Pakar: Program Imunisasi di Indonesia Sejak Lama Sukses Cegah Penyakit
INDEX

BISNIS-27 538.843 (9.76)   |   COMPOSITE 6321.86 (107.9)   |   DBX 1200.53 (9.93)   |   I-GRADE 184.241 (6.4)   |   IDX30 532.439 (13.05)   |   IDX80 142.581 (3.74)   |   IDXBUMN20 424.518 (18.32)   |   IDXESGL 148.639 (1.84)   |   IDXG30 144.207 (3.69)   |   IDXHIDIV20 468.297 (10.48)   |   IDXQ30 151.63 (3.41)   |   IDXSMC-COM 289.047 (5.63)   |   IDXSMC-LIQ 360.181 (16.02)   |   IDXV30 145.782 (3.85)   |   INFOBANK15 1071.04 (26.84)   |   Investor33 457.812 (8.8)   |   ISSI 186.628 (3)   |   JII 657.942 (12.88)   |   JII70 230.141 (4.83)   |   KOMPAS100 1272.98 (29.01)   |   LQ45 989.051 (25.8)   |   MBX 1747.76 (32.18)   |   MNC36 338.242 (6.45)   |   PEFINDO25 338.749 (2.41)   |   SMInfra18 324.227 (7.63)   |   SRI-KEHATI 391.331 (7.38)   |  

Pakar: Program Imunisasi di Indonesia Sejak Lama Sukses Cegah Penyakit

Senin, 23 November 2020 | 20:35 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Sudah sejak lama program imunisasi di Indonesia berhasil mencegah penyakit menular. Sebelum vaksin ditemukan, kematian karena penyakit menular seperti campak, difteri, dan pneumonia banyak terjadi. Dengan lahirnya vaksin, penyakit menular berbahaya tersebut sudah hilang walaupun masyarakat sering tidak menyadarinya.

“Jadi masyarakat kita harus terus-menerus diberi pengetahuan tentang penyakit apa saja yang berhasil dicegah dengan imunisasi. Jangan sampai nanti lupa lalu menghindari vaksin sehingga muncul kembali penyakit-penyakit lama,” kata pakar imunisasi, Jane Soepardi, dalam dialog Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru bertema “Tata Laksana Vaksinasi di Indonesia”, yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (23/11/2020).

Menurut Jane, dalam merancang kampanye imunisasi ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. Pertama, harus punya vaksinnya terlebih dahulu. Vaksin yang digunakan pun bukan sembarang merek. Jadi vaksin yang digunakan nanti sudah dipastikan terdaftar di WHO.

Kedua, alat penyimpanan vaksin yang perlu dipersiapkan agar tidak cepat rusak. Ketiga, penentuan lokasi imunisasi. Biasanya digunakan satu lokasi tertentu agar masyarakat mudah mengaksesnya.

Keempat, orang yang akan diimunisasi. Petugas harus sudah memiliki daftar nama yang akan divaksin. Kelima, relawan yang membantu lalu lintas di lokasi nantinya.

Dukungan penyuluhan dan sosialisasi terencana jauh-jauh hari juga harus telah dipersiapkan sebelumnya. Dengan begitu, masyarakat yang datang ke lokasi imunisasi sudah siap dan mendapat informasi yang cukup mengenai program tersebut. Kemudian pelaksana program imunisasi harus profesional di bidangnya.

“Dalam setiap kali kampanye selalu ada masalah yang baru. Kalau tidak memiliki pengalaman sebelumnya, ini akan gawat. Jadi penting sekali untuk imunisasi yang akan datang, jangan sampai orang yang tidak mengerti sama sekali dalam hal kampanye imunisasi ini diberi tugas dan tanggung jawab,” kata Jane.

Menurutnya, di Indonesia, kader-kader imunisasi di setiap desa sudah ada dan berpengalaman melakukan pelayanan imunisasi. Kader-kader ini harus dikerahkan, dan dapat dibantu unsur pramuka, karang taruna, dan petugas siskamling.

Demi menumbuhkan keyakinan bagi masyarakat tentang keamanan dan efektivitas vaksin, Jane mengatakan masyarakat harus mengetahui vaksin jauh berbeda dengan obat. Sebab, vaksin akan diberikan kepada orang sehat. Itulah sebabnya syarat vaksin dibuat sangat ketat.

“Jadi lebih baik jangan sampai tertular Covid-19, dan kalau kita beruntung mendapat imunisasinya, jangan ditolak. Kita justru bersyukur kalau mendapat vaksin Covid-19,” kata Jane.

Namun Jane mengingatkan, meskipun nanti ada vaksin, masyarakat harus tetap disiplin menerapkan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemkes Latih 8.605 Vaksinator untuk Vaksinasi Covid-19

Pelatihan kepada peserta sudah dilakukan sejak sebulan lalu.

KESEHATAN | 23 November 2020

Pemerintah Rangkul Media Massa Tingkatkan Kesadaran Masyarakat soal Vaksin Covid-19

Pemerintah melalui KPCPEN menggandeng media massa dalam upaya mengedukasi masyarakat akan pentingnya vaksin dan program vaksinasi Covid-19.

KESEHATAN | 23 November 2020

Kepala BPOM Sebut Uji Klinis Vaksin Sinovac Sudah Rampung

BPOM saat ini sedang menunggu hasil proses analisis data dari uji klinis vaksin Sinovac.

KESEHATAN | 23 November 2020

Vaksin Paling Efektif Cegah Penyakit Menular

Vaksin sifatnya melatih sistem kekebalan tubuh agar mampu memproduksi antibodi.

KESEHATAN | 23 November 2020

Hindari Virus dan Bakteri, Ini Batas Maksimal Pemakaian Kasur

The Better Sleep Council menyebutkan pemakaian kasur maksimal idealnya adalah tujuh sampai sepuluh tahun lamanya.

KESEHATAN | 23 November 2020

Update Covid-19: Tambah 4.442 Kasus Positif di Indonesia Tembus 500.000

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 4.442 dalam 24 jam terakhir sampai Senin (23/11/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia tembus 500.000.

KESEHATAN | 23 November 2020

Simulasi Vaksinasi Terus Dilakukan

Simulasi dilakukan mulai dari kesiapan sumber daya manusia (SDM), fasilitas sarana dan prasarana hingga pelaksanaan vaksinasi itu sendiri.

KESEHATAN | 23 November 2020

MUI: Kerja Keras 10 Bulan Terancam Sia-sia karena Kerumunan Sepekan

“Kita sangat menyesal kerja keras sepuluh bulan dihancurkan oleh kegiatan kerumunan dalam satu pekan terakhir," kata Wasekjen MUI Nadjamuddin Ramly.

KESEHATAN | 23 November 2020

Jokowi: Cegah Potensi Pelanggaran Protokol Kesehatan

KPCPEN, satgas, dan gubernur, harus terus menjaga keseimbangan gas dan rem dalam menangani Covid-19.

KESEHATAN | 23 November 2020

Sifat Guyub Orang Indonesia Sulitkan Protokol Kesehatan Jaga Jarak

Pemerintah harus tegas agar tidak terjadi kegiatan kerumunan kembali di masa pandemi ini.

KESEHATAN | 22 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS