Produsen Vaksin Covid-19 Punya Posisi Tawar Tinggi, Pemerintah Diminta Cermat
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Produsen Vaksin Covid-19 Punya Posisi Tawar Tinggi, Pemerintah Diminta Cermat

Minggu, 25 Oktober 2020 | 18:01 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo meminta pemerintah untuk cermat dalam menjalin kerja sama dengan produsen vaksin Covid-19. Menurut Rahmad pemerintah tidak bisa secara langsung melakukan pembatalan atas kerja sama yang dijalin, khususnya terkait pengadaan vaksin.

“Posisi tawar produsen itu sangat tinggi. Mereka akan bilang 'kalau mau silakan, kalau tidak ya dipakai negara lain'. Ini memang menjadi kasus menarik. Lazimnya produsen yang meyakinkan pembeli. Sekarang justru negara-negara berlomba untuk mendapatkan vaksin Covid-19,” kata Rahmad kepada Beritasatu.com, Minggu (25/10/2020).

Menurut Rahmad, produsen vaksin Covid-19 seperti AstraZeneca dan lainnya tentu menerapkan asas kehati-hatian dalam hal produksi. Apabila ada kegagalan atau orang meninggal pada proses uji klinis, lanjutnya, produsen dipastikan akan mencari penyebabnya.

“Kalau mungkin gagal atau ada yang meninggal, pasti dicari penyebabnya, murni karena vaksin atau tidak,” ujar Rahmad.

Rahmad berharap pemerintah dan AstraZeneca dapat membahas mengenai persentase keberhasilan. “Hasil uji klinis tingkat keberhasilannya berapa persen? Efektivitasnya berapa persen? Dibahas saja. Sebab kalau semua produsen diminta bertanggung jawab soal keamanan, mereka bisa saja sampaikan negara kita ingin dapat atau tidak,” imbuh Rahmad.

Rahmad menilai AstraZeneca menjadi salah satu produsen yang terdepan terkait pengadaan vaksin. “Kalau pemerintah Indonesia atau beberapa pihak khawatir dengan proses keamanan, sekarang saya mau bertanya, di mana yang sudah berhasil 100%? Saya harap kita jangan latah untuk serta merta mendorong kerja sama lagi dengan pihak manapun sebagai alternatif,” ucap Rahmad.

Rahmad mengatakan perusahaan farmasi dunia pun akan meminta down payment (DP) yang nilainya triliunan rupiah. “Kalau kerja sama dengan farmasi lain, tentu akan gunakan DP, apalagi kalau proses penelitiannya sudah maju. Pasti DP yang diminta lebih besar, karena sudah dihitung soal efektivitas dan keberhasilannya. Ini memang posisi dilematis,” kata politikus PDI Perjuangan ini.

Rahmad optimistis produsen vaksin Covid-19 tidak bekerja sembarangan. Seluruh proses pembuatan vaksin, menurut Rahmad, menggunakan prinsip kehati-hatian dan keselamatan sekaligus efektivitas. “Tinggal sekarang bagaimana kita diskusi dengan para produsen. Misalnya dengan AstraZeneca dan produsen lainnya,” tandas Rahmad.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

DPR Pantau Pengadaan Vaksin Covid-19

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan DPR akan memantau pengadaan vaksin Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah.

KESEHATAN | 25 Oktober 2020

15 Provinsi Laporkan Pasien Sembuh Lebih Banyak Dibanding Kasus Baru Covid-19

Sebanyak 15 provinsi melaporkan jumlah pasien sembuh lebih banyak dibanding kasus baru Covid-19 pada Minggu (25/4/2020).

KESEHATAN | 25 Oktober 2020

Jadi Klaster Baru, 20 Pesantren di Banten Terpapar Covid-19

Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Banten menemukan sebanyak 20 pesantren di wilayahnya menjadi klaster penyebaran Covid-19.

KESEHATAN | 25 Oktober 2020

Update Covid-19: Tambah 3.732, Kasus Positif di Indonesia Jadi 389.712

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 3.732, dalam 24 jam terakhir sampai Minggu (25/10/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 389.712.

KESEHATAN | 25 Oktober 2020

Hari Dokter Nasional, Menteri Terawan Puji Pengabdian Dokter

Menurut Menkes, pengabdian para dokter selalu mewarnai dinamika yang terjadi dalam upaya memajukan bangsa.

KESEHATAN | 24 Oktober 2020

Pentingnya Kesehatan Mental bagi Para Ibu di Masa Pandemi

LSI Denny JA dan Lotte Choco Pie melakukan survei kesehatan mental kalangan ibu selama masa pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 24 Oktober 2020

Osteoporosis di Masa Covid-19

Jika tidak ditangani osteoporosis akan menurunkan kualitas hidup penderitanya, di antaranya adalah patah tulang.

KESEHATAN | 24 Oktober 2020

Kenali Perbedaan Osteoporosis dengan Osteoarthritis

Banyak upaya yang bisa dilakukan agar terhindar dari osteoporosis dan osteoarthritis.

KESEHATAN | 24 Oktober 2020

HUT ke-70, Presiden Harap IDI Jadi Bagian Reformasi Sistem Kesehatan

Pandemi ini sekaligus menjadi momentum bagi penguatan ketahanan kesehatan dan kapasitas pelayanan kesehatan nasional.

KESEHATAN | 24 Oktober 2020

Berolahraga dengan Aman di Masa Pandemi

Olahraga rutin akan meningkatkan imunitas tubuh yang penting dalam mencegah penularan Covid-19

KESEHATAN | 24 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS