | 20 September 2021

Untuk Pertama Kalinya, Angka Reproduksi Efektif Covid-19 di Bawah 1

Untuk pertama kalinya, angka reproduktif efektif Covid-19 di Indonesia mencapai di bawah angka 1, tepatnya 0,98.

KESEHATAN | 20 September 2021

Antisipasi Penularan Covid-19, TNI-Polri Dikerahkan Awasi Jalur Tikus

Pemerintah akan mengerahkan TNI dan Polri mengawasi ratusan jalur tikus, baik di darat maupun laut untuk mencegah penularan Covid-19

KESEHATAN | 20 September 2021

Luhut Ingatkan Masyarakat Tidak Euforia dan Tetap Disiplin Protokol Kesehatan

Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, meski situasi pandemi Covid-19 membaik.

KESEHATAN | 20 September 2021

Menkes: PeduliLindungi Diakses 50 Juta Kali Dalam Sehari

Aplikasi PeduliLindungi saat ini telah diakses lebih dari 50 juta kali dalam sehari oleh masyarakat yang beraktivitas di berbagai ruang publik

KESEHATAN | 20 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Principal Rilis Fitur Baru untuk Reksa Dana Principal Index IDX30

Principal Rilis Fitur Baru untuk Reksa Dana Principal Index IDX30

EKONOMI | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings