Penelitian UGM: Aplikasi Teman Diabetes Terbukti Bantu Pengelolaan Mandiri Penyandang Diabetes
Logo BeritaSatu

Penelitian UGM: Aplikasi Teman Diabetes Terbukti Bantu Pengelolaan Mandiri Penyandang Diabetes

Rabu, 11 November 2020 | 20:56 WIB
Oleh : Jaja Suteja / JAS

Tangerang Selatan, Beritasatu.com - Penggunaan teknologi berbasis aplikasi mulai banyak digunakan oleh pasien diabetes. Maka dari itu penting untuk diteliti bagaimana efektivitas penggunaan aplikasi berbasis teknologi untuk perawatan pasien diabetes. Aplikasi Teman Diabetes mendukung penelitian ilmiah mengenai manfaat penggunaan teknologi bagi pasien diabetes.

"Salah satu misi kami di Teman Diabetes adalah menunjang pengelolaan diabetes mandiri diabetesi dengan memberikan platform bagi penyandang diabetes untuk merekam data mereka dan menghubungkan diabetesi dengan tenaga medis ahli diabetes untuk mendapatkan arahan medis sesuai dengan kebutuhan individu para penyandang diabetes. Penelitian ini memberikan data ilmiah yang mendukung misi kami tersebut," tutur COO PT Global Urban Esensial (GUE), Ibu Tiffany Robyn di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, dalam keterangan persnya, Rabu (11/11/2020).

Tiffany Robyn berharap, hasil penelitian ilmiah ini membuat para dokter dan juga tenaga medis lainnya merekomendasikan penggunaan aplikasi Teman Diabetes kepada pasien diabetes. Selain itu dirinya juga berharap semakin banyak pasien diabetes yang mempercayakan Pengelolaan Gula Darah Mandiri (PGDM) dengan aplikasi Teman Diabetes yang memiliki fitur antara lain yakni Edukasi Dasar, Rekaman dan Telekonsultasi.

Penelitian ilmiah pertama mengenai pemanfaatan aplikasi bagi diabetesi dilakukan oleh Teman Diabetes dan Magister Farmasi Klinik Universitas Gadjah Mada (MFK UGM) pada Januari hingga Mei 2020. Penelitian tersebut bertujuan untuk menilai efektivitas penggunaan aplikasi Teman Diabetes dalam menaikkan pengetahuan diabetes, aktivitas perawatan diri dan perbaikan nilai klinis perawat penyandang diabetes tipe 2.

Tim peneliti riset ini adalah Zullies Ikawati, selaku peneliti utama, Nidaul Hasanah, dan Perdani Adnin Maisyah. Riset tersebut menggunakan desain quasi-experimental dengan membandingkan perubahan pada grup intervensi dan grup kontrol. Pada grup intervensi adalah kelompok sampel yang menggunakan aplikasi Teman Diabetes, sedangkan kelompok lainnya tidak. Lokasi penelitian dilakukan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebanyak 124 penyandang diabetes tipe 2 menjadi sampel penelitian ini. Terdapat 80 persen sampel berusia 50-65 tahun dan 20% berusia 30-49 tahun. Pasien pria dalam penelitian ini sebanyak 46% dan 54% lainnya adalah wanita.

Mereka yang telah dibagi dua kelompok dalam penelitian ini diminta menjalani pemeriksaan HbA1c atau hemoglobin terglikosilasi. Selain itu dilakukan pula pemeriksaan glukosa plasma puasa sebelum dan sesudah 3 bulan masa intervensi. Pemeriksaan tersebut menggunakan sampel darah kapiler.

Berdasarkan nilai klinis setelah 3 bulan, terdapat penurunan nilai rata-rata HbA1c pada grup yang menggunakan aplikasi Teman Diabetes lebih signifikan dibandingkan dengan grup yang tidak menggunakan aplikasi Teman Diabetes. Begitu pula dengan nilai rata-rata gula darah puasa pada pasien di grup yang menggunakan aplikasi Teman Diabetes menurun hingga 71,4 mg/dl sedangkan rata-rata gula darah puasa grup yang tidak menggunakan aplikasi Teman Diabetes meningkat hingga 72,4 mg/dl.

Berikut hasil nilai klinis tersebut selengkapnya:

Penurunan nilai rata-rata HbA1c pada grup pengguna aplikasi Teman Diabetes (-0.7 ± 0.9%, p-value < 0.001) lebih banyak secara signifikan daripada penurunan nilai rata-rata HbA1c pada grup yang tidak menggunakan aplikasi Teman Diabetes (-0.1 ± 1.1%, p-value 0.17)

Nilai rata-rata gula darah puasa mengalami kenaikan pada grup yang tidak menggunakan aplikasi Teman Diabetes (+7.6 ± 72.4 mg/dl, p-value 0.78) dan mengalami penurunan pada grup yang menggunakan aplikasi Teman Diabetes (-25 ± 71.4 mg/dl, p-value < 0.001)

Penurunan nilai HbA1c dan gula darah puasa yang lebih banyak pada grup yang menggunakan aplikasi Teman Diabetes menandakan bahwa penggunaan aplikasi Teman Diabetes mempunyai potensi dalam memperbaiki hasil klinis pengguna.

Selanjutnya pada skoring peningkatan pengetahuan diabetes selama 2 bulan, grup yang menggunakan aplikasi Teman Diabetes lebih tinggi dibandingkan grup yang tidak menggunakan aplikasi tersebut. Adapun komponen pengetahuan yang dimaksud adalah pengetahuan umum, pengetahuan mengenai gaya hidup dan kepatuhan pengobatan, serta pengelolaan nilai glikemik.

“Penelitian menemukan bahwa penggunaan aplikasi Teman Diabetes selama 2 bulan menaikkan tingkat pengetahuan diabetes pengguna,” ungkap Zullies Ikawati.

Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa penggunaan aplikasi Teman Diabetes merupakan platform yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan terkait diabetes dan perawatannya.

"Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan aplikasi Teman Diabetes untuk membantu perawatan diabetes mandiri dapat memberikan efek perbaikan nilai klinis yang ditandai dengan penurunan angka HbA1c," kata Zullies Ikawati.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai fitur dan manfaatnya, aplikasi Teman Diabetes dapat diunduh di Playstore maupun App Store.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Update Covid-19: Tambah 3.770 Kasus Positif di Indonesia Jadi 448.118

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 3.770, dalam 24 jam terakhir sampai Rabu (11/11/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 448.118.

KESEHATAN | 11 November 2020

1.800 Pasien Covid-19 Jalani Perawatan di Wisma Atlet Kemayoran

Sebanyak 1.800 pasien positif virus corona (Covid-19) tengah menjalani isolasi mandiri dan perawatan di Tower 4-7 Wisma Atlet Kemayoran.

KESEHATAN | 11 November 2020

Penuhi Kebutuhan Dokter, Konsil Kedokteran Percepat Regulasi Pendidikan

Di Indonesia saat ini terdapat 230.625 dokter. Wafatnya dokter-dokter akibat terinfeksi Covid-19 mengurangi jumlah ini.

KESEHATAN | 10 November 2020

Resistensi Masyarakat Jadi Tantangan Vaksinasi Covid-19

Sebagian orang tidak mau diimunisasi karena berbagai faktor penyebab. Salah satunya adalah mitos mengenai vaksin yang disebut menyebabkan efek samping berat.

KESEHATAN | 10 November 2020

Satgas Covid-19 Prihatin Perkembangan Kasus Positif Covid-19 Alami Peningkatan 8,2%

Satgas Covid-19 prihatin melihat perkembangan kasus positif Covid-19 pada pekan ini mengalami peningkatan 8,2% dibandingkan pekan lalu.

KESEHATAN | 10 November 2020

Peringati Hari Diabetes Sedunia, Lions Indonesia Distrik 307-A1 Gelar Zoom-Webinar

Memperingati Hari Diabetes Sedunia, 14 November, Komite Pelayanan Diabetes Perkumpulan Lions Indonesia Distrik 307-A1 akan menyelenggarakan Zoom-Webinar.

KESEHATAN | 10 November 2020

Dibandingkan Negara Eropa dan Asia Tenggara, Penanganan Covid-19 di Indonesia Tunjukkan Hasil Positif

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan hasil yang positif.

KESEHATAN | 10 November 2020

Dexa Medica Komitmen Kembangkan Obat Modern Asli Indonesia

Dexa Medica meraih penghargaan Anugerah Industri Inovatif 2020 dari Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional.

KESEHATAN | 10 November 2020

Kalbe Perkuat Hilirisasi Penelitian di Indonesia

Hilirisasi penelitian turut berkontribusi positif dalam peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat.

KESEHATAN | 10 November 2020

Pahlawan Pandemi Berjuang dalam Sunyi

Sambil menunggu wisuda, Ika memutuskan untuk menjadi relawan sebagai sopir ambulans. Ia pernah mengangkut 87 pasien terinfeksi Covid-19 dalam sehari.

KESEHATAN | 10 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS