Penuhi Kebutuhan Dokter, Konsil Kedokteran Percepat Regulasi Pendidikan
Logo BeritaSatu

Penuhi Kebutuhan Dokter, Konsil Kedokteran Percepat Regulasi Pendidikan

Selasa, 10 November 2020 | 19:00 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Di masa pandemi Covid-19 ini kebutuhan akan tenaga dokter meningkat di sejumlah daerah dengan jumlah kasus tinggi. Di sisi lain, jumlah tenaga medis, khususnya dokter, yang wafat karena terinfeksi Covid-19 juga kian bertambah. Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) melaporkan per hari ini, jumlah dokter yang meninggal telah mencapai 168 orang terdiri dari 159 dokter dan 9 dokter gigi.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) akan mempercepat regulasi terkait pendidikan dokter dan dokter gigi.

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan, agar pelayanan kedokteran bisa mencakup seluruh pelosok daerah, maka distribusi dokter harus merata. Seperti diketahui, maldistribusi dokter selama ini jadi persoalan dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Mayoritas dokter terutama dokter spesialis berada di kota besar, sehingga beberapa daerah di Tanah Air belum tersentuh pelayanan kesehatan berkualitas.

“Perlu kita maknai dengan menengok diri kita sendiri untuk bagaimana supaya bisa terdistribusi dengan merata. Dokter yang terdistribusi secara merata sehingga pelayanan kedokteran bisa mencakup seluruh pelosok Tanah Air,” kata Menkes saat membuka Rakornas Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) 2020 yang disiarkan secara daring, Selasa (10/11/2020).

Menkes mengatakan, pemerataan distribusi dokter ini adalah salah satu dari arah kebijakan pemerintah menuju praktik kedokteran yang berdaya saing global. Selain pemerataan dokter, juga perlu dilakukan pembinaan kepada institusi pendidikan kedokteran untuk meluluskan dokter yang punya daya saing global. Kemudian, perlu juga diberikan peluang besar untuk dokter melanjutkan ke jenjang spesialis.

Menurut Menkes, profesi dokter merupakan salah satu sektor tenaga kerja yang perlu diperkuat dan dijaga profesionalismenya. Dokter merupakan sumber daya manusia yang punya peran penting dalam pembangunan kesehatan dalam rangka program Indonesia sehat, SDGs serta peluang di era global,

“Peningkatan profesionalisme dokter dalam menghadapi tantangan kesehatan hanya dapat berhasil apabila kita sudah melakukan transformasi cara berpikir, tidak berjalan sendiri tapi berkoordinasi antara pemangku kepentingan,” ucap Menkes.

Ketua Umum KKI, Putu Moda Arsana mengatakan, di Indonesia saat ini terdapat 230.625 dokter. Jumlah itu terdiri dari dokter umum sebanyak 149.231 orang, dokter gigi 34.466 orang, dokter gigi spesialis 4.400 orang, dan dokter spesialis 42.528 orang. Wafatnya dokter-dokter akibat terinfeksi Covid-19 mengurangi jumlah ini.

“Kami berusaha mempercepat regulasi terkait dokter dalam pendidikannya untuk segera dipercepat sehingga kebutuhannya terpenuhi. Untuk itu kami harus bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, kolegium, organisasi rumah sakit pendidikan, institusi pendidikan, dan Kementerian Kesehatan untuk penempatannya,” kata Moda.

Moda juga mengatakan, pandemi Covid-19 telah mengubah cara pencapaian kompetensi dan pelaksanaan praktik kedokteran. Ini jadi masalah besar bagi KKI. Sebelum pandemi, dalam proses pendidikan kedokteran bisa langsung memegang pasien. Namun, karena adanya kekhawatiran terhadap penularan Covid-19, beberapa proses pendidikan dilakukan secara daring atau tidak memegang pasien.

KKI meminta agar meskipun proses pendidikan dilakukan secara daring, tetapi tidak mengurangi kompetensi lulusan dokter. Untuk praktik kedokteran sendiri, KKI telah mengeluarkan peraturan salah satunya mengatur mengenai telemedis.

Pelayanan kesehatan secara daring masih boleh dilakukan antar fasilitas kesehatan. Sedangkan antara dokter dan pasien hanya boleh daring kalau menyangkut konsultasi, tetapi tidak untuk diagnosis. Ke depan, telemedis perlu dikembangkan.

Wafat
Tim Mitigasi IDI mengumumkan pembaruan data tenaga medis yang wafat akibat Covid-19. Dari Maret hingga November ini, terdapat total 282 petugas medis dan kesehatan yang wafat akibat terinfeksi Covid-19, yang terdiri dari 159 dokter dan 9 dokter gigi, dan 114 perawat.

Ketua Tim Mitigasi IDI Dr Adib Khumaidi, mengatakan, dalam situasi pandemi saat ini, para petugas medis dan kesehatan adalah pahlawan dalam arti sebenarnya. Mereka berani dan kuat pada saat ketakutan. Mereka muncul setiap hari untuk melawan Covid-19, sering kali dengan membahayakan kesehatan mereka dan keluarga mereka. Bahkan tidak sedikit yang kehilangan nyawa karenanya.

Menurut Adib, dokter yang wafat berusaha keras mengatasi rintangan yang dilemparkan di jalur mereka dan menempatkan kesehatan pasien di atas kesehatannya sendiri. Paling tidak yang bisa masyarakat lakukan adalah mematuhi protokol kesehatan dan memberikan dukungan moral dan mental yang akan membantu mereka melewati krisis saat ini dan seterusnya.

Pemerintah juga diminta untuk mengapresiasi pengorbanan setiap tenaga medis dan kesehatan yang terlibat dalam penanganan Covid-19 ini dengan memberikan jaminan kesehatan dan kesejahteraan dari negara baik pada tenaga medis dan kesehatan yang masih menjalankan tugasnya maupun yang sedang dirawat, dan juga yang sudah wafat. Apresiasi dari pemerintah dan masyarakat merupakan booster dan vitamin yang kuat untuk meningkatkan ketahanan mental para tenaga medis dan petugas kesehatan.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Resistensi Masyarakat Jadi Tantangan Vaksinasi Covid-19

Sebagian orang tidak mau diimunisasi karena berbagai faktor penyebab. Salah satunya adalah mitos mengenai vaksin yang disebut menyebabkan efek samping berat.

KESEHATAN | 10 November 2020

Satgas Covid-19 Prihatin Perkembangan Kasus Positif Covid-19 Alami Peningkatan 8,2%

Satgas Covid-19 prihatin melihat perkembangan kasus positif Covid-19 pada pekan ini mengalami peningkatan 8,2% dibandingkan pekan lalu.

KESEHATAN | 10 November 2020

Peringati Hari Diabetes Sedunia, Lions Indonesia Distrik 307-A1 Gelar Zoom-Webinar

Memperingati Hari Diabetes Sedunia, 14 November, Komite Pelayanan Diabetes Perkumpulan Lions Indonesia Distrik 307-A1 akan menyelenggarakan Zoom-Webinar.

KESEHATAN | 10 November 2020

Dibandingkan Negara Eropa dan Asia Tenggara, Penanganan Covid-19 di Indonesia Tunjukkan Hasil Positif

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan hasil yang positif.

KESEHATAN | 10 November 2020

Dexa Medica Komitmen Kembangkan Obat Modern Asli Indonesia

Dexa Medica meraih penghargaan Anugerah Industri Inovatif 2020 dari Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional.

KESEHATAN | 10 November 2020

Kalbe Perkuat Hilirisasi Penelitian di Indonesia

Hilirisasi penelitian turut berkontribusi positif dalam peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat.

KESEHATAN | 10 November 2020

Pahlawan Pandemi Berjuang dalam Sunyi

Sambil menunggu wisuda, Ika memutuskan untuk menjadi relawan sebagai sopir ambulans. Ia pernah mengangkut 87 pasien terinfeksi Covid-19 dalam sehari.

KESEHATAN | 10 November 2020

Peran Penting Manajemen Diabetes di Masa Pandemi

Penderita diabetes harus mengetahui manajemen diabetes selama pandemi Covid-19 agar kondisi gula darah terkontrol dengan baik.

KESEHATAN | 10 November 2020

Update Covid-19: Tambah 3.779 Kasus Positif di Indonesia Jadi 444.348

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 3.779, dalam 24 jam terakhir sampai Selasa (10/11/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 444.348.

KESEHATAN | 10 November 2020

Vaksin Merah Putih Baru Mulai Uji Coba Pada Hewan

Vaksin Merah Putih Indonesia memasuki tahap uji coba pada hewan.

KESEHATAN | 9 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS