Pemerintah Siapkan Sistem Satu Data Vaksinasi Covid-19
Logo BeritaSatu

Pemerintah Siapkan Sistem Satu Data Vaksinasi Covid-19

Selasa, 24 November 2020 | 21:41 WIB
Oleh : Dina Manafe / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Persiapan pelaksanaan vaksinasi dan imunisasi Covid-19 masih terus dimatangkan pemerintah sembari menunggu vaksinnya siap untuk dipergunakan. Salah satunya adalah menyiapkan infsrastruktur sistem satu data.

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Erick Thohir, mengatakan, sistem satu data ini dimaksudkan untuk menjamin transparansi dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Menurut Tohir, data-data ini adalah milik pemerintah, dan pihak BUMN termasuk Telkomsel maupun Biofarma yang terlibat dalam penyiapan proses vaksinasi ini hanya sebagai aggregator.

“Pemerintah akan melakukan (proses vaksinasi) sesuai standar WHO, dan semua data terbuka. Yang namanya data pemerintah tidak bisa menjadi domain publik atau milik sebuah perusahaan, maka kerahasiaannya kita jaga sejak awal,” kata Erick Tohir pada webinar dengan tema “Kesiapan Infrastruktur Data Vaksinasi Covid-19” yang diselenggarakan KPCPEN, Selasa (24/11).

Erick menambahkan, tingkat fatalitas atau angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia masih lebih tinggi dari negara lain. Oleh karena itu pemerintah terus berupaya untuk menekannya. Salah satunya dengan vaksinasi. Selain mengurangi angka kematian, vaksinasi juga diharapkan menekan penularan.

Untuk target awal, vaksinasi Covid-19 akan diberikan kepada 67% dari 160 juta penduduk usia 18-59 tahun. Pelaksanaan vaksinasi ini dilakukan melalui dua skema, yaitu vaksin bantuan pemerintah dan vaksin mandiri. Untuk vaksin bantuan pemerintah akan diprioritaskan kepada beberapa kelompok yang dinilai berisiko tinggi terinfeksi, yaitu tenaga kesehatan, petugas pelayaan publik (bandara, pelabuhan, damkar, dan lain-lain), TNI, Polri, Satpol PP, dan aparat hukum. Juga untuk penduduk tidak mampu dalam kelompok peserta penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Sedangkan vaksin mandiri bagi masyarakat yang mampu membayar sendiri.

“Ini merupakan kontribusi yang tidak kalah pentingnya. Karena jumlah penduduk Indonesia sangat besar, tentu kelompok masyarakat yang mempunyai kemampuan lebih sudah seyogianya membantu pemerintah dengan membayar vaksinnya sendiri,” kata Tohir.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 nantinya didukung oleh satu kesatuan data. Satu data ini merupakan integrasi sumber data dari berbagai aplikasi, sistem dan berbagai sumber.

Seluruh data penerima vaksin Covid-19 prioritas saat ini sedang dalam tahap pencocokan dan pengintegrasian antar kementerian dan lembaga terkait, seperti BPJS Kesehatan (untuk PBI) dan BPJS Tenaga Kerja, Kementerian Kesehatan (data tenaga kesehatan), Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, TNI dan Polri.

“Data ini sedang disiapkan sehingga ketika nanti peserta prioritas penerima vaksin adalah by name by address sudah terdaftar di dalam sistem. Sistem ini kemudian digunakan baik untuk program vaksinasi bantuan pemerintah maupun vaksinasi mandiri,” kata Direktur Digital Business Telkom Indonesia, Fajrin Rasyid.

Dengan terdaftar dalam satu sistem ini, peserta penerima vaksin tidak terdaftar di sistem lainnya sehingga mengurangi kemungkinan duplikasi. Selain itu vaksin diberikan kepada sasaran yang tepat.

Sistem satu data ini menurut Fajrin terintegrasi dengan seluruh proses vaksinasi. Bahkan mulai dari pasokan vaksin sejak dari produsennya, termasuk vaksin impor. Sistem satu data juga diintegrasikan dengan logistik vaksinasi. Data ini akan membatu memantau ketersediaan vaksin di tiap wilayah. Misalnya di satu provinsi kekurangan vaksin, maka bisa di-supply dari daerah lain.

Ada beberapa tujuan dibangunnya sistem satu data ini. Pertama, mengintegrasikan data dari berbagai sumber kementerian, lembaga, operator telekomunikasi untuk validitas calon penerima vaksin. Kedua, melakukan filtering data individu penerima vaksin prioritas by name by address. Dilakukan dengan membangun dashboard filtering untuk menentukan daerah prioritas, penduduk prioritas, jadwal sesuai ketersediaan vaksin, perencanaan distribusi/logistik, dan sasaran. “Misalnya menargetkan sasaran adalah tenaga kesehatan, TNI, Polri dan pihak lainnya, sehingga dashboard ini dibutuhkan uuntuk nanti disesuaikan dengan ketersediaan vaksin dan juga distribusi dan logistik,” kata Fajrin.

Ketiga, membangun aplikasi pendaftaran baik lewat aplikasi, SMS dan tools untuk verifikasi lapangan oleh Babinsa dan Babinkamtibnas. Keempat, memetakan pasokan dan distribusi vaksin dengan lokasi vaksinasi. Memonitor produksi, pengiriman vaksin, jumlah vaksin dan mencocokan dengan kebutuhan vaksin sampai ke ujung lokasi vaksinasi. Kelima, monitor pelaksanaan hasil vaksinasi. Ini dilakukan dengan memberikan laporan hasil vaksinasi sebagai kontrol harian, berapa orang yang telah divaksin, lokasi serta dampaknya.

Pelaksanaan vaksinasi dengan sistem satu data ini sudah dilakukan simulasi dua kali. Simulasi pertama di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (18/11) yang dihadiri Presiden Joko Widodo. Simulasi kedua di Puskesmas Cikarang, Bekasi, Kamis (19/11) dan dihadiri Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Direktur Digital Healthcare PT Biofarma, Soleh Ayubi mengatakan, Bofarma dan anak perusahaannya mendapat mandat untuk melakukan pengadaan, pengemasan, dan pendistribusian vaksin Covid-19. Biofarma ditugaskan melakukan distribusi sampai ke Dinas Kesehatan Provinsi, dan akan dilibatkan ke dalam tahapan lainnya. Untuk vaksin mandiri, tujuh BUMN farmasi nantinya juga akan membuka layanan vaksinasi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Positif pada Libur Panjang Agustus ke Oktober 2020 Alami Penurunan

Untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus di masa libur panjang, Satgas Covid-19 selalu menekankan pentingnya disiplin terhadap protokol kesehatan.

KESEHATAN | 24 November 2020

Sebelum Sekolah Tatap Muka, Satgas Minta Dilakukan Simulasi Lebih Dulu

Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pembelajaran tatap muka di sekolah harus diawali dengan simulasi terlebih dahulu.

KESEHATAN | 24 November 2020

5 Provinsi Penyumbang Kenaikan Kasus Covid-19 dalam Sepekan

Satgas Covid-19 melihat tren 5 kasus penambahan kumulatif tertinggi masih konsisten pada 5 provinsi pada pekan ini dan pekan sebelumnya.

KESEHATAN | 24 November 2020

Jabar Terima Bantuan APD dan Soffell Lotion Anti Nyamuk dari Enesis

Yayasan Enesis Indonesia menyerahkan 6.200 APD serta 17.496 buah Soffell Lotion Anti Nyamuk kepada masyarakat Jabar.

KESEHATAN | 24 November 2020

Satgas Covid-19 Imbau Warga Bijak Pilih Kegiatan Isi Libur Panjang

Satgas Covid-19 mengimbau masyarakat bijak memilih kegiatan untuk mengisi libur panjang di akhir tahun ini.

KESEHATAN | 24 November 2020

Siloam Hospitals Balikpapan Buka Laboratorium PCR

Selain peningkatan layanan melalui laboratorium PCR, Siloam Hospitals Balikpapan turut meningkatkan fasilitas ruang operasi bedah jantung.

KESEHATAN | 24 November 2020

Siloam Comprehensive Cleft Center Tingkatkan Layanan Cangkok Tulang

Operasi cangkok tulang yang dikembangkan Siloam Hospital menggunakan teknik minimal invasif, karena tidak memerlukan donor tulang dari daerah pinggul.

KESEHATAN | 24 November 2020

Update Covid-19: Tambah 4.192, Kasus Positif di Indonesia Jadi 506.302

Adapun jumlah orang yang diperiksa lewat PCR dalam 24 jam terakhir sebanyak 26.710.

KESEHATAN | 24 November 2020

Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Harus Lebih Fokus pada Kesehatan

Usaha mengatasi pandemi belum efektif karena kasus baru Covid-19 masih tumbuh secara konsisten.

KESEHATAN | 24 November 2020

Pakar: Program Imunisasi di Indonesia Sejak Lama Sukses Cegah Penyakit

Kader-kader imunisasi di setiap desa sudah ada dan berpengalaman melakukan pelayanan imunisasi.

KESEHATAN | 23 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS