Pandemi dan Resesi Jadi Tantangan Pengentasan Stunting
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 512.005 (-6.84)   |   COMPOSITE 6248.46 (-48.82)   |   DBX 1360.69 (9.25)   |   I-GRADE 178.558 (-2.77)   |   IDX30 501.18 (-6.46)   |   IDX80 134.891 (-1.5)   |   IDXBUMN20 391.494 (-5.94)   |   IDXESGL 138.797 (-1.34)   |   IDXG30 140.594 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 444.842 (-5.97)   |   IDXQ30 144.61 (-1.81)   |   IDXSMC-COM 297.035 (-1.97)   |   IDXSMC-LIQ 354.776 (-3.84)   |   IDXV30 134.17 (-1.02)   |   INFOBANK15 1041.89 (-18.93)   |   Investor33 432.33 (-5.63)   |   ISSI 179.471 (-1.28)   |   JII 609.439 (-6.78)   |   JII70 215.337 (-2.24)   |   KOMPAS100 1204.27 (-15.92)   |   LQ45 940.235 (-12.38)   |   MBX 1689.01 (-17.61)   |   MNC36 320.772 (-4.37)   |   PEFINDO25 321.867 (-5.36)   |   SMInfra18 307.883 (-4.4)   |   SRI-KEHATI 367.45 (-5.83)   |  

Pandemi dan Resesi Jadi Tantangan Pengentasan Stunting

Senin, 9 November 2020 | 18:22 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 dan resesi, menambah tantangan dalam upaya percepatan penanganan malnutrisi di Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk tetap memenuhi akses makanan bergizi.

Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Lenny Rosalin menjelaskan, seluruh kondisi yang dihadapi anak Indonesia saat ini bisa menghambat upaya pengentasan stunting di Indonesia.

Pandemi menyebabkan anggaran negara dan nilai mata uang turun, pendapatkan masyarakat berkurang, hingga daya beli menurun. Berdasarkan data Susenas oleh BPS pada Maret 2020 oleh BPS, angka pengeluaran keluarga setelah beras adalah rokok (lebih dari 12 persen), sementara sumber protein seperti telur, ayam dan susu masih sangat minim.

"Pengeluaran keluarga untuk membeli telur hanya 4 persen, membeli ayam juga 4 persen, susu bahkan di bawah itu. Bagaimana stunting mau di atasi jika pola pengeluaran keluarga seperti itu? Padahal untuk pengentasan stunting protein hewani menjadi utama dan disarankan,” ungkap Lenny dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Senin (9/11/2020).

Dalam situasi yang tidak pasti dan penuh dengan tantangan bagi anak Indonesia, prioritas harus tetap diberikan pada kesehatan jangka panjang anak yang akan menjadi pemimpin masa depan. Terlebih, anak Indonesia yang menjadi korban virus Covid-19 merupakan yang tertinggi se-Asia, dengan 3.928 anak terinfeksi dan 59 anak meninggal dunia.

"Hal ini dapat disebabkan oleh banyak hal, beberapa diantaranya rendahnya implementasi protokol kesehatan, keterlambatan penanganan, hingga kurangnya imunitas akibat kekurangan gizi dan malnutrisi,” jelasnya.

Selain dampak langsung pandemi pada anak, Lenny menambahkan, kondisi sosiopolitik yang terjadi di Indonesia juga belakangan menjadi perhatian. Beberapa orang tua mengeluhkan sulitnya mendapatkan produk susu anak mereka karena isu boikot dan sweeping di beberapa tempat yang sejatinya tidak relevan dengan anak Indonesia. Ajakan untuk memboikot produk makanan dan minuman misalnya, juga membuat masyarakat sulit menemukan produk tertentu di toko eceran.

"Menyelamatkan anak bangsa usia 1 tahun sampai dengan 18 tahun yang jumlahnya 80 juta sekarang ini, jauh lebih utama dan penting. Masalah kesehatan jangan dicampur dan dikaitakan dengan isu politik dan ras, agar gangguan gizi bisa terselesaikan dengan baik dan cepat,” ujar Lenny.

Sementara itu, dokter anak yang juga mantan Deputi Kemenko PMK, Dr dr Rachmat Sentika SpA MARS menambahkan, makanan dan minuman yang bergizi merupakan salah satu kunci utama dalam pencegahan dan penanganan malnutrisi.

Jumlah kasus stunting dan gizi buruk pada balita sudah tinggi di Indonesia dan saat ini sedang dalam proses penanganan. Namun semenjak pandemi, upaya tersebut hampir tidak ada.

"Imunisasi hanya terjadi 37,2 persen. Posyandu hanya 19,2 persen yang beroperasi. Dikhawatirkan, dengan kurangnya pemantauan tumbuh kembang anak dan pemberian nutrisi, penurunan angka stunting bisa terganggu,” kata dr Rachmat.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Update Covid-19: Tambahan Kasus Sembuh di 16 Provinsi Lebih Banyak Dibanding Kasus Baru

DKI Jakarta melaporkan kasus sembuh sebanyak 1.124, sedangkan kasus baru sebanyak 716 dan tambahan 12 kasus meninggal.

KESEHATAN | 9 November 2020

Update Covid-19: Tambah 2.853, Kasus Positif di Indonesia Jadi 440.569

Penambahan sebanyak 2.853 kasus baru Covid-19 tersebut berdasarkan pemeriksaan spesimen sebanyak 34.365.

KESEHATAN | 9 November 2020

Persiapan Vaksinasi Covid-19, Badan POM Jaga Keamanan dan Mutu

Vaksin Covid-19 harus melalui tahap penelitian yang baik dan benar sebelum dinyatakan siap dan aman untuk diberikan kepada masyarakat.

KESEHATAN | 9 November 2020

Adopsi Protokol 3M, Cegah Covid-19 di Pengungsian

Pemerintah harus menyiapkan sanitasi lingkungan pengungsian dengan baik. Selain itu, penerapan protokol kesehatan juga harus dilakukan terutama menjaga jarak.

KESEHATAN | 8 November 2020

IDI: Izin Darurat Vaksin Covid-19 Sebaiknya Tunggu Uji Klinis Fase 3

Sampai saat ini belum satu pun vaksin Covid-19 di dunia yang terbukti aman dan khasiat berbasis uji klinis fase 3.

KESEHATAN | 8 November 2020

Izin EUA Vaksin Covid-19 Sebaiknya Tunggu Hasil Uji Klinik Fase 3

Para pakar menilai sebaiknya UEA diterbitkan setelah uji klinik fase 3 selesai dilakukan, sehingga terjamin aspek keamanan dan efikasinya.

KESEHATAN | 8 November 2020

Update Covid-19: Tambah 3.880, Kasus Positif di Indonesia Jadi 437.716

Sedangkan kasus sembuh bertambah 3.881 sehingga total menjadi 368.298 dan tambahan 74 kasus meninggal.

KESEHATAN | 8 November 2020

Medsos Jadi Pemicu Kecemasan di Masa Pandemi

Informasi soal Covid-19 di media sosial sering disajikan dengan cara kurang tepat atau bertujuan menakut-nakuti.

KESEHATAN | 7 November 2020

1.658 Pasien Covid-19 Jalani Perawatan di Wisma Atlet Kemayoran

Sebanyak 1.658 pasien positif virus corona (Covid-19) tengah menjalani isolasi mandiri dan perawatan di Tower 4-7 Wisma Atlet Kemayoran.

KESEHATAN | 7 November 2020

Tips Memilih Asuransi di Masa Pandemi Covid-19

Memiliki asuransi kesehatan di masa pandemi Covid-19 merupakan hal yang tepat karena paparan virus corona dapat terjadi kapan saja.

KESEHATAN | 7 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS