Epidemiolog Prediksi Covid-19 Baru Terkendali di Akhir 2021
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Epidemiolog Prediksi Covid-19 Baru Terkendali di Akhir 2021

Jumat, 23 Oktober 2020 | 20:00 WIB
Oleh : Dina Manafe / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Pakar epidemiologi memperkirakan pandemi Covid-19 belum berakhir dalam waktu dekat. Tanpa intervensi luar biasa diperkirakan virus ini baru bisa dikendalikan di akhir 2021 atau awal 2022 mendatang. Berdasarkan pemodelan epidemiologi Covid-19 yang dilakukan tim dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Covid-19 bisa terkendali di akhir 2021 apabila intervensi yang dilakukan, seperti testing, lacak, dan isolasi (TLI) serta protokol kesehatan ditingkatkan.

“Sampai 2021 kita masih hidup bersama Covid-19, belum terkendali. Kalau menurut pemodelan kami, baru akan mulai terkendali pada akhir 2021 dan awal 2022,” kata Iwan Ariawan, pakar epidemiologi dan juga salah satu anggota tim FKM UI tersebut pada webinar pembahasan proyeksi kasus Covid-19 dan evaluasi PSBB, Jumat (23/10/2020).

Menurut Iwan, perkiraan ini berdasarkan asumsi perubahan cakupan TLI maupun kepatuhan masyarakat terhadap 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun. Bila kondisi intervensi seperti sekarang di mana cakupan TLI dan kepatuhan 3M dalam kategori tinggi maka diperkirakan terjadi di bulan Mei 2021 dengan kasus positif di 2.000. Di akhir 2021 hingga awal 2022 kasus positif bisa mendekati angka nol, tidak ada lagi kasus berat atau kematian, dan jumlah tempat tidur Covid-19 mulai kosong. Tetapi bila cakupan TLI dan 3M sedang, maka puncak kasus pada Maret atau April 2021 dengan rata-rata kasus positif di atas 4.000. Setelah puncak, menurun drastis hingga di akhir 2021 sampai awal 2022 mulai terkendali, tetapi masih ada kasus meski sedikit.

Sebaliknya, bila mengabaikan virus ini, misalnya berperilaku seperti sebelum adanya Covid-19, maka pada puncak kasusnya akan jauh lebih tinggi bisa mencapai 6.000 di Januari 2021. Fasilitas kesehatan tidak akan sanggup menampung pasien yang butuh perawatan, dan angka kematian bisa jadi naik.

“Ini artinya kita masih lama untuk selesaikan wabah ini. Oleh karena itu kita harus buat rencana jangka panjang sampai 2022 untuk menangani Covid-19,” kata Iwan.

Iwan mengatakan, dalam pemodelan epidemiologi Covid-19 pihaknya menggunakan dua intervensi, yaitu dari cakupan TLI dan protokol kesehatan. Dari segi TLI, telaah literatur menunjukkan bila dilakukan dengan baik bisa menurunkan risiko infeksi atau penurunan kecepatan epidemi separuhnya. Jika testing atau pemeriksaan PCR banyak dilakukan tetapi acak, maka dampaknya terhadap penurunan epidemi sedikit. Tetapi kalau tes PCR banyak tetapi diikuti dengan tracing atau pelacakan kontak yang tepat, maka dampaknya besar menurunkan epidemi. Dari berbagai publikasi ilmiah menunjukkan jeda pelacakan tiga hari atau lebih kurang berdampak pada penurunan epidemi. Idealnya pelacakan dilakukan secepatnya atau kurang dari tiga hari sejak hasil konfrmasi positif dari laboratorium.

Kemudian dari sisi masyarakat, menurut Iwan, yang bisa dilakukan adalah patuhi protokol kesehatan. Bukti ilmiah menunjukkan perilaku cuci tangan pakai sabun turunkan risiko tertular 35% untuk Covid-19 dan SARS. Menggunakan masker kain turunkan risiko 45%, masker bedah sekitar 70%, dan jaga jarak 85%. PSBB seharusnya menurunkan jumlah kasus, karena di rumah saja dan jaga jarak.

Dari pemodelan yang dilakukan tim FKM UI juga menemukan bahwa pada saat PSBB transisi dilakukan di Indonesia, maka kecepatan penularannya adalah 0,11 sampai 0,12, yang artinya satu orang positif berisiko menularkan ke satu orang lain dalam waktu 11 sampai 12 hari. Pencabutan kebijakan PSBB harus diikuti dengan peningkatan TLI dan kepatuhan 3M. Faktanya ini cakupan kedua intervensi ini masih lemah.

Jumlah testing PCR, misalnya, jumlahnya terus meningkat, tetapi belum mencapai target WHO. Baru sekitar 703 tes per 1 juta penduduk atau 70,3% dari target WHO adalah 1.000 per 1 juta penduduk dalam seminggu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Ini Cara Vaksinasi Luar Negeri Dapat Sertifikat Terintegrasi PeduliLindungi

Warga negara asing (WNA) maupun WNI yang mendapatkan vaksin Covid-19 dari luar negeri, maka dapat memperoleh sertifikat yang teritegrasi dengan PeduliLindungi

KESEHATAN | 22 September 2021

Intervensi Pengendalian Pandemi Harus Bersamaan

Wiku Adisasmito mengatakan, pandemi Covid-19 adalah hal yang kompleks sehingga intervensi pengendalian tidak bisa tunggal bahkan harus bersamaan

KESEHATAN | 22 September 2021

Wiku: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Permenkumham 34/2021

Wiku Adisasmito meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan terbitnya Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) 34/2021

KESEHATAN | 21 September 2021

Pfizer-Biontech Nyatakan Vaksin Covidnya Aman untuk Anak

Pfizer dan Biontech menyatakan hasil uji coba menunjukkan vaksin Covid-19 mereka aman.

KESEHATAN | 21 September 2021

Tren Kasus Covid-19 Global Tak Memberi Dampak Signifikan pada Perkembangan di Indonesia

lonjakan kasus di Indonesia pada Juli 2021, tidak disebabkan oleh naiknya kasus global atau datang dari negara lain, melainkan dari dalam Indonesia sendiri.

KESEHATAN | 21 September 2021

Waspada Gelombang Ketiga Covid-19, Satgas Ingatkan Disiplin Prokes

Melihat pola kasus di Indonesia yang berselang 3 bulan dari negara lain seperti India, Malaysia dan Jepang, maka disiplin prokes sangat penting.

KESEHATAN | 21 September 2021

Wiku: Kasus Aktif Covid-19 Turun hingga 1%

Wiku Adisasmito mengatakan, perkembangan Covid-19 di Indonesia minggu ini kembali mengalami penurunan yang cukup drastis hingga menyentuh 1%

KESEHATAN | 21 September 2021

Nadia Sebut Vaksinasi Lansia Rendah karena Pengaruh Persepsi yang Salah dalam Masyarakat

Banyak lansia yang masih menolak divaksin karena takut akan efek samping yang ditimbulkan dari suntikan vaksin.

KESEHATAN | 21 September 2021

Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal, Wiku: Jika Tak Mendesak Lebih Baik di Rumah

Wiku juga mengimbau agar satuan tugas (satgas) yang ada di fasilitas publik untuk melakukan upaya penegakan dengan baik.

KESEHATAN | 21 September 2021

Update Covid-19: Positivity Rate di Bawah 2%, Tak Perlu Euforia

Situasi Covid-19 kian menunjukkan perbaikan, antara lain, dengan penurunan positivity rate yang berada di bawah 2%

KESEHATAN | 21 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Piala Liga: Hantam Tim Strata 3, Manchester City Melaju ke 16 Besar

Piala Liga: Hantam Tim Strata 3, Manchester City Melaju ke 16 Besar

BOLA | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings