Cegah Risiko Gaya Hidup Sedentari dengan Aktif Bergerak
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.108 (0)   |   COMPOSITE 6251.05 (0)   |   DBX 1329.86 (0)   |   I-GRADE 180.794 (0)   |   IDX30 506.396 (0)   |   IDX80 136.709 (0)   |   IDXBUMN20 403.084 (0)   |   IDXESGL 140.339 (0)   |   IDXG30 143.133 (0)   |   IDXHIDIV20 446.039 (0)   |   IDXQ30 145.232 (0)   |   IDXSMC-COM 293.729 (0)   |   IDXSMC-LIQ 360.142 (0)   |   IDXV30 135.556 (0)   |   INFOBANK15 1043.56 (0)   |   Investor33 435.417 (0)   |   ISSI 183.035 (0)   |   JII 629.726 (0)   |   JII70 221.943 (0)   |   KOMPAS100 1220.71 (0)   |   LQ45 950.717 (0)   |   MBX 1696.63 (0)   |   MNC36 322.327 (0)   |   PEFINDO25 325.87 (0)   |   SMInfra18 306.901 (0)   |   SRI-KEHATI 370.644 (0)   |  

Cegah Risiko Gaya Hidup Sedentari dengan Aktif Bergerak

Jumat, 6 November 2020 | 21:29 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Hampir sudah lebih dari delapan bulan masyarakat hanya beraktivitas di rumah saja. Mirisnya, hal ini malah mengubah gaya hidup masyarakat menjadi sedentari atau kurang gerak. Padahal, gaya hidup tersebut sangat berisiko menyebabkan berbagai penyakit serius.

Senior Director & Country General Manager Herbalife Nutrition Indonesia, Andam Dewi mengatakan, gaya hidup sedentari tidak hanya menyebabkan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes, dan obesitas, tetapi juga meningkatkan risiko kanker usus besar, tekanan darah tinggi, osteoporosis, depresi, dan kecemasan, menjadikannya salah satu risiko kesehatan yang paling serius saat ini.

"Untuk itu, setelah berbulan-bulan beraktivitas di rumah karena kebijakan pembatasan kegiatan sosial oleh pemerintah, inilah saat yang tepat mulai bergerak untuk mengembalikan kesehatan,” ungkap Andam dalam keterangan pers diterima Jumat (6/11/2020).

Andam mengatakan dalam rangka mengajak masyarakat untuk kembali aktif dan menerapkan gaya hidup sehat setelah lama terhalang pandemi, pihaknya menghadirkan kampanye Get Moving With Good Nutrition.

Kampanye tersebut dimulai dari virtual run, e-wellness tour, hingga sesi senam secara daring, semua aktivitas tersebut dirancang untuk memulai kembali nutrisi positif dan kebiasaan hidup sehat dan aktif bagi semua.

Sebagai aktivitas utama dari rangkaian kampanye tersebut, hadir Herbalife Nutrition 40th Anniversary Virtual Run juga merayakan rekam jejak Herbalife Nutrition selama 40 tahun sebagai penyedia nutrisi bagi masyarakat dunia.

"Lari secara virtual ini akan dimulai pada 1 November 2020 hingga 30 November 2020. Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk dapat beraktivitas fisik dan dapat mengajak bersama keluarga, teman, dan orang-orang di sekitarnya untuk melakukan hal yang sama,” paparnya.

Menurut Andam, di ajang virtual run tersebut terdiri dari dua kategori, yaitu kategori individu dengan jarak 4 kilometer (km), 24 km dan 40 km dan untuk kategori beregu (tim) dengan jarak 24 km, 40 km, 60km, 80 km dan 100 km. Selain itu, di kegiatan ini akan diadakan program donasi sukarela yang akan disalurkan kepada program Casa Herbalife melalui Herbalife Nutrition Foundation.

"Untuk membantu para peserta mempersiapkan diri untuk lari, Herbalife Nutrition telah menyusun serangkaian konten pelatihan lari secara virtual. Salah satunya sesi pelatihan lari yang diberikan oleh Vice President Worldwide Sports Performance and Fitness Herbalife Nutrition Samantha Clayton," tutupnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Herbalife Nutrition Luncurkan Kampanye "Get Moving With Good Nutrition"

Setelah berbulan-bulan aktivitas di rumah akibat adanya pembatasan sosial, inilah saatnya bergerak untuk mengembalikan kesehatan.

KESEHATAN | 6 November 2020

Sore Ini, Menkes Terawan Akan Bicara soal Penanganan Covid-19 di WHO

Menkes diminta untuk berbagi pengalaman Indonesia yang berhasil melaksanakan intra-action-review (IAR) nasional Covid-19.

KESEHATAN | 6 November 2020

Menristek Dorong Obat Herbal Jadi Rujukan Jaminan Kesehatan Nasional

Pemerintah juga memerlukan dukungan para dokter dan pimpinan RS, karena mereka merupakan penentu pengadaan alat kesehatan dan obat.

KESEHATAN | 6 November 2020

Update Covid-19: Tambah 3.778, Kasus Positif di Indonesia Jadi 429.574

Penambahan 3.778 kasus baru berdasarkan pemeriksaan spesimen sebanyak 38.091.

KESEHATAN | 6 November 2020

KSP Tegaskan Prinsip Keamanan Paling Utama dalam Vaksinasi

Jika imunisasi berhasil mencakup minimal 75% dari populasi maka akan tercapai kekebalan kelompok (herd immunity).

KESEHATAN | 6 November 2020

Mau Tahu Solusi Alami untuk BAB Macet?

Perbaiki pola makan dan rajin berolahraga dapat mengatasi BAB tidak lancar.

KESEHATAN | 10 November 2020

Disiplin Protokol Kesehatan jika Tidak Ingin Lockdown Seperti Eropa

Masyarakat juga harus belajar dari perkembangan beberapa negara di Eropa, yang harus kembali melakukan lockdown karena terjadi kenaikan pada kasus positifnya.

KESEHATAN | 6 November 2020

Provinsi Prioritas Covid-19 Jadi 13 Provinsi

Provinsi yang baru masuk adalah Sumatera Barat, Riau, dan Kalimantan Timur.

KESEHATAN | 6 November 2020

Vaksin Covid-19 Masih dalam Tahap Finalisasi

Ia meminta semua pihak menunggu rilis resmi dari BPOM yang mengawal langsung.

KESEHATAN | 6 November 2020

2030, Jumlah Perokok Anak Diprediksi Tembus 15 Juta

Ini terbukti dari prevalensi perokok anak usia 10-18 tahun yang ditargetkan turun malah naik dari 7,2% (2013) menjadi 9,1% (2018).

KESEHATAN | 5 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS