Alamiah, Usai Vaksin Tubuh Memberikan Reaksi Ringan
Logo BeritaSatu

Alamiah, Usai Vaksin Tubuh Memberikan Reaksi Ringan

Selasa, 24 November 2020 | 21:57 WIB
Oleh : Dina Manafe / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Demi mengendalikan Covid-19 salah satu cara yang tengah diupayakan pemerintah adalah dengan menyediakan vaksin, melaksanakan vaksinasi, dan imunisasi. Dari hasil survei menunjukkan mayoritas masyarakat mau diimunisasi Covid-19, dan sebagian kecil menolak. Salah satu faktor adanya penolakan adalah khawatir akan adanya kejadian pascaikutan imunisasi (KIPI) atau efek samping vaksinasi.

Padahal dari pengalaman imunisasi yang sudah bertahun-tahun dilaksanakan Indonesia, KIPI yang terkait langsung dengan vaksin itu sangat kecil. Sebagian besar kasus KIPI hanya kebetulan.

Hal ini dikatakan Dokter Spesialis Anak dari Yayasan Orang Tua Peduli, dr. Endah Citraresmi, dalam dialog bertemakan “Imunisasi Aktif: Mewujudkan Kualitas Hidup yang Lebih Baik” yang digelar Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa (24/11/2020).

Menurut Endah, saat vaksin beredar di masyarakat, BPOM dan Komisi Nasional KIPI (Komnas KIPI) tetap dan terus memantau vaksin tersebut. Sebagai contoh pemantauan, laporan KIPI dari catatan vaksinasi Measles Rubella (MR) atau Campak dan Rubela fase pertama pada 2018 memperlihatkan sangat sedikit sekali kejadian ikutan pascaimunisasi yang terkait langsung dengan pemberian vaksin.

"Laporan KIPI hanya 255 dari 35 juta dosis vaksin, dan ternyata setelah diperiksa hanya 18 kasus yang berhubungan langsung dengan imunisasi, yang lainnya adalah kebetulan,” kata Endah.

Endah menyebutkan, kejadian ikutan yang paling umum terjadi pascaimunisasi adalah reaksi lokal, yaitu reaksi ringan seperti nyeri dan bengkak di sekitar lokasi penyuntikan. Reaksi ini alamiah dan bisa sembuh dalam waktu singkat. Dibandingkan dengan reaksi ringan tersebut, manfaat vaksin jauh lebih besar.

Pengalaman bertahun-tahun, penyakit berat yang bisa mengakibatkan kecatatan dan kematian bisa diatasi dengan vaksin. Misalnya penyakit Pneumonia yang paling banyak menyebabkan kematian pada balita. Itulah mengapa angka kematian balita di Indonesia jauh menurun dibandingkan sebelum ditemukan vaksin.

Pada prinsipnya, vaksinasi akan membuat seseorang memiliki kekebalan tubuh sehingga tidak perlu melalui fase sakit saat diserang virus atau bakteri tertentu seperti Covid-19. Hal ini tentu berbeda dengan kekebalan alami tubuh yang muncul setelah seseorang diserang penyakit. Pada kondisi tersebut, perlu ada fase sakit dulu sampai akhirnya sembuh dan kebal.

“Vaksin sangat penting tidak hanya untuk anak tapi juga bagi orang dewasa dan lansia. Dengan vaksin kita menjaga agar kita tetap sehat dan produktif, dan untuk anak-anak kita, vaksin berguna agar tumbuh kembangnya menjadi lebih baik,” kata Endah.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemerintah Siapkan Sistem Satu Data Vaksinasi Covid-19

Pemerintah akan melakukan vaksinasi sesuai standar WHO, dan semua data terbuka.

KESEHATAN | 24 November 2020

Kasus Positif pada Libur Panjang Agustus ke Oktober 2020 Alami Penurunan

Untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus di masa libur panjang, Satgas Covid-19 selalu menekankan pentingnya disiplin terhadap protokol kesehatan.

KESEHATAN | 24 November 2020

Sebelum Sekolah Tatap Muka, Satgas Minta Dilakukan Simulasi Lebih Dulu

Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pembelajaran tatap muka di sekolah harus diawali dengan simulasi terlebih dahulu.

KESEHATAN | 24 November 2020

5 Provinsi Penyumbang Kenaikan Kasus Covid-19 dalam Sepekan

Satgas Covid-19 melihat tren 5 kasus penambahan kumulatif tertinggi masih konsisten pada 5 provinsi pada pekan ini dan pekan sebelumnya.

KESEHATAN | 24 November 2020

Jabar Terima Bantuan APD dan Soffell Lotion Anti Nyamuk dari Enesis

Yayasan Enesis Indonesia menyerahkan 6.200 APD serta 17.496 buah Soffell Lotion Anti Nyamuk kepada masyarakat Jabar.

KESEHATAN | 24 November 2020

Satgas Covid-19 Imbau Warga Bijak Pilih Kegiatan Isi Libur Panjang

Satgas Covid-19 mengimbau masyarakat bijak memilih kegiatan untuk mengisi libur panjang di akhir tahun ini.

KESEHATAN | 24 November 2020

Siloam Hospitals Balikpapan Buka Laboratorium PCR

Selain peningkatan layanan melalui laboratorium PCR, Siloam Hospitals Balikpapan turut meningkatkan fasilitas ruang operasi bedah jantung.

KESEHATAN | 24 November 2020

Siloam Comprehensive Cleft Center Tingkatkan Layanan Cangkok Tulang

Operasi cangkok tulang yang dikembangkan Siloam Hospital menggunakan teknik minimal invasif, karena tidak memerlukan donor tulang dari daerah pinggul.

KESEHATAN | 24 November 2020

Update Covid-19: Tambah 4.192, Kasus Positif di Indonesia Jadi 506.302

Adapun jumlah orang yang diperiksa lewat PCR dalam 24 jam terakhir sebanyak 26.710.

KESEHATAN | 24 November 2020

Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Harus Lebih Fokus pada Kesehatan

Usaha mengatasi pandemi belum efektif karena kasus baru Covid-19 masih tumbuh secara konsisten.

KESEHATAN | 24 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS