Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Harus Lebih Fokus pada Kesehatan
INDEX

BISNIS-27 538.843 (6.61)   |   COMPOSITE 6321.86 (77.36)   |   DBX 1200.53 (6.46)   |   I-GRADE 184.241 (4.63)   |   IDX30 532.439 (8.78)   |   IDX80 142.581 (2.71)   |   IDXBUMN20 424.518 (12.83)   |   IDXESGL 148.639 (1.46)   |   IDXG30 144.207 (2.62)   |   IDXHIDIV20 468.297 (6.61)   |   IDXQ30 151.63 (2.32)   |   IDXSMC-COM 289.047 (4.32)   |   IDXSMC-LIQ 360.181 (12.25)   |   IDXV30 145.782 (3.16)   |   INFOBANK15 1071.04 (17.26)   |   Investor33 457.812 (5.96)   |   ISSI 186.628 (2.32)   |   JII 657.942 (10.36)   |   JII70 230.141 (3.83)   |   KOMPAS100 1272.98 (21.04)   |   LQ45 989.051 (17.91)   |   MBX 1747.76 (23.26)   |   MNC36 338.242 (4.49)   |   PEFINDO25 338.749 (1.82)   |   SMInfra18 324.227 (4.39)   |   SRI-KEHATI 391.331 (4.8)   |  

Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Harus Lebih Fokus pada Kesehatan

Selasa, 24 November 2020 | 12:55 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Dalam memacu pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi Covid-19, ekonom dari Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati menegaskan, pemerintah harus lebih fokus pada penyebab utama resesi ekonomi, yaitu masalah kesehatan atau Covid-19. Nina melihat sampai saat ini usaha mengatasi pandemi belum efektif karena kasus baru Covid-19 masih tumbuh secara konsisten, antara lain karena sulitnya menerapkan protokol kesehatan dan merata di perkotaan.

“Pusat pertumbuhan kasus Covid-19 masih tinggi di wilayah perkotaan seperti di DKI Jakarta, Jawa tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Ini mengkhawatirkan karena wilayah-wilayah ini merupakan pusat pertumbuhan ekonomi,” kata Ninasapti dalam acara Economic Outlook 2021 sesi “Memacu Pertumbuhan di Tengah Pandemi” yang digelar Berita Satu Media Holdings, Selasa (24/11/2020).

Selain penegakkan disiplin menerapkan protokol kesehatan, strategi kedua adalah pemecahan dari sisi pengobatan atau vaksinasi. Namun strategi untuk melakukan vaksinasi dinilainya masih terhambat oleh belum selesainya tahapan uji coba dan kekhawatiran masyarakat terhadap pilihan vaksin yang akan digunakan pemerintah, walaupun pemerintah sudah memesan vaksin tersebut kepada Tiongkok.

“Sosialisasi secara masif masih sangat diperlukan untuk meyakinkan masyarakat apakah strategi vaksin yang dipilih ini tepat. Apakah benar pilihan vaksin itu yang terbaik? Bandingkan dengan yang lainnya. Jadi kecepatan dan ketepatan menjadi persoalan. Kalau pun sudah menjadi yang terbaik, apakah akan dilaksanakan secara cepat? Ini adalah hal-hal yang menjadi pertanyaan besar masyarakat. Sebab kalau masalah kesehatan ini tidak diatasi, maka faktor ekonomi akan menjadi sulit,” kata Nina.

Dalam memacu pertumbuhan ekonomi inklusif, Nina juga melihat masih ada sejumlah tantangan. Misalnya bila melihat data pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2020 yang -3,49%, menurutnya ini menggambarkan masih lemahnya efektivitas strategi pemerintah untuk membawa perekonomian ke zona positif di tahun 2020.

Selain itu, surplus neraca perdagangan saat ini justru mengkhawatirkan dalam mendorong daya saing Indonesia, karena penurunan impor yang sangat besar, khususnya impor barang modal. “Konsumsi masyarakat juga masih rendah, karena kelas menengah pada umumnya belum melakukan belanja yang cukup besar akibat masih belum merasa aman dari Covid-19, sehingga recovery sektor pariwisata masih terhambat,” ungkap Nina.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pakar: Program Imunisasi di Indonesia Sejak Lama Sukses Cegah Penyakit

Kader-kader imunisasi di setiap desa sudah ada dan berpengalaman melakukan pelayanan imunisasi.

KESEHATAN | 23 November 2020

Kemkes Latih 8.605 Vaksinator untuk Vaksinasi Covid-19

Pelatihan kepada peserta sudah dilakukan sejak sebulan lalu.

KESEHATAN | 23 November 2020

Pemerintah Rangkul Media Massa Tingkatkan Kesadaran Masyarakat soal Vaksin Covid-19

Pemerintah melalui KPCPEN menggandeng media massa dalam upaya mengedukasi masyarakat akan pentingnya vaksin dan program vaksinasi Covid-19.

KESEHATAN | 23 November 2020

Kepala BPOM Sebut Uji Klinis Vaksin Sinovac Sudah Rampung

BPOM saat ini sedang menunggu hasil proses analisis data dari uji klinis vaksin Sinovac.

KESEHATAN | 23 November 2020

Vaksin Paling Efektif Cegah Penyakit Menular

Vaksin sifatnya melatih sistem kekebalan tubuh agar mampu memproduksi antibodi.

KESEHATAN | 23 November 2020

Hindari Virus dan Bakteri, Ini Batas Maksimal Pemakaian Kasur

The Better Sleep Council menyebutkan pemakaian kasur maksimal idealnya adalah tujuh sampai sepuluh tahun lamanya.

KESEHATAN | 23 November 2020

Update Covid-19: Tambah 4.442 Kasus Positif di Indonesia Tembus 500.000

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 4.442 dalam 24 jam terakhir sampai Senin (23/11/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia tembus 500.000.

KESEHATAN | 23 November 2020

Simulasi Vaksinasi Terus Dilakukan

Simulasi dilakukan mulai dari kesiapan sumber daya manusia (SDM), fasilitas sarana dan prasarana hingga pelaksanaan vaksinasi itu sendiri.

KESEHATAN | 23 November 2020

MUI: Kerja Keras 10 Bulan Terancam Sia-sia karena Kerumunan Sepekan

“Kita sangat menyesal kerja keras sepuluh bulan dihancurkan oleh kegiatan kerumunan dalam satu pekan terakhir," kata Wasekjen MUI Nadjamuddin Ramly.

KESEHATAN | 23 November 2020

Jokowi: Cegah Potensi Pelanggaran Protokol Kesehatan

KPCPEN, satgas, dan gubernur, harus terus menjaga keseimbangan gas dan rem dalam menangani Covid-19.

KESEHATAN | 23 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS