IDI: Relaksasi Tenaga Medis Kurangi Risiko Kematian
Logo BeritaSatu

IDI: Relaksasi Tenaga Medis Kurangi Risiko Kematian

Senin, 2 November 2020 | 13:48 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Bidang Kesekretariatan, Protokoler, dan Public Relations PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Halik Malik mengamini pernyataan yang sempat diungkap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo terkait dengan pentingnya waktu relaksasi untuk petugas medis dan tenaga kesehatan. Mengingat, banyaknya kasus selama ini membuat tenaga medis berisiko tinggi terpapar virus, kelelahan, hingga meninggal.

Tim Mitigasi PB IDI per tanggal 25 Oktober 2020 melaporkan, jumlah dokter yang wafat mencapai 141 orang. Jumlah ini tersebar di 18 provinsi, tertinggi ada di Jawa Timur sebanyak 35 dokter, Sumatera Utara 23, DKI Jakarta 20, Jawa Barat 11, Jawa Tengah 10, dan seterusnya. Terbanyak adalah dokter umum berjumlah 75 orang, 64 dokter spesialis, dan 2 dokter residen.

Dirinya mengatakan, relaksasi adalah hal penting yang harus didapat oleh petugas medis dan tenaga kesehatan. Waktu istirahat yang cukup ini berkaitan langsung dengan ketahanan stamina dan imunitas mereka yang bekerja dan melakukan kontak langsung dengan pasien Covid-19.

“Kebugaran tubuh dokter dalam bekerja ini terkait langsung juga dengan kualitas pelayanan. Performa dokter dan para petugas lainnya sangat dipengaruhi oleh daya tahan tubuh mereka,” ungkapnya saat dihubungi, Senin (2/11/2020).

Tidak hanya relaksasi untuk mengistirahatkan diri, tetapi petugas medis dan tenaga kesehatan juga membutuhkan waktu untuk bertemu keluarga. Hal ini juga menjadi penting, untuk menjaga kesehatan mental mereka selama bekerja.

“Itu kemewahan yang seharusnya bisa dinikmati oleh mereka, meski di sepanjang pandemi ini kemewahan itu sulit untuk dinikamti. Dan beberapa contoh misalnya, tenaga kesehatan saar ini masih memiliki jadwal pekerjaan yang padat. Sehingga waktunya lebih banyak habis rumah sakit. Kedua, mereka juga harus tinggal tidak jauh dari rumah sakit, untuk menjaga supaya keluarga tidak terdampak dari tenaga kesehatan yang kontak erat dengan pasien Covid-19,” terangnya.

Untuk itulah, IDI menghimbau kepada fasilitas kesehatan agar dapat mengurangi jam kerja dokter dan para tenaga kesehatan lainnya. Dari yang awalnya 40 jam seminggu, menjadi 30 jam selama melakukan pelayanan di masa pandemi ini.

“Pada saat pandemi ini yang esensial adalah petugas kesehatan, yang standby di garda pelayanan. Sekarang mereka harus bekerja dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) atau seperti baju astronot dengan standar yang ketat. Ini sangat melelahkan bagi para dokter, untuk tetap bekerja secara optimal. Terlebih lagi, para dokter yang sering melakukan tindakan operasi,” ungkapnya.

Selain itu, dr. Halik juga mengungkap bahwa, di saat jumlah hunian sejumlah faskes semakin berkurang, momentum ini harus segera dimanfaatkan untuk menata sistem pelayanan kesehatan yang ada saat ini. Termasuk dalam ketenagaan sumber daya, dan juga fasilitas sarana prasarana.

Salah satunya di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran. Puncak pasien positif yang dirawat di ruang isolasi Tower 6 dan 7 RS Wisma Atlet pernah mencapai 95%, tetapi sekarang ini jumlahnya menurun di 43,71%.

“Jangan sampai persoalan Covid-19 ini dapat berbuntut panjang pada persoalan pelayanan kesehatan umum lainnya yang saat ini sudah dirasakan banyak yang terhalang dan terkendala atau sulit untuk diakses. Seperti, pelayanan terpadu ibu dan anak, pelayanan penyakit menular seperti TBC, ataupun pelayanan untuk penyakit yang harus dipantau secara berkala seperti, kanker,” jelasnya.

Dukungan Masyarakat
Pandemi global ini merupakan sebuah masalah besar yang tidak bisa diatasi oleh tenaga kesehatan ataupun pemerintah saja. Masyarakat juga memiliki peran yang tidak kalah besar untuk menanggulangi pandemi ini.

dr. Halik mengatakan bahwa, peran masyarakat sesungguhnya merupakan kunci utama dalam memutus rantai penularan Covid-19. Penerapan protokol kesehatan ketat 3M. Mulai dari mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker, dan juga menjaga jarak dari kerumunan.

“Dengan demikian, tren peningkatan kasus akan menurun dan kurva pademi pun melandai. Alhasil, beban pelayanan para tenaga kesehatan juga menurun dan lebih terkendali. Harapannya pandemi ini akan mengurangi rasa lelah berlebih para tenaga medis yang bekerja,” tukasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

DKI Catat Rekor Penambahan Kasus Baru Positif Covid-19 Terendah Sejak Juni 2020

Dinkes DKI mencatat sebanyak 91 kasus baru positif Covid-19 di Jakarta pada hari ini. Jumlah ini menjadi rekor penambahan kasus harian terendah sejak Juli 2020.

KESEHATAN | 20 September 2021

Proses Transisi Pandemi ke Endemi Covid-19, Tergantung Cakupan Vaksinasi

Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, proses transisi dari pandemi ke endemic Covid-19 tergantung dari cakupan vaksinasi

KESEHATAN | 20 September 2021

Menkes: Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Capai 125,7 Juta Dosis Suntikan

Untuk mempercepat vaksinasi, Budi menyebutkan, atas saran Presiden Joko Widodo, target cakupan vaksinasi per provinsi harus mencapai di atas 20%.

KESEHATAN | 20 September 2021

Menkes: 50% Masyarakat Masih Takut Jalani Testing

Sebanyak 50% masyarakat Indonesia masih takut di-testing Covid-19.

KESEHATAN | 20 September 2021

Tak Mau Kecolongan Lagi, Pemerintah Batasi Pintu Masuk ke Indonesia

Pemerintah membatasi pintu masuk perjalanan internasional ke Indonesia untuk mencegah penyebaran varian baru Covid-19

KESEHATAN | 20 September 2021

Untuk Pertama Kalinya, Angka Reproduksi Efektif Covid-19 di Bawah 1

Untuk pertama kalinya, angka reproduktif efektif Covid-19 di Indonesia mencapai di bawah angka 1, tepatnya 0,98.

KESEHATAN | 20 September 2021

Antisipasi Penularan Covid-19, TNI-Polri Dikerahkan Awasi Jalur Tikus

Pemerintah akan mengerahkan TNI dan Polri mengawasi ratusan jalur tikus, baik di darat maupun laut untuk mencegah penularan Covid-19

KESEHATAN | 20 September 2021

Luhut Ingatkan Masyarakat Tidak Euforia dan Tetap Disiplin Protokol Kesehatan

Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, meski situasi pandemi Covid-19 membaik.

KESEHATAN | 20 September 2021

Menkes: PeduliLindungi Diakses 50 Juta Kali Dalam Sehari

Aplikasi PeduliLindungi saat ini telah diakses lebih dari 50 juta kali dalam sehari oleh masyarakat yang beraktivitas di berbagai ruang publik

KESEHATAN | 20 September 2021

Bioskop dan Pertandingan Liga Dibuka pada Kabupaten-Kota Level 3 dan 2

Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, bioskop dan pertandingan Liga 2 dapat dibuka kembali pada kabupaten dan kota level 3-2

KESEHATAN | 20 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Bertemu Menteri Iran di PBB, Negara Besar Akan Hidupkan Lagi Pakta Nuklir

Bertemu Menteri Iran di PBB, Negara Besar Akan Hidupkan Lagi Pakta Nuklir

DUNIA | 14 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings