Kapasitas Infrastruktur Kesehatan Masih Perlu Ditingkatkan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Economic Outlook 2021

Kapasitas Infrastruktur Kesehatan Masih Perlu Ditingkatkan

Jumat, 27 November 2020 | 07:35 WIB
Oleh : Dina Manafe / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presdir Siloam International Hospitals, Caroline Riady mengatakan, dengan jumlah penduduk sekitar 274 juta orang tersebar di sekitar 17.000 pula, ini menjadi tantangan besar dalam membangun infrastruktur secara merata, tidak hanya di sektor kesehatan.

Di sektor kesehatan, ketidakmerataan ini sangat terlihat dari jumlah faskes, tempat tidur, dan tenaga kesehatan. Dari sisi tempat tidur RS misalnya, menurut Profil Kesehatan Indonesia, rata-rata jumlah tempat tidur di Indonesia adalah 1.16 dibanding 1000 populasi. Sementara rekomendasi WHO adalah 5 per 1000 penduduk. Jadi minimal jumlah ini harus naik tiga kali lipat.

“Ini kalau penduduknya tidak bertambah. Kalau penduduknya bertambah berarti naik dari tiga kali lipat. Jadi kalau jumlah RS sekarang adalah 2.900, maka idealnya menurut WHO adalah tiga kali lipatnya, jadi banyak sekali,” kata Caroline pada Economic Outlook 2021: Pandemi, Momentum Pembenahan Sektor Kesehatan “ yang diselenggarakan Berita Satu Media Holdings, Kamis (26/11/2020).

Persoalan ketersediaan fasilitas kesehatan ternyata bukan hanya pada jumlah tempat tidur yang masih seperempat kurang dari rekomendasi WHO, tetapi juga distribusinya yang belum merata. Jumlah tempat tidur paling padat di DKI Jakarta adalah 2.24 banding 1000 penduduk. Sedangkan tempat tempat paling jarang adalah NTB 0.68 per 1000.

Masalah lain adalah di Indonesia jumlah RS sudah mencapai 2.900 lebih, dan sekitar 64% adalah swasta. Tetapi kalau dilihat dari kepemilikannya sangat terfragmentasi. Tidak ada satu pengelola besar yang mengoordinasikan semuanya, sehingga kesulitan di dalam berkoordinasi. Dalam kondisi seperti pandemi seperti sekarang, koordinasi penting untuk gerak cepat melakukan penanganan bersama. Masalah lain dari fragmentasi tersebut adalah data dan informasi yang tidak selalu mengalir bebas.

“Askes terhadap informasi dan data ini memang masih jadi tantangan untuk kita semua,” kata Caroline.

Di atas semua ini datanglah Covid-19 dengan kebutuhan tempat tidur yang melonjak tinggi. Ini jadi beban besar bagi sistem kesehatan Indonesia. Sebelum Covid-19 saja sudah mengalami keterbatasan dan terfragmentasi sehingga koordinasi menjadi lebih susah. Ini jadi tantangan besar sekali bagi sistem kesehatan di Indonesia.

Menurut Caroline, kontribusi RS swasta dalam penanganan pandemi Covid-19 juga cukup banyak. Sejumlah tempat tidur perawatan Covid-19 itu terjadi di RS swasta, demikian pula pemeriksaan PCR. Tetapi cakupan testing sampai sekarang dirasa masih kurang. Dengan angka positivity rate atau tingkat keaktivan Covid-19 sebesar 14% di Indonesia, maka dibutuhkan cakupan testing lebih banyak.

Solusinya, menurut Caroline adalah gotong rotong karena ini tanggung jawab semua. Karena satu sistem kesehatan adalah sebuah ekosistem, semua pihak punya peran masing-masing. Mendorong pemerintah mampu menjadi dirigen dalam orkestra seluruh ekosistem kesehatan, yang memandu semua pihak untuk melaksanakan fungsinya masing-masing.

“Kalau satu kurang, sistem ini akan pincang. Kita sudah mengalaminya. Misalnya vendor dan supplier tidak bisa memenuhi kebutuhan alat pelindung diri (APD). Gara gara APD tidak ada, faskes dan dokter semua kesulitan,” kata Caroline.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemerintah Relaksasi Perizinan Sektor Kesehatan

Relaksasi perizinan sudah dimulai dengan relaksasi pembukaan fakultas kedokteran (FK) untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter di seluruh daerah.

KESEHATAN | 27 November 2020

Mayoritas Provinsi Prioritas Alami Penurunan Kasus Positif Covid-19

Ada 7 provinsi yang mendapat apresiasi karena cukup baik mengalami perkembangan karena terjadi penurunan penambahan kasus positif.

KESEHATAN | 26 November 2020

Kenali Aneka Manfaat Tanaman Asli Indonesia

Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat kaya akan tanaman obat unggulan.

KESEHATAN | 26 November 2020

Badan POM: Khasiat Vaksin Sinovac Sejauh Ini Menggembirakan

Aspek efikasi atau khasiat dilihat dari hasil analisis imunogenisitas.

KESEHATAN | 26 November 2020

Update Covid-19: Tambah 4.917, Kasus Positif di Indonesia Jadi 516.753

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 4.917 selama 24 jam terakhir sampai Kamis (26/11/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia 516.753.

KESEHATAN | 26 November 2020

Epidemiolog UGM: Kegiatan Berpotensi Kerumunan Harus Dilarang

Menurut Epidemiologi UGM, Riris Andono Ahmad, melihat penambahan kasus terjadi, pemerintah harus terus melarang kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

KESEHATAN | 26 November 2020

Iuran JKN Kemungkinan Naik Lagi, Besarannya Masih Dikaji

Penentuan kelas standar ini tentu mempengaruhi besaran iuran JKN, sehingga perlu dihitung ulang.

KESEHATAN | 26 November 2020

Kematian Pasien Covid-19 yang Komorbid Diabetes Sangat Tinggi

Diabetes menempati urutan kedua setelah hipertensi sebagai penyebab keparahan dan kematian pasien Covid-19.

KESEHATAN | 25 November 2020

Untuk Kebutuhan Vaksinasi, Anggaran Kesehatan Ditambah Jadi Rp 97,26 T

Saat ini penyerapan anggaran di sektor kesehatan sudah mencapai Rp 36,69 triliun atau 40,81 persen dari pagu anggaran.

KESEHATAN | 25 November 2020

Kasus Covid-19 Pecah Rekor, DKI Jakarta dan Jateng Penyumbang Terbanyak

Adapun penambahan kasus baru di DKI Jakarta tercatat sebanyak 1.273. Lalu diikuti Jawa Tengah sebanyak 1.008.

KESEHATAN | 25 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS