HUT ke-70, Presiden Harap IDI Jadi Bagian Reformasi Sistem Kesehatan
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

HUT ke-70, Presiden Harap IDI Jadi Bagian Reformasi Sistem Kesehatan

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 16:07 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan selamat ulang tahun kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang memasuki usia 70 tahun. Jokowi mengatakan menapaki usia 70 tahun, IDI memiliki catatan perjuangan yang sangat panjang.

Jokowi berharap agar IDI menjadi bagian dalam gerbong reformasi sistem kesehatan. Keberhasilan reformasi ini tidak ditentukan oleh kerja pemerintah semata, tapi memerlukan dukungan penuh dari organisasi profesi dan juga masyarakat.

"Saya yakin dengan semangat kolaborasi maka transformasi sistem kesehatan akan bisa kita lakukan dan segera membawa manfaat pada masyarakat menuju masyarakat yang sehat dan sejahtera," kata Jokowi pada peringatan hari ulang tahun Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagaimana yang ditayangkan dalam YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (24/10/2020).

Terkait hal itu, Presiden Jokowi melihat perjuangan dan peranan IDI tidak hanya sebatas pada memadukan segenap potensi dokter Indonesia dan mengembangkan iptek kedokteran, tapi juga selalu meningkatkan derajat kesehatan seluruh masyarakat Indonesia.

Peran besar tersebut tentunya membutuhkan dukungan penuh dan kerja sama erat banyak pihak agar IDI dapat mencapai tujuannya itu.

"Saya yakin dalam perjuangan panjang itu, IDI tidak bisa sendirian. IDI berada dalam ekosistem yang di dalamnya ada lembaga pendidikan, ada profesi-profesi lain, ada industri, dan sebagainya. Ini memerlukan sinergi dan kerja sama yang erat sehingga apa yang menjadi tujuan IDI akan bisa tercapai," ujar Jokowi.

Bekerja dalam ekosistem tersebut egosentrisme lembaga-lembaga jelas harus dihilangkan. Semua lembaga terkait harus mampu bekerja sama dan bergandeng erat dalam menjalankan tugasnya masing-masing.

"Pandemi ini memberi banyak pelajaran kepada kita. Semakin kita tahu kelemahan-kelemahan yang harus segera kita perbaiki. Karena itu, situasi sulit yang sedang kita hadapi digunakan sebagai momentum untuk melakukan transformasi termasuk dalam reformasi sistem kesehatan di negara kita," terang Jokowi.

Kepala Negara menerangkan reformasi tersebut di antaranya dapat dimulai dari sisi pencegahan. Orientasi pada pencegahan penyakit dan pola hidup sehat adalah prioritas utama di mana dukungan dari sektor nonkesehatan, kesadaran dan kedisiplinan masyarakat, serta dukungan dari organisasi sosial keagamaan sangat dibutuhkan.

Namun, pada saat yang sama, lanjut Jokowi, penguatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, pengembangan rumah sakit dan balai-balai kesehatan, serta industri obat-obatan dan alat-alat kesehatan di Tanah Air harus terus dilakukan. Selama pandemi ini misalnya, telah banyak inovasi yang dikembangkan oleh para peneliti dan inovator di dalam negeri.

"Rapid diagnostic test, emergency ventilator, mobile lab biosafety yang dilengkapi dengan PCR, penggunaan artificial intelligence untuk penegakan diagnosis Covid-19, dan aplikasi Covid Track untuk membantu dokter memantau mobilitas pasien, serta kita mempercepat clinical trial dan produksi massal vaksin merah putih," jelas Jokowi.

Menurut Jokowi, pandemi ini sekaligus menjadi momentum bagi penguatan ketahanan kesehatan dan kapasitas pelayanan kesehatan nasional. Cara-cara luar biasa harus segera dilakukan untuk menangani berbagai persoalan terkait kesehatan masyarakat mulai dari penyakit menular, penyakit tidak menular, hingga prioritas pada penurunan angka stunting di Tanah Air.

Selain itu, kesempatan bagi para generasi muda dokter, utamanya dokter spesialis, untuk meningkatkan kualitas kesehatan di seluruh pelosok negeri juga harus terus diupayakan.

Di penghujung sambutannya, Kepala Negara menyampaikan salam bagi para dokter yang tengah bertugas di tempat-tempat yang sulit terjangkau di pelosok Tanah Air serta yang saat ini sedang berjuang untuk merawat pasien-pasien Covid-19.

"Untuk semua dokter yang tergabung pada Ikatan Dokter Indonesia, selamat ulang tahun yang ke-70. Tetaplah menjadi penjaga harapan, berjuang untuk kemanusiaan," tutur Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Berolahraga dengan Aman di Masa Pandemi

Olahraga rutin akan meningkatkan imunitas tubuh yang penting dalam mencegah penularan Covid-19

KESEHATAN | 24 Oktober 2020

Tembus 100.000, Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Lebih Banyak Dibanding Jepang

Total kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta telah mencapai 100.220. Jumlah ini sudah melampaui angka kasus di Jepang secara keseluruhan.

KESEHATAN | 24 Oktober 2020

Update Covid-19: Tambah 4.070, Kasus Positif di Indonesia Jadi 385.980

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 4.070 selama 24 jam terakhir sampai Jumat (23/10/2020) siang. total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 385.980.

KESEHATAN | 24 Oktober 2020

Kepatuhan pada Protokol Kesehatan Meningkat

Meningkatnya kepatuhan ini mempengaruhi jumlah kasus harian.

KESEHATAN | 24 Oktober 2020

Curhat Penyintas Covid-19: Kini Lebih Waspada, Bersyukur, dan Peduli Kesehatan

Motivator Tung Desem Waringin divonis positif Covid-19 pada Maret lalu. Ia sudah menyiapkan catatan terakhir kalau seandainya terjadi sesuatu.

KESEHATAN | 23 Oktober 2020

Yusuf Mansur: Protokol Kesehatan 3M Bagian dari Ibadah

Menurutnya, memakai masker bertujuan untuk menjaga keselamatan diri dan orang lain, begitu pula mencuci tangan dan menjaga jarak.

KESEHATAN | 23 Oktober 2020

Epidemiolog Prediksi Covid-19 Baru Terkendali di Akhir 2021

Perkiraan ini berdasarkan asumsi perubahan cakupan testing, lacak dan isolasi maupun kepatuhan masyarakat terhadap 3M.

KESEHATAN | 23 Oktober 2020

Kenali Cara Mudah Mengurangi Risiko Hipertensi

Diet rendah garam merupakan salah satu upaya esensial dan cukup mudah dilakukan untuk mengurangi risiko hipertensi.

KESEHATAN | 23 Oktober 2020

Pentingnya Menjaga Daya Tahan Tubuh di Masa Pandemi

Konsumsi suplemen sebagai penunjang kesehatan juga sangat penting di masa pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 23 Oktober 2020

Pandu Riono: Belum Ada Vaksin yang Aman dan Siap Digunakan

Pandu meminta pemerintah untuk tidak menarasikan bahwa sudah ada vaksin yang efektif dan aman yang bisa diberikan kepada masyarakat Indonesia.

KESEHATAN | 23 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS