Resistensi Masyarakat Jadi Tantangan Vaksinasi Covid-19
Logo BeritaSatu

Resistensi Masyarakat Jadi Tantangan Vaksinasi Covid-19

Selasa, 10 November 2020 | 22:00 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Vaksinasi adalah salah satu alternatif intervensi untuk menekan penyebaran dan angka kematian akibat Covid-19. Untuk menyelenggarakan vaksinasi, tantangan pemerintah bukan hanya soal mendapatkan vaksin yang aman dan efektif saja, tetapi juga bagaimana meyakinkan masyarakat agar mau divaksinasi. Resistensi sebagian masyarakat terhadap vaksin ini perlu menjadi perhatian pemerintah.

Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Prof Sri Rezeki Hadinegoro mengatakan, untuk meningkatkan kekebalan komunitas atau herd immunity, maka cakupan vaksinasi harus tinggi. Ini terutama untuk menekan angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia yang saat ini masih lebih tinggi dari angka global. Selain menyediakan vaksin, juga harus dipastikan banyak masyarakat mau diimunisasi. Riset menunjukkan baru sekitar 70% populasi mau diimunisasi, sisanya ragu-ragu atau tidak mau.

“Harus banyak yang mau diimunisasi. Ini tantangan kita. Ini pentingnya media untuk memberikan informasi apa pentingnya imunisasi, sehingga masyarakat mau,” kata Sri kepada Suara Pembaruan, Selasa (10/11/2020).

Sri mengatakan, sebagian orang tidak mau diimunisasi karena berbagai faktor penyebab. Salah satunya adalah mitos mengenai vaksin yang disebut menyebabkan efek samping berat.

Anehnya orang lebih takut pada efek samping vaksin bukan pada penyakit itu sendiri. Padahal menurut Sri, kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) biasanya terjadi karena kondisi tertentu.

Jenis vaksin seperti Sinovac yang sedang dikembangkan di Universitas Padjajaran Bandung bersama Biofarma memiliki efek samping rendah. Sebab, ini jenis vaksin mati atau diinaktivasi, sehingga tidak berisiko menimbulkan penyakit karena tidak mengandung komponen hidup dari virus.

Efek samping yang ditimbulkan hanya efek lokal, artinya di sekitar tempat penyuntikan, seperti bengkak sementara. Selain itu, sebagian masyarakat mempersoalkan tentang haram-halalnya vaksin.

“Sebetulnya mereka menolak karena belum mengerti dengan baik. Saya mempelajari vaksin saja 20 tahun lebih, apalagi awam. Kadang ada kekhawatiran berlebihan yang harusnya ditarik,” kata Sri saat berbicara dalam dialog bertemakan “Berjuang Tanpa Lelah Menyiapkan Vaksin”.

Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, tidak cukup hanya tenaga kesehatan yang bekerja. Butuh dukungan berbagai pihak, seperti media, tokoh agama atau masyarakat. Informasi yang salah mengenai imunisasi harus diluruskan ke masyarakat.

Sri juga mengatakan, vaksin Covid-19 akan diberikan kepada usia 18-59 tahun. Alasannya, karena uji klinis fase 3 vaksin Sinovac dilakukan terhadap rentang usia ini. Selain itu, kebanyakan penderita Covid-19 berusia produktif yaitu 18-59 tahun.

Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran, Prof Kusnandi Rusmil mengatakan, selain Covid-19, banyak sekali penyakit pada anak di Indonesia yang bisa dicegah dengan imunisasi, seperti TBC, pneumonia, dan diare.

Persoalannya, cakupan imunisasi di Indonesia lebih rendah dibanding negara lain, yaitu hanya sekitar 65%. Padahal di negara lain dengan tingkat kebersihan lingkungan, air bersih dan sanitasi tinggi saja, seperti Amerika Serikat, cakupannya imunisasinya bahkan mencapai 97%.

“Di Indonesia baru 65%, paling kurang cakupan imunisasinya dibanding negara lain. Kita harus bekerja keras bagaimana imunisasi ini meningkat, supaya penyakit-penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi harus ditingkatkan,” kata Kusnandi.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Satgas Covid-19 Prihatin Perkembangan Kasus Positif Covid-19 Alami Peningkatan 8,2%

Satgas Covid-19 prihatin melihat perkembangan kasus positif Covid-19 pada pekan ini mengalami peningkatan 8,2% dibandingkan pekan lalu.

KESEHATAN | 10 November 2020

Peringati Hari Diabetes Sedunia, Lions Indonesia Distrik 307-A1 Gelar Zoom-Webinar

Memperingati Hari Diabetes Sedunia, 14 November, Komite Pelayanan Diabetes Perkumpulan Lions Indonesia Distrik 307-A1 akan menyelenggarakan Zoom-Webinar.

KESEHATAN | 10 November 2020

Dibandingkan Negara Eropa dan Asia Tenggara, Penanganan Covid-19 di Indonesia Tunjukkan Hasil Positif

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan hasil yang positif.

KESEHATAN | 10 November 2020

Dexa Medica Komitmen Kembangkan Obat Modern Asli Indonesia

Dexa Medica meraih penghargaan Anugerah Industri Inovatif 2020 dari Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional.

KESEHATAN | 10 November 2020

Kalbe Perkuat Hilirisasi Penelitian di Indonesia

Hilirisasi penelitian turut berkontribusi positif dalam peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat.

KESEHATAN | 10 November 2020

Pahlawan Pandemi Berjuang dalam Sunyi

Sambil menunggu wisuda, Ika memutuskan untuk menjadi relawan sebagai sopir ambulans. Ia pernah mengangkut 87 pasien terinfeksi Covid-19 dalam sehari.

KESEHATAN | 10 November 2020

Peran Penting Manajemen Diabetes di Masa Pandemi

Penderita diabetes harus mengetahui manajemen diabetes selama pandemi Covid-19 agar kondisi gula darah terkontrol dengan baik.

KESEHATAN | 10 November 2020

Update Covid-19: Tambah 3.779 Kasus Positif di Indonesia Jadi 444.348

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 3.779, dalam 24 jam terakhir sampai Selasa (10/11/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 444.348.

KESEHATAN | 10 November 2020

Vaksin Merah Putih Baru Mulai Uji Coba Pada Hewan

Vaksin Merah Putih Indonesia memasuki tahap uji coba pada hewan.

KESEHATAN | 9 November 2020

Vaksin Covid-19 Impor Harus dengan Rekomendasi WHO

Misalnya, vaksin Sinovac dari Tiongkok yang rencananya akan menyediakan sekitar 3 juta dosis untuk Indonesia dengan platform dua dosis (dual dose).

KESEHATAN | 9 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS