Ivermectin Diklaim Bisa Jadi Alternatif Obat Covid-19
INDEX

BISNIS-27 532.645 (8.39)   |   COMPOSITE 6373.41 (16.42)   |   DBX 1200.38 (7.1)   |   I-GRADE 185.572 (0.47)   |   IDX30 530.591 (5.91)   |   IDX80 143.3 (0.91)   |   IDXBUMN20 436.746 (-1.39)   |   IDXESGL 146.832 (2.43)   |   IDXG30 145.313 (0.68)   |   IDXHIDIV20 465.476 (6.27)   |   IDXQ30 150.721 (1.92)   |   IDXSMC-COM 298.62 (-4.71)   |   IDXSMC-LIQ 374.87 (-7.37)   |   IDXV30 150.9 (-1.9)   |   INFOBANK15 1063.78 (12.11)   |   Investor33 452.728 (7.92)   |   ISSI 189.451 (-0.24)   |   JII 667.742 (1.11)   |   JII70 234.615 (-0.52)   |   KOMPAS100 1279.35 (7.74)   |   LQ45 988.752 (9.51)   |   MBX 1764.22 (3.66)   |   MNC36 335.71 (4.95)   |   PEFINDO25 340.233 (-1.68)   |   SMInfra18 325.434 (3.65)   |   SRI-KEHATI 386.573 (6.93)   |  

Ivermectin Diklaim Bisa Jadi Alternatif Obat Covid-19

Rabu, 28 Oktober 2020 | 17:24 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Dokter dari Departemen Penelitian dan Pengembangan PT Harsen Laboratories dr Herman Sunaryo mengatakan penggunaan obat anthelmintik (obat infeksi cacing) Invermectin dapat menjadi alternatif pengobatan Covid-19.

"Masyarakat mungkin tidak tahu mengenai Ivermectin ini, karena di Indonesia obat ini lebih sering untuk veteriner. Tetapi keprihatinan terhadap pasien Covid-19 yang meninggal tanpa obat telah menggerakkan para dokter di Peru, Dominika, Bangladesh, dan India untuk menggunakan Ivermectin," ujar Herman dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/10/2020).

Ia mengatakan selain obat tersebut sudah off patent, dapat digunakan oleh manusia dan harganya juga murah, aman dan efektif. Sejumlah negara Amerika Selatan juga telah menggunakan Ivermectin sebagai pengobatan dan tindakan pencegahan setelah penelitian laboratorium awal menunjukkan bahwa obat itu dapat menghilangkan Covid-19.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau Food and Drug Administration (FDA) sebelumnya juga menegaskan perlu pengujian lanjutan untuk memastikan apakah Ivermectin dapat mencegah atau mengobati Covid-19. Ivermectin sendiri sudah disetujui untuk infeksi parasit.

"Kami bersedia melakukan uji Klinis untuk Invermectin sebagai pengobatan Covid-19. Jika mendapatkan lampu hijau dari pemerintah kami bersedia tanpa harus dibiayai oleh pemerintah untuk melakukan uji klinis terhadap Ivermectin. Dengan demikian kami dapat turut berkontribusi pada kesehatan masyarakat khususnya di kondisi pandemi ini," katanya.

Jika Ivermectin terbukti dapat menolong pasien Covid-19 maka diperkirakan masyarakat hanya akan mengeluarkan biaya sekitar Rp 5.000 per tablet.

"Itu sangat terjangkau, apalagi melihat riwayat jurnal dan pengobatan sebelum di negara lain hanya dibutuhkan tiga tablet dengan dosis 12 mg untuk pengobatan orang dewasa," ujarnya.

Penggunaan Ivermectin untuk memerangi Covid-19 akan tergantung pada hasil pengujian pra-klinis lebih lanjut dan pada akhirnya uji klinis. Ivermectin ditemukan pada 1975. Obat tersebut awalnya digunakan untuk mengobati hewan ternak dan peliharaan yang sakit akibat parasit misalnya heartworm.

Pada perkembangannya, sejak 1981 obat itu telah digunakan untuk mengobati manusia yang sakit akibat infeksi parasit juga, misalnya river blindness yang disebabkan Onchocerca volvulus, strongyloidosis dan lain sebagainya.

Bahkan, FDA telah menyetujui penggunaan Ivermectin untuk penyakit akibat parasit pada manusia. Demikian juga WHO yang memasukkan Ivermectin dalam daftar obat penting pada tahun yang sama.

"Sampai sekarang penggunaan Ivermectin sudah miliaran dosis dan tidak ada laporan efek samping yang berbahaya dan keamanannya baik," ujar Herman.

Saat pandemi Covis-`9 merebak, bulan April 2020 peneliti Monash University, Australia menerbitkan penelitian mengenai Ivermectin. Obat tersebut dinyatakan dapat menghambat perkembangan Covid-19 dalam biakan sel.

Dalam penelitian tersebut RNA virus berkurang 93% hingga 99,8% dalam waktu 24 jam. Efek itu juga bertahan sampai 72 jam dalam pembiakan sel (invitro). Itu yang menjadi awal penggunaan Ivermectin untuk infeksi Covid-19.

Sejumlah negara yakni Peru, Republik Dominika, Bangladesh dan India telah menggunakan obat tersebut. Salah satu sumber dalam jurnal penelitian berjudul A Case Series of 100 Covid-19 Positive Patients Treated with Combination of Ivermectin and Doxycycline.

Selain itu, sebuah studi kolaboratif yang dipimpin oleh Monash Biomedicine Discovery Institute (BDI) dengan Institut Infeksi dan Imunitas Peter Doherty (Doherty Institute), perusahaan patungan dari Universitas Melbourne dan Rumah Sakit Royal Melbourne, telah menunjukkan bahwa obat anti-parasit seperti cacing gelang Ivermectin yang sudah tersedia di pasaran dapat membunuh virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dalam waktu 48 jam.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Satgas Covid-19 Minta Dilakukan Evaluasi Menyeluruh di 54 Zona Oranye

Per 25 Oktober 2020, jumlah daerah yang berada di zona oranye atau risiko sedang meningkat lebih dari dua kali lipat.

KESEHATAN | 30 Oktober 2020

79,3% Kabupaten/Kota Miliki Kasus Aktif Covid-19 di Bawah 100

Sebagian besar kabupaten/kota di Indonesia memiliki kasus aktif yang tidak banyak atau di bawah 100.

KESEHATAN | 30 Oktober 2020

12 Daerah Punya Kasus Aktif di Atas 1.000, Satgas Ingatkan Jangan Lengah

Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan kasus aktif Covid-19 saat ini menurun dan lebih rendah dari angka dunia.

KESEHATAN | 30 Oktober 2020

Pantau Kepatuhan, Satgas Covid-19 Luncurkan Aplikasi Monitoring Perubahan Perilaku

Satgas Penanganan Covid-19 meluncurkan aplikasi digital untuk monitoring perubahan perilaku.

KESEHATAN | 29 Oktober 2020

Vaksin Covid-19, Pemerintah Tunggu Hasil Uji Klinis Tahap 3

Pemerintah menekankan pengembangan vaksin dilakukan dengan hati-hati dan tidak terburu-buru.

KESEHATAN | 29 Oktober 2020

Update Covid-19: Tambah 3.565, Kasus Positif di Indonesia Jadi 404.048

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 3.565 dalam 24 jam terakhir sampai Kamis (29/10/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 404.048.

KESEHATAN | 29 Oktober 2020

Waspada Wasir Selama WFH

Selama WFH sebagian besar waktu dihabiskan dengan duduk, baik saat bekerja, belajar, hingga bersantai. Hal ini berpotensi akan menimbulkan wasir.

KESEHATAN | 29 Oktober 2020

2.139 Pasien Covid-19 Tanpa Gejala Dirawat di Wisma Atlet Kemayoran

Sebanyak 2.139 pasien positif Covid-19 tanpa gejala tengah menjalani isolasi mandiri dan perawatan di Tower 4-7 Wisma Atlet Kemayoran.

KESEHATAN | 29 Oktober 2020

Tingkat Hunian Wisma Atlet Turun Menjadi 44,8%

Tingkat hunian tempat tidur di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta telah turun menjadi 44,8%.

KESEHATAN | 29 Oktober 2020

23 Presenter TV Nyanyikan "Mars Iman, Aman, Imun”

Apa yang dilakukan presenter televisi merupakan bagian bela negara, membantu mengatasi Covid-19.

KESEHATAN | 29 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS