Logo BeritaSatu

Produsen Vaksin Covid-19 Punya Posisi Tawar Tinggi, Pemerintah Diminta Cermat

Minggu, 25 Oktober 2020 | 18:01 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo meminta pemerintah untuk cermat dalam menjalin kerja sama dengan produsen vaksin Covid-19. Menurut Rahmad pemerintah tidak bisa secara langsung melakukan pembatalan atas kerja sama yang dijalin, khususnya terkait pengadaan vaksin.

“Posisi tawar produsen itu sangat tinggi. Mereka akan bilang 'kalau mau silakan, kalau tidak ya dipakai negara lain'. Ini memang menjadi kasus menarik. Lazimnya produsen yang meyakinkan pembeli. Sekarang justru negara-negara berlomba untuk mendapatkan vaksin Covid-19,” kata Rahmad kepada Beritasatu.com, Minggu (25/10/2020).

Menurut Rahmad, produsen vaksin Covid-19 seperti AstraZeneca dan lainnya tentu menerapkan asas kehati-hatian dalam hal produksi. Apabila ada kegagalan atau orang meninggal pada proses uji klinis, lanjutnya, produsen dipastikan akan mencari penyebabnya.

“Kalau mungkin gagal atau ada yang meninggal, pasti dicari penyebabnya, murni karena vaksin atau tidak,” ujar Rahmad.

Rahmad berharap pemerintah dan AstraZeneca dapat membahas mengenai persentase keberhasilan. “Hasil uji klinis tingkat keberhasilannya berapa persen? Efektivitasnya berapa persen? Dibahas saja. Sebab kalau semua produsen diminta bertanggung jawab soal keamanan, mereka bisa saja sampaikan negara kita ingin dapat atau tidak,” imbuh Rahmad.

Rahmad menilai AstraZeneca menjadi salah satu produsen yang terdepan terkait pengadaan vaksin. “Kalau pemerintah Indonesia atau beberapa pihak khawatir dengan proses keamanan, sekarang saya mau bertanya, di mana yang sudah berhasil 100%? Saya harap kita jangan latah untuk serta merta mendorong kerja sama lagi dengan pihak manapun sebagai alternatif,” ucap Rahmad.

Rahmad mengatakan perusahaan farmasi dunia pun akan meminta down payment (DP) yang nilainya triliunan rupiah. “Kalau kerja sama dengan farmasi lain, tentu akan gunakan DP, apalagi kalau proses penelitiannya sudah maju. Pasti DP yang diminta lebih besar, karena sudah dihitung soal efektivitas dan keberhasilannya. Ini memang posisi dilematis,” kata politikus PDI Perjuangan ini.

Rahmad optimistis produsen vaksin Covid-19 tidak bekerja sembarangan. Seluruh proses pembuatan vaksin, menurut Rahmad, menggunakan prinsip kehati-hatian dan keselamatan sekaligus efektivitas. “Tinggal sekarang bagaimana kita diskusi dengan para produsen. Misalnya dengan AstraZeneca dan produsen lainnya,” tandas Rahmad.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Biden: Amerika Tak Bakal Takut Ocehan Putin

Biden juga menjamin bahwa Amerika tidak akan pernah mengakui wilayah pencaplokan di Ukraina sebagai bagian dari Rusia.

NEWS | 1 Oktober 2022

Resolusi PBB Bela Ukraina Langsung Diveto Rusia

Meskipun hanya Rusia yang menentang, tetapi dia adalah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan yang punya hak veto.

NEWS | 1 Oktober 2022

Zelensky Minta Jalur Prioritas Jadi Anggota NATO

Jika Ukraina menjadi anggota NATO, maka negara-negara Barat termasuk Amerika Serikat bisa membelanya dalam perang melawan Rusia saat ini.

NEWS | 1 Oktober 2022

Poin-poin Pidato Putin Soal Pencaplokan 4 Wilayah Ukraina

Dalam pidatonya Putin menegaskan bahwa pencaplokan itu sudah permanen dan tidak bisa dinegosiasikan.

NEWS | 1 Oktober 2022

PKB dan Gerindra Tunggu Hari Baik Umumkan Capres-Cawapres

PKB dan Gerindra tinggal menunggu hari baik untuk mengumumkan capres dan cawapres yang akan mereka usung di Pilpres 2024.

NEWS | 1 Oktober 2022

Jumat Berkah, Sahabat Ganjar Salurkan Paket Sembako

Sahabat Ganjar, relawan Ganjar Pranowo, menggelar Jumat Berkah dengan menyalurkan bantuan di Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Soppeng.

NEWS | 1 Oktober 2022

Ketua MA Sebut Kasus Hakim Sudrajad Dimyati Momentum Perbaiki Kinerja Peradilan

Ketua Mahkamah Agung (MA), M Syarifuddin menyatakan kasus Sudrajad Dimyati yang dijerat KPK menjadi momentum untuk memperbaiki kinerja peradilan.

NEWS | 30 September 2022

Alasan Bawaslu Hentikan Laporan Dugaan Pelanggaran Kampanye Anies Baswedan

Anggota Bawaslu Puadi mengungkapkan alasan pihaknya menghentikan laporan dugaan pelanggaran kampanye Anies Baswedan terkait tabloid KBA Newspaper.

NEWS | 30 September 2022

KPK Ungkap Ada Pihak yang Bangun Opini agar Lukas Enembe Hindari Pemeriksaan

KPK mengungkapkan adanya pihak yang membangun opini agar Gubernur Papua, Lukas Enembe menghindari pemeriksaan sebagai tersangka. 

NEWS | 30 September 2022

Fadel Muhammad Akhirnya Laporkan La Nyalla ke Badan Kehormatan DPD

Wakil Ketua MPR dari unsur Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Fadel Muhammad akhirnya melaporkan Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalliti ke BK DPD.

NEWS | 30 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Biden: Amerika Tak Bakal Takut Ocehan Putin

Biden: Amerika Tak Bakal Takut Ocehan Putin

NEWS | 54 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings