Vaksin Paling Efektif Cegah Penyakit Menular
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.108 (0.21)   |   COMPOSITE 6251.05 (38.59)   |   DBX 1329.86 (16.32)   |   I-GRADE 180.794 (0.41)   |   IDX30 506.396 (0.9)   |   IDX80 136.709 (0.42)   |   IDXBUMN20 403.084 (1.37)   |   IDXESGL 140.339 (-0.42)   |   IDXG30 143.133 (0.8)   |   IDXHIDIV20 446.039 (0.87)   |   IDXQ30 145.232 (0.1)   |   IDXSMC-COM 293.729 (3.96)   |   IDXSMC-LIQ 360.142 (3.07)   |   IDXV30 135.556 (1.53)   |   INFOBANK15 1043.56 (-2.24)   |   Investor33 435.417 (-0.04)   |   ISSI 183.035 (1.64)   |   JII 629.726 (4.78)   |   JII70 221.943 (2.13)   |   KOMPAS100 1220.71 (4.09)   |   LQ45 950.717 (1.82)   |   MBX 1696.63 (8.69)   |   MNC36 322.327 (0.16)   |   PEFINDO25 325.87 (0.1)   |   SMInfra18 306.901 (3.47)   |   SRI-KEHATI 370.644 (-0.59)   |  

Vaksin Paling Efektif Cegah Penyakit Menular

Senin, 23 November 2020 | 16:49 WIB
Oleh : Dina Manafe / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Walaupun vaksinasi dan imunisasi bukan hal yang baru di Indonesia, tetapi masih ada sebagian masyarakat yang belum mengerti pentingnya vaksin untuk mencegah penyakit menular. Bahkan sebagian menganggap vaksin tidak ada gunanya.

Menurut vaksinolog sekaligus Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr Dirga Sakti Rambe, keliru apabila ada anggapan vaksin itu tidak ada gunanya. Karena vaksin sifatnya melatih sistem kekebalan tubuh agar mampu memproduksi antibodi.

Kegunaan lain yang tidak dimiliki upaya pencegahan lainnya adalah vaksin memberikan perlindungan yang sifatnya spesifik. Kemampuan vaksin untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit tertentu seperti Covid-19 membuatnya menjadi alat yang paling efektif untuk mencegah penularan.

"Oleh karena itulah banyak dokter dan ahli yang menyatakan bahwa vaksin efektif sebagai alat mencegah penularan Covid-19. Di samping tentunya terus disiplin menerapkan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman,” kata Dirga pada dialog virtual bertemakan "Vaksin Sebagai Perencanaan Preventif Kesehatan” yang diselenggarkan KPCPEN (Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional), Senin (23/11/2020).

Menurut Dirga, setiap vaksin punya efektivitas yang berbeda-beda. Vaksin pun tidak akan mendapat izin apabila efektivitasnya rendah. Untuk vaksin Covid-19, organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) menetapkan efektivitas minimal mencapai 50 persen. Namun diharapkan vaksin Covid-19 yang saat ini sedang dikembangkan memiliki efektivitas lebih tinggi dari yang ditetapkan WHO tersebut.

Masih kurangnya pemahaman sebagian masyarakat ini menunjukkan bahwa perlunya sosialisasi secara terus-menerus dan berkelanjutan mengenai vaksin. Karena Covid-19 tidak bisa diremehkan. Sebagai dokter yang menangani pasien Covid-19 sejak Maret 2020, Dirga menilai, Covid-19 sangat berbahaya. Selain penularannya cepat, pada beberapa kasus pasien yang terinfeksi kondisinya memburuk dengan cepat sekali.

Vaksin Covid-19 menjadi harapan untuk upaya menekan penyebaran virus ini. Masyarakat diminta untuk yakin bahwa vaksin yang disiapkan aman dan efektif karena harus terlebih dahulu mendapat izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Setelah mendapatkan ijin proses pembuatan vaksin ini melalui berbagai proses penelitian yang panjang termasuk tahapan uji klinik yang memastikan keamanan dan keefektifannya.

"Kalau sudah ada izin (pemakaiannya), tidak usah ragu lagi. Apabila izinnya ada dan pemerintah meminta kita vaksinasi, segera kita kerjakan bersama. Sejauh ini dari hasil uji klinik terkait keamanan, tidak ada catatan efek samping yang serius mengenai keamanan vaksin ini,” kata Dirga.

Dokter sekaligus penyintas Covid-19, Twindy Rarasati, mengatakan, vaksin sebagai alat intervensi kesehatan masyarakat di saat pandemi memang sangat dibutuhkan. Selain penyakit ini berbahaya bagi kesehatan, gejala terinfeksi Covid-19 bisa sangat minim sehingga pasien tidak menyadari telah terinfeksi. Inilah yang mengakibatkan banyaknya pasien Covid-19 terlambat ditangani atau justru mendapat penanganan pada saat gejala dan kondisinya sudah memburuk.

“Ada banyak gejala yang ditimbulkan dari Covid-19. Oleh karena itu selalu aware dengan apapun yang dirasakan oleh tubuh kita. Jangan sampai merasa sehat karena tidak demam. Padahal ada gejala terinfeksi Covid-19 di luar demam”, kata Twindy.

Menurut dia, informasi yang benar terkait protokol kesehatan dan vaksin perlu untuk masyarakat perbaharui secara berkesinambungan. Ia mengatakan, saat dirinya terinfeksi di awal April, protokol kesehatan tidak sebaik saat ini. Masyarakat saat itu juga belum sepenuhnya memahami penyakit. Belajar dari pengalaman itu, menurut Twindy, penerapan protokol kesehatan dan tanggung jawab untuk menjaga kesehatan diri sendiri wajib dilakukan agar bangsa Indonesia bisa keluar dari pandemi ini.

Masyarakat diminta untuk perbarui informasi mengenai Covid-19 terus menerus, karena dinamikanya cepat. Termasuk informasi mengenai vaksin. Informasi yang benar dan dari sumber terpercaya di bidang kesehatan sangat perlu disampaikan kepada publik. Hal ini mencegah masyarakat terjebak kabar hoax yang menyesatkan.

“Saya yakin untuk vaksin, semua aspek sudah dipertimbangkan. Tapi bukan berarti dengan adanya vaksin, kita menggantungkan semuanya kepada vaksin. Tetap harus ada protokol kesehatan dan melindungi diri sendiri yang adalah tanggung jawab kita. Saring dan jadilah kritis dalam setiap pemberitaan jangan sampai termakan hoax,” kata Twindy.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Hindari Virus dan Bakteri, Ini Batas Maksimal Pemakaian Kasur

The Better Sleep Council menyebutkan pemakaian kasur maksimal idealnya adalah tujuh sampai sepuluh tahun lamanya.

KESEHATAN | 23 November 2020

Update Covid-19: Tambah 4.442 Kasus Positif di Indonesia Tembus 500.000

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 4.442 dalam 24 jam terakhir sampai Senin (23/11/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia tembus 500.000.

KESEHATAN | 23 November 2020

Simulasi Vaksinasi Terus Dilakukan

Simulasi dilakukan mulai dari kesiapan sumber daya manusia (SDM), fasilitas sarana dan prasarana hingga pelaksanaan vaksinasi itu sendiri.

KESEHATAN | 23 November 2020

MUI: Kerja Keras 10 Bulan Terancam Sia-sia karena Kerumunan Sepekan

“Kita sangat menyesal kerja keras sepuluh bulan dihancurkan oleh kegiatan kerumunan dalam satu pekan terakhir," kata Wasekjen MUI Nadjamuddin Ramly.

KESEHATAN | 23 November 2020

Jokowi: Cegah Potensi Pelanggaran Protokol Kesehatan

KPCPEN, satgas, dan gubernur, harus terus menjaga keseimbangan gas dan rem dalam menangani Covid-19.

KESEHATAN | 23 November 2020

Sifat Guyub Orang Indonesia Sulitkan Protokol Kesehatan Jaga Jarak

Pemerintah harus tegas agar tidak terjadi kegiatan kerumunan kembali di masa pandemi ini.

KESEHATAN | 22 November 2020

Anies: Tingkat Keterisian Tempat Tidur Isolasi dan ICU di Jakarta Meningkat 2 Pekan Terakhir

Anies Baswedan mengungkapkan persentase keterpakaian tempat tidur isolasi juga ruang ICU di 98 RS Rujukan Covid-19 di DKI Jakarta meningkat 2 pekan terakhir.

KESEHATAN | 22 November 2020

Asupan Protein Penting Selama Pandemi, Hati-hati Mengkonsumsi Telur Ternak

Kebutuhan protein khususnya yang berasal dari telur selama pandemi patut diwaspadai.

KESEHATAN | 22 November 2020

Kemkes Bersiap Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19

Kementerian Kesehatan mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19.

KESEHATAN | 22 November 2020

Doni Monardo: Dibutuhkan Kerelaan Hati Masyarakat untuk Jalani Tes Swab

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 memerlukan kerelaan hati masyarakat dalam menjalani pemeriksaan.

KESEHATAN | 22 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS