Menkes Minta Pemda Serius Tangani Limbah Medis
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-5.14)   |   COMPOSITE 6289.65 (-97.21)   |   DBX 1346.19 (-23.67)   |   I-GRADE 181.205 (-2.45)   |   IDX30 507.3 (-7.52)   |   IDX80 137.13 (-2.62)   |   IDXBUMN20 404.453 (-9.23)   |   IDXESGL 139.923 (-2.03)   |   IDXG30 143.928 (-2.19)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-6.07)   |   IDXQ30 145.336 (-1.71)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-5.41)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-9.36)   |   IDXV30 137.088 (-4.14)   |   INFOBANK15 1041.31 (-4.11)   |   Investor33 435.377 (-4.8)   |   ISSI 184.679 (-3.5)   |   JII 634.506 (-13.98)   |   JII70 224.071 (-4.76)   |   KOMPAS100 1224.8 (-19.73)   |   LQ45 952.541 (-15.22)   |   MBX 1705.32 (-25.46)   |   MNC36 322.487 (-3.78)   |   PEFINDO25 325.966 (-4.17)   |   SMInfra18 310.375 (-7.36)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-4.41)   |  

Menkes Minta Pemda Serius Tangani Limbah Medis

Jumat, 13 November 2020 | 14:47 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Persoalan limbah medis terlebih saat pandemi Covid-19 perlu menjadi perhatian serius berbagai pihak. Tak terkecuali, pemerintah daerah yang menjadi penggerak penerapan pengolahan limbah di masyarakat lokal setempat.

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto mengatakan berbagai pemangku kepentingan termasuk pemerintah daerah baik provinsi hingga tingkat kota bisa berupaya mengembangkan pengelolaan limbah medis sesuai kearifan lokal masing-masing.

"Agar dapat mengakselerasi penanganan limbah medis," ujar Terawan dalam webinar daring “Seruan Nasional Dalam Akselerasi Penanganan Limbah Medis”⁣⁣, Jumat (13/11/2020).

Tak hanya daerah, Terawan juga menekankan agar berbagai stakeholder di berbagai jajaran kesehatan seluruh Indonesia dan sektor lainnya bisa mendorong upaya tersebut. Ini disebabkan, limbah medis di masa pandemi ini mengalami peningkatan yang signifikan.

Menurut data yang dihimpun Kemenkes, di tahun 2019, ada sekitar 295 ton/hari. Sementara sepanjang pandemi Covid-19, meningkat 30 persen.

"Limbah medis perlu ditangani sesuai dengan persyaratan agar mencegah penularan Covid-19 dan penyakit menular lainnya," kata dia.

Dalam hal ini, Kemkes menurutnya telah melakukan berbagai upaya agar limbah medis bisa tertangani dengan baik. Mulai dari, memastikan semua fasilitas pelayanan kesehatan menyediakan sarana prasarana sesuai standar hingga dukungan Pemda yang optimal.

"Perlunya dukungan Pemda agar limbah medis dapat terselenggara dengan baik dan benar," ujarnya.

Lebih lanjut Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Kemdagri, Akmal Malik menambahkan, pihaknya juga telah meminta seluruh gubernur dan wali kota untuk melakukan segala upaya meningkatkan penanganan limbah B3.

"Untuk mengumpulkan, memilah B3 dan selanjutnya diserahkan ke Pemerintah Pusat. Kami berharap fungsi-fungsi yang diberikan kepada daerah bisa difungsikan optimal," ujar Akmal.

Dia juga mendorong Pemda untuk membentuk unit khusus teknis daerah yang berguna dalam menjalankan teknis operasional dalam menunjang pengolahan limbah media dan B3.

"Di tengah pandemi Covid-19, terjadi peningkatan limbah medis yang mendesak untuk kita lakukan bersama-sama. Sehingga penanganan limbah medis bisa terintegrasi," tegasnya.

Menyoal prinsip pengolahan limbah medis yang semestinya diterapkan, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kemkes, Kirana Pritasari menjelaskan bahwa setidaknya mesti ada fasilitas pelayanan kesehatan yang bertanggung jawab dalam pengelolaan limbah medis yang baik.

Kemudian, kata dia, perlu prinsip kewaspadaan dengan menangani dan menghindari pelayanan. Prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan medis itu bertujuan agar risiko pencemaran baik kimiawi dan biologi bisa dimitigasi. "Lalu butuh penanganan sedekat mungkin untuk mengendalikan faktor risiko limbah medis baik ke manusia atau lingkungan," kata Kirana.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, KLHK, Rosa Vivien Ratnawati mengingatkan kepada publik dan berbagai stakeholder untuk juga melakukan tindakan pengurangan sampah medis. Salah satunya, penggunaan masker secara bijak.

Dia mengingatkan, agar penggunaan masker medis sebisa mungkin digunakan bagi orang yang sakit. Sementara, bagi yang sehat bisa mengurangi sampah medis dengan menggunakan masker kain yang aman. Namun tetap, tidak mengendurkan protokol penanganan Covid-19 yaitu memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak.

"Ketika sehat, gunakan masker guna ulang (kain), karena menghindari penumpukan sampah masker. Dan bagaimana penggunaan masker sekali pakai, kami juga mengimbau bagi Pemda untuk menyediakan tempat pembuangan masker di ruang publik," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dua Anak Meninggal Tiap Jam Akibat Pneumonia

Di Indonesia, lebih dari 19.000 balita atau dua anak per jam meninggal akibat Pneumonia.

KESEHATAN | 13 November 2020

Konsultasi Online Masalah Gigi dan Mulut Diminati di Masa Pandemi

Konsultasi online semakin relevan,untuk membantu menjawab permasalahan gigi dan mulut masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 12 November 2020

Makanan IG Rendah Bantu Tingkatkan Imunitas Tubuh

Makanan mengandung indeks glikemik rendah, olahraga rutin, dan berpikir positif dapat meningkatkan jumlah sel imun dalam tubuh. Efeknya, tubuh tak mudah terserang penyakit, termasuk infeksi bakteri dan virus.

KESEHATAN | 12 November 2020

Tepuk Tangan 56 Detik, Ketua Perawat Nasional: Kami Jadi Semangat Hadapi Covid-19

Hingga kini, telah ada 115 perawat yang wafat saat berjuang melawan pandemi selama delapan bulan terakhir.

KESEHATAN | 12 November 2020

Menkes Minta Tenaga Kesehatan Tidak Kendur Hadapi Covid-19

Tenaga kesehatan diminta tidak kendur dalam menerapkan protokol kesehatan dengan ketat saat bekerja agar mengurangi risiko terinfeksi.

KESEHATAN | 12 November 2020

Putus Rantai Covid-19, Protokol 3M Harus Dibarengi 3T

Ipsos Indonesia mencatat ada 29% masyarakat yang tidak paham mengenai 3T. Sebaliknya, 99% masyarakat mengaku paham terhadap 3M.

KESEHATAN | 12 November 2020

Lambat Revisi Aturan tentang Rokok, Menkes Disomasi

Inti surat somasi tersebut adalah mendesak Kementerian Kesehatan (Kemkes) cq Menkes untuk segera menyelesaikan revisi PP 109/2012 yang tertunda 2 tahun.

KESEHATAN | 12 November 2020

Tepuk Tangan Serentak 500 Nakes Wisma Atlet Rontokkan Covid-19 di Hari Kesehatan

Tepuk tangan selama 56 detik juga menjadi bentuk apresiasi kepada para tenaga kesehatan dan masyarakat yang bahu membahu mengenyahkan pandemi Covid-19.

NASIONAL | 12 November 2020

Pneumonia Jadi Pembunuh Nomor Dua Balita di Indonesia

CEO Save the Children Indonesia Selina Patta Sumbung mengatakan setiap 1 menit 2 balita meninggal atau 2.500 balita setiap hari akibat Pneumonia

KESEHATAN | 12 November 2020

Optimalkan PJJ dengan Pahami Karakter Anak

Selama PJJ rentan menyebabkan terganggunya psikologis orang tua maupun anak.

KESEHATAN | 12 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS