Menristek Dorong Obat Herbal Jadi Rujukan Jaminan Kesehatan Nasional
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.662 (-0.19)   |   COMPOSITE 6338.51 (20.69)   |   DBX 1329.17 (13.03)   |   I-GRADE 184.48 (-0.19)   |   IDX30 515.715 (0.41)   |   IDX80 138.838 (-0.03)   |   IDXBUMN20 409.612 (-1.08)   |   IDXESGL 142.422 (-0.38)   |   IDXG30 145.816 (-0.74)   |   IDXHIDIV20 454.583 (0.64)   |   IDXQ30 147.765 (0.09)   |   IDXSMC-COM 298.595 (-0.51)   |   IDXSMC-LIQ 365.651 (-2.93)   |   IDXV30 136.758 (-0.11)   |   INFOBANK15 1078.32 (-6.36)   |   Investor33 444.53 (0.07)   |   ISSI 183.756 (1.09)   |   JII 631.17 (2.63)   |   JII70 223.177 (0.26)   |   KOMPAS100 1240.03 (1.04)   |   LQ45 967.718 (-0.06)   |   MBX 1724.61 (3.72)   |   MNC36 328.799 (0.24)   |   PEFINDO25 328.487 (-1.79)   |   SMInfra18 313.342 (1.77)   |   SRI-KEHATI 378.358 (-0.22)   |  

Menristek Dorong Obat Herbal Jadi Rujukan Jaminan Kesehatan Nasional

Jumat, 6 November 2020 | 16:07 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mendorong obat herbal atau dikenal Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) dijadikan rujukan dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sehingga tidak hanya menjadi pendamping obat kimia yang mayoritas berbahan baku impor.

"Kalau OMAI masuk JKN, maka obat herbal akan cepat maju, swasta akan berlomba-lomba melakukan riset, sehingga bisa berkembang," kata Bambang Brodjonegoro dalam diskusi webinar bertema “Pengembangan OMAI untuk Kemandirian Obat Nasional” di Jakarta Jumat (6/11/2020).

Dia mengakui OMAI belum dapat dijadikan obat rujukan di JKN karena tidak tertuang di Permenkes No 54 Tahun 2018. Selama ini, OMAI hanya dijadikan pelengkap obat kimia. Padahal, pemanfaatan OMAI sejalan dengan Inpres No 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Obat dan Alat Kesehatan.

"Dalam masa pandemi Covd-19, sudah ada 2-3 pertemuan koordinasi yang diinisiasi Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi untuk mengembangkan obat herbal, hadir dari Kemperin, Kementerian BUMN dan BPJS. Dalam salah satu rapat, Menteri Luhut sudah meminta Menkes agar memasukkan obat herbal masuk JKN," kata Bambang.

Bambang mengatakan, pemerintah juga memerlukan dukungan para dokter dan pimpinan RS, karena mereka merupakan penentu pengadaan alat kesehatan dan obat. "Dokter akan memberikan obat ke pasien, bagaimana agar dokter kita memiliki keberpihakan pada OMAI, tidak selalu bergantung obat kimia," kata dia.

Selain itu, Bambang meminta pelaku usaha dan industri gencar melakukan riset, sehingga OMAI bisa sejajar dengan obat berbahan kimia. "Riset pemerintah perlu dukungan dari swasta. Perusahaan farmasi perlu sisihkan uang lebih banyak untuk riset dan pengembangan OMAI," kata dia.

Dirjen Indsuri Kimia Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian (Kemperin) Muhammad Khayam mengatakan, Kemperin terus mendorong pelaku industri farmasi menggunakan obat berbahan alami Indonesia guna mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat kimia yang sangat besar. "Industri farmasi kita masih tergantung impor, sekitar 90%-95% bahan baku dari luar," kata dia.

Khayam mengatakan, sebenarnya riset terkait obat herbal di dalam negeri sudah cukup maju. Namun yang peru didorong pada tahap komersialisasi. Caranya, lewat insentif pengembangan riset, dan komersialisasi teknologi.

Menurut dia, minimnya dukungan industri pada segmen obat herbal karena semata-mata perhitungan bisnis. "Kurang visible secara volume dan keekonomisan," kata dia.

Direktur Pelayanan Kefarmasian Ditjen Farmalkes Kementerian Kesehatan Dita Novianti Suganda mengatakan Kemkes sudah memperbolehkan dan memanfaatkan obat tradisional. "Sudah ada sarananya di Puskesmas, bahwa dokter bisa order OMAI," kata dia. Namun diakuinya para dokter masih banyak meresepkan obat kimia.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Melkiades Laka Lena mengatakan wacana obat herbal agar bisa digunakan di dunia medis di Tanah Air merupakan isu lama, tapi kurang eksekusi.

Melki mendorong dokter memanfaatkan OMAI untuk pengobatan pasiennya. Dia mengakui hal ini tidak mudah karena sudah terbiasa dengan pengobatan modern. "Dokter jangan ragu pakai OMAI, kegunaannya hampir sama dengan obat kimia, bahkan efek sampingnya kecil," kata dia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Update Covid-19: Tambah 3.778, Kasus Positif di Indonesia Jadi 429.574

Penambahan 3.778 kasus baru berdasarkan pemeriksaan spesimen sebanyak 38.091.

KESEHATAN | 6 November 2020

KSP Tegaskan Prinsip Keamanan Paling Utama dalam Vaksinasi

Jika imunisasi berhasil mencakup minimal 75% dari populasi maka akan tercapai kekebalan kelompok (herd immunity).

KESEHATAN | 6 November 2020

Mau Tahu Solusi Alami untuk BAB Macet?

Perbaiki pola makan dan rajin berolahraga dapat mengatasi BAB tidak lancar.

KESEHATAN | 10 November 2020

Disiplin Protokol Kesehatan jika Tidak Ingin Lockdown Seperti Eropa

Masyarakat juga harus belajar dari perkembangan beberapa negara di Eropa, yang harus kembali melakukan lockdown karena terjadi kenaikan pada kasus positifnya.

KESEHATAN | 6 November 2020

Provinsi Prioritas Covid-19 Jadi 13 Provinsi

Provinsi yang baru masuk adalah Sumatera Barat, Riau, dan Kalimantan Timur.

KESEHATAN | 6 November 2020

Vaksin Covid-19 Masih dalam Tahap Finalisasi

Ia meminta semua pihak menunggu rilis resmi dari BPOM yang mengawal langsung.

KESEHATAN | 6 November 2020

2030, Jumlah Perokok Anak Diprediksi Tembus 15 Juta

Ini terbukti dari prevalensi perokok anak usia 10-18 tahun yang ditargetkan turun malah naik dari 7,2% (2013) menjadi 9,1% (2018).

KESEHATAN | 5 November 2020

Mayoritas Kasus Kematian Covid-19 dari Kelompok Komorbid

Menurut data Satgas Covid-19 di beberapa daerah, 90% kematian pasien Covid-19 diikuti dengan komorbiditas.

KESEHATAN | 5 November 2020

Uji Klinis Vaksin Covid-19 Menggembirakan

Uji klinis vaksin Covid-19 yang dilakukan di Indonesia adalah salah satu bagian dari pengujian fase 3 vaksin buatan Sinovac secara global. Artinya, uji klinis fase ketiga tersebut dilakukan Sinovac secara multi-center di 5 negara, yakni di Brasil, Indonesia, Turki, Chili, dan Bangladesh

KESEHATAN | 5 November 2020

Diabetesi Perlu Diet Gizi Khusus Atur Kadar Gula Darah

Angka prevalensi diabetes di dunia dan Indonesia yang meningkat ditambah di masa pandemi Covid-19 patut menjadi perhatian serius.

KESEHATAN | 5 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS