Kenali Gejala Kecemasan Sosial saat Pandemi Covid-19
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Kenali Gejala Kecemasan Sosial saat Pandemi Covid-19

Sabtu, 7 November 2020 | 16:13 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 juga memberikan dampak pada kesehatan mental. Salah satunya adalah kecemasan sosial atau dikenal dengan demam panggung. Lalu bagaimanakah mengenali gejalanya dan mengatasinya?

Psikiater dan ahli psikosomatis RS Omni Hospital Alam Sutera, dr Andri SpKJ menjelaskan, kecemasan sosial adalah kondisi ketika seseorang merasa cemas dan takut ketika harus bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain atau dikenal dengan istilah demam panggung.

"Gejala kecemasan sosial ditandai dengan timbulnya benjolan di tenggorokan, berkeringat, gemetar, jantung kerap berdebar kencang, ketegangan otot, nyeri, mual, atau pusing. Ada juga perasaan ingin melarikan diri, dirundung perasaan bersalah, dan selalu ingin menghindar ketika harus tampil di depan umum atau ketika harus menjadi pusat perhatian," jelas dr Andri, di sela virtual talk show SuperYou bertajuk #SuperONEderful, Sabtu (7/11/2020).

Menurut dr Andri, pengidap kecemasan sosial juga kerap menghindari orang-orang yang mereka anggap punya kedudukan lebih tinggi dari dirinya meskipun orang tersebut masih keluarga.

"Kecemasan yang intens secara terus menerus dari penderita kecemasan sosial dapat mempengaruhi kesehatan fisik atau dikenal dengan istilah psikosomatik, yaitu keluhan fisik yang timbul atau dipengaruhi oleh pikiran atau emosi, bukan oleh alasan fisik, seperti luka atau infeksi," tegasnya.

Untuk menghindari gejala kecemasan, dr Andri menyarankan beberapa tips, seperti mencoba membiasakan diri untuk menghadiri meeting tepat waktu sehingga dapat melihat satu per satu audience yang datang, membekali diri dengan update mengenai situasi atau pemberitaan terkini sehingga memiliki topik untuk menjadi bahan diskusi dengan orang lain. "Selain itu, menghindari minuman beralkohol, mengonsumsi makanan sehat, dan rajin berolahraga," tandasnya.

Sementara itu, Head of Digital Channel Sequis, Evan Tanotogono mengatakan, kesehatan mental menjadi topik hangat selama pandemi Covid-19, terutama pada generasi milenial.

"Beberapa orang mungkin ada yang mengalami kecemasan sosial. Terganggunya kesehatan dapat menimbulkan kecemasan baru, yaitu jika harus mendapatkan perawatan medis maka harus mengeluarkan sejumlah uang yang tidak kecil dan bisa jadi menggerus finansial keluarga," jelasnya.

Menurut Evan, bagi mereka yang telah memiliki asuransi, rasa cemas pada jumlah tagihan rumah sakit masih bisa dikendalikan sebab biayanya akan ditanggung oleh perusahaan asuransi dengan nilai pertanggungan sesuai yang tercantum pada polis.

"Memiliki asuransi saat pandemi, sudah bukan lagi sekadar pilihan perlu atau tidak karena sudah menjadi prioritas. Perasaan cemas jika finansial tergerus karena biaya medis atau hilangnya sumber pendapatan karena meninggal dunia dapat dialihkan menjadi rasa aman dengan berasuransi,” tutupnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Update Covid-19: Tambah 4.262, Kasus Positif di Indonesia Jadi 433.836

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 4.262 selama 24 jam terakhir sampai Sabtu (7/11/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 433.836.

KESEHATAN | 7 November 2020

Menkes Diundang ke Forum WHO, IAKMI: Tak Berarti Dinilai Sukses Atasi Pandemi

Pemerintah dianggap berhasil menerapkan review terhadap penanganan Covid-19, bukan dianggap berhasil mengatasi pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 6 November 2020

Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia di Bawah Rata-rata Dunia

Jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia terus mengalami tren penurunan.

KESEHATAN | 6 November 2020

Peran Penting Support System Bagi Diabetasi

Keluarga mempunyai peran penting sebagai agen perubahan untuk mencegah dan melawan diabetes dari rumah.

KESEHATAN | 6 November 2020

Cegah Risiko Gaya Hidup Sedentari dengan Aktif Bergerak

Gaya hidup sedentari sangat berisiko menyebabkan berbagai penyakit serius.

KESEHATAN | 6 November 2020

Herbalife Nutrition Luncurkan Kampanye "Get Moving With Good Nutrition"

Setelah berbulan-bulan aktivitas di rumah akibat adanya pembatasan sosial, inilah saatnya bergerak untuk mengembalikan kesehatan.

KESEHATAN | 6 November 2020

Sore Ini, Menkes Terawan Akan Bicara soal Penanganan Covid-19 di WHO

Menkes diminta untuk berbagi pengalaman Indonesia yang berhasil melaksanakan intra-action-review (IAR) nasional Covid-19.

KESEHATAN | 6 November 2020

Menristek Dorong Obat Herbal Jadi Rujukan Jaminan Kesehatan Nasional

Pemerintah juga memerlukan dukungan para dokter dan pimpinan RS, karena mereka merupakan penentu pengadaan alat kesehatan dan obat.

KESEHATAN | 6 November 2020

Update Covid-19: Tambah 3.778, Kasus Positif di Indonesia Jadi 429.574

Penambahan 3.778 kasus baru berdasarkan pemeriksaan spesimen sebanyak 38.091.

KESEHATAN | 6 November 2020

KSP Tegaskan Prinsip Keamanan Paling Utama dalam Vaksinasi

Jika imunisasi berhasil mencakup minimal 75% dari populasi maka akan tercapai kekebalan kelompok (herd immunity).

KESEHATAN | 6 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS