Jateng Ralat Data Satgas Covid-19, Terjadi Dobel Data Kasus Positif
INDEX

BISNIS-27 555.695 (12.56)   |   COMPOSITE 6537.09 (82.91)   |   DBX 1185.45 (4.25)   |   I-GRADE 192.346 (4.58)   |   IDX30 559.887 (14.06)   |   IDX80 149.821 (2.81)   |   IDXBUMN20 454.506 (9.99)   |   IDXESGL 154.417 (2.37)   |   IDXG30 151.04 (3.24)   |   IDXHIDIV20 490.586 (12.63)   |   IDXQ30 156.252 (4.15)   |   IDXSMC-COM 301.613 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 382.211 (0.35)   |   IDXV30 157.186 (1.27)   |   INFOBANK15 1083.88 (30.87)   |   Investor33 472.674 (10.59)   |   ISSI 194.508 (1.25)   |   JII 694.836 (6.78)   |   JII70 242.811 (1.92)   |   KOMPAS100 1324.28 (21.59)   |   LQ45 1037.35 (23.63)   |   MBX 1819.69 (25.48)   |   MNC36 350.082 (7.57)   |   PEFINDO25 343.337 (-0.23)   |   SMInfra18 332.762 (3.61)   |   SRI-KEHATI 404.998 (10)   |  

Jateng Ralat Data Satgas Covid-19, Terjadi Dobel Data Kasus Positif

Senin, 30 November 2020 | 14:24 WIB
Oleh : Stefy Thenu / JAS

Semarang, Beritasatu.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo menilai ada kekeliruan dalam rilis Satgas Penanganan Covid-19 Pusat tentang penambahan kasus positif di Jawa Tengah. Pada Minggu (29/11/2020), Satgas menyebut Jawa Tengah menjadi provinsi tertinggi penambahan kasus aktif sebesar 2.036 kasus, padahal di hari yang sama, jumlah penambahan kasus di Jawa Tengah hanya 844.

“Itu mengagetkan kita semuanya, bahwa dikatakan dalam rilis itu Jateng tertinggi di Indonesia pada tanggal 29 November dengan jumlah kasus 2.036. Ini berbeda jauh dari data kami, yang hanya 844 penambahannya,” kata Yulianto, dalam jumpa pers, Senin (30/11).

Setelah ditelusuri, ternyata data yang dirilis oleh Satgas Covid-19 pusat sebanyak 2.036 tersebut terjadi dobel data. Bahkan ditemukan sebanyak 519 data yang dobel dalam rilis oleh pemerintah pusat itu.

“Selain itu, kami temukan juga ada 75 orang yang pada minggu sebelumnya sudah dirilis, kemarin dirilis lagi. Untuk temuan 519 yang dobel data itu, ada satu nama yang ditulis sampai empat hingga lima kali sehingga total data yang dobel sebanyak 694 kasus. Itu hari itu saja, ya saat rilis Jateng tambah 2.036,” jelasnya.

Yulianto mencontohkan, dobel data terjadi di Kendal. Dalam rilis pusat itu, ada satu nama pasien yang ditulis sampai lima kali. Tak hanya dobel data, Yulianto juga menemukan banyak kasus lama yang dimasukkan dalam rilis Satgas Covid-19 pada 29 November itu. Dari data itu, ternyata banyak data yang sebenarnya sudah diinput pada bulan Juni lalu.

“Jadi, dari jumlah penambahan kasus yang disebut Satgas Covid-19 sebanyak 2.036 itu, ternyata ada dobel data banyak. Selain itu, juga kasusnya sudah lama, bahkan sudah beberapa bulan yang lalu baru dirilis kemarin,” tegasnya.

Terkait persoalan perbedaan data tersebut, Yulianto mengatakan sudah berkali-kali koordinasi dengan Satgas Covid-19 Pusat. Tujuannya agar data yang ada bisa sinkron sehingga tidak membuat resah masyarakat.

“Kami terus komunikasi dengan pusat terkait perbaikan data ini. Kami meminta agar pusat mengambil saja data di website kami, corona.jatengprov.go.id karena itu sudah pasti benar. Ini saran yang kami sampaikan ke pusat, agar menjadi perhatian,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta masyarakat tidak resah dengan peningkatan kasus positif Covid-10 di Jateng seperti yang dirilis pemerintah pusat. Ia mengatakan bahwa masyarakat bisa mengakses data kasus Covid-19 lewat situs https://corona.jatengprov.go.id.

“Karena kawan-kawan selalu melakukan update data, maka Pemprov secara terbuka menyampaikan kepada publik melalui situs resmi itu,” katanya.

Ganjar juga membenarkan adanya perbedaan data antara pemerintah pusat dengan daerah. Untuk itu, sampai saat ini timnya sedang berupaya menyinkronkan data.

“Bagian data Dinkes selalu komunikasi dengan pengelola data di Kemenkes dan Satgas agar rilis data tidak berbeda terlalu banyak,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Satgas Covid-19 sebelumnya merilis bahwa Jawa Tengah menjadi provinsi tertinggi dengan penambahan kasus terbanyak sejumlah 2.036 pada Minggu (29/11). Dengan penambahan itu, maka kasus aktif di Jawa Tengah berjumlah 14.376.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Covid-19 Terus Bertambah, 3T dan 3M Ditingkatkan

Ini merupakan penambahan kasus tertinggi sejak kasus pertama dilaporkan di Indonesia 2 Maret 2020 lalu.

KESEHATAN | 30 November 2020

Meroket, Kasus Covid-19 di Jateng dan DKI Disorot Jokowi

Jokowi meminta KPCPEN menelusuri peningkatan kasus di Jawa Tengah dan DKI.

KESEHATAN | 30 November 2020

Kasus Covid-19 Catat Rekor Baru, Epidemiolog: Masyarakat Tidak Boleh Menolak Dites

Ketika ada gejala, harus sadar diri untuk membatasi interaksi dan mengontak tenaga kesehatan. Ini adalah bentuk tanggung jawab menjaga dan melindungi diri.

KESEHATAN | 29 November 2020

Jumlah Kasus dan Positivity Rate Naik, Epidemiolog: OTG Harus Dikarantina Pemerintah

Saat melakukan isolasi mandiri yang tidak sesuai kriteria yang ditetapkan dan tidak disiplin, mereka maka berpotensi menularkan ke orang lain.

KESEHATAN | 29 November 2020

Kasus Covid-19 Catat Rekor Baru, Epidemiolog: Sinyal Tanda Bahaya

Apalagi, jumlah testing Indonesia masih jauh di bawah standar WHO dan positivity rate tinggi. Ini menunjukkan penyebaran Covid-19 progresif di masyarakat.

KESEHATAN | 29 November 2020

Ketentuan Klaim Layanan Covid-19 Kini Lebih Longgar

Meski begitu, kasus dispute klaim masih saja terjadi. Saat ini, dispute masih di angka 37,03% dari total klaim yang diajukan.

KESEHATAN | 29 November 2020

Mahfud Sebut Kerahasiaan Data Pasien Dikesampingkan di Masa Pandemi

Rizieq seharusnya tidak keberatan memenuhi panggilan pemeriksaan oleh aparat penegak hukum jika merasa dirinya sehat.

KESEHATAN | 29 November 2020

Rizieq Diminta Jujur Ungkap Kondisi Kesehatannya

Memang ini hak pasien dan dokter untuk merahasiakan. Namun saat ini sedang pandemi, situasinya berbeda.

KESEHATAN | 29 November 2020

Pakar: Waspadai Penyesatan Informasi soal Vaksin

Endah mengimbau, kepada masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi tidak benar mengenai vaksin dan imunisasi.

KESEHATAN | 29 November 2020

RS Diminta Ajukan Ulang Klaim Covid-19 yang Bermasalah

BPJS Kesehatan mencatat hingga 23 November 2020 masih 37,03% kasus dispute dengan biaya sebesar Rp 5,41 triliun.

KESEHATAN | 29 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS