Masyarakat Tidak Perlu Takut ke Rumah Sakit di Masa Pandemi

Masyarakat Tidak Perlu Takut ke Rumah Sakit di Masa Pandemi

Senin, 30 November 2020 | 22:32 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah pandemi Covid-19, banyak masyarakat yang enggan ke rumah sakit. Alhasil, banyak pasien yang tidak mendapatkan penanganan yang tepat sehingga kondisinya semakin memburuk.

Padahal, masyarakat tidak perlu takut ke rumah sakit saat emergensi. Pasalnya, saat ini rumah sakit telah menerapkan prosedur tetap (protap) penanganan Covid-19 sesuai dengan ketetapan pemerintah melalui Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) Nomor 1591/2020.

Ketua Umum Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat (Kopmas), Rita Nurini mengatakan, salah satu aturan yang ditetapkan dalam pemberlakuan protap pelayanan di rumah sakit di masa pandemi Covid-19 adalah pelaksanaan swab test untuk semua pasien di unit gawat darurat (UGD).

"Hal ini juga menjadi bentuk perlindungan terhadap tenaga kesehatan," kata Rita di sela webinar Prosedur Tetap Penanganan Pasien UGD di Masa Pandemi Covid-19, Senin (30/11/2020).

Sayangnya, kata Rita, dalam implementasinya, masih ada celah bagi oknum memanfaatkan kebijakan tersebut untuk mengabaikan kewajibannya. Dampaknya, citra buruk rumah sakit, tenaga kesehatan hingga keengganan masyarakat datang ke rumah sakit.

"Mulai dari rasa kekhawatiran tertular hingga dikhawatirkan dinyatakan Covid-19 saat berada di RS, terutama saat mendapatkan perawatan di UGD," tandasnya.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Daeng Muhammad Faqih menjelaskan, masyarakat tidak perlu khawatir ataupun takut untuk datang ke rumah sakit selama pandemi ini, terutama di saat mengalami kondisi emergensi.

"Setiap rumah sakit telah menerapkan protap tidak hanya untuk melindungi tenaga medis, tapi juga masyarakat yang tengah berobat. Terutama, adanya potensi penularan dari penderita Covid-19 yang orang tanpa gejala (OTG)," jelas Daeng Faqih.

Sedangkan bagi masyarakat yang khawatir dinyatakan positif Covid-19 oleh Rumah Sakit, Daeng Faqih menilai, hal itu tidak mungkin dilakukan. "Sebab, untuk menyatakan positif diperlukan beberapa pemeriksaan, baik berdasarkan pemeriksaan secara diagnosa klinis maupun diagnosa laboratorium, termasuk PCR swab, dan penunjang lainnya seperti rontgen," paparnya.

Belum lagi, kata Daeng Faqih, hal ini pun akan di cek ulang atau verifikasi dengan diteliti, sangat ketat dan seksama oleh pihak BPJS. Apabila tidak sesuai dana perawatan pasien Covid-19, tidak akan dibayarkan sepeserpun. Pihak BPJS akan melihat mulai dari gejala, hasil laboratorium, pemeriksaan penunjang lanya, obat-obatan, hingga tindakan lainnya dalam menangani pasien tersebut.

"Apabila tidak sesuai, tentu saja tidak akan diganti biaya tersebut. Tentu saja yang akan merugi adalah pihak rumah sakit. Mengingat biaya perawatan pasien Covid-19 tidaklah murah," tandasnya.

Sementara itu, Bidang Advokasi Kopmas, Yuli Supriati memberikan beberapa tips agar tidak takut ke UGD di saat emergensi. Pertama, gunakan kendaraan pribadi atau ambulan membawa pasien bila berada di zona merah. Untuk pasien di zona hijau dan kuning pastikan mengetahui kebutuhan di rumah sakit, seperti lihat rekam medisnya apakah ada atau sudah menjalani pengobatan sebelumnya di rumah sakit.

"Kedua, datang ke UGD sebaiknya dengan keluarga terdekat atau yang mengetahui kondisi pasien dan bawa rekam medis pasien. Terakhir, selalu terapkan protokol kesehatan 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak,” tutupnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

UNAIDS: Selama Pandemi, Infeksi HIV Meningkat 2 Kali Lipat

Peningkatan pada kasus kematian akibat AIDS diperkirakan sebanyak 69.000 hingga 148.000 selama pandemi.

KESEHATAN | 30 November 2020

Ketiak Mulus dan Cerah Tingkatkan Rasa Percaya Diri

Underarm serum dari Roceo, memberikan efek yang aman pada ketiak melalui kandungan alami niacinamide, glutathione, dan daisy flower.

KESEHATAN | 30 November 2020

Jangan Abaikan Perawatan Kawat Gigi di Masa Pandemi

Kebersihan gigi dan mulut tidak boleh diabaikan di masa pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 30 November 2020

Daewoong Gandeng Gandasari Pasok Alat Uji Diagnostik Covid-19

Menurut Sengho, AccuraDtect merupakan alat uji molekuler untuk mendeteksi Covid-19 yang sangat akurat.

KESEHATAN | 30 November 2020

Daewoong Kembangkan Niclosamide untuk Perawatan Covid-19 Sekaligus Flu

Niclosamide memiliki efek pengobatan flu yang telah dibuktikan dalam sebuah uji klinis yang dilakukan pada subjek hewan.

KESEHATAN | 30 November 2020

Hindari Keringat Berlebih saat Berolahraga

Pilihan pakaian olahraga yang tepat sangat berpengaruh pada kondisi keringat.

KESEHATAN | 30 November 2020

Update Covid-19: Tambah 4.617, Kasus Positif di Indonesia Jadi 538.883

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 4.617 dalam data 24 jam terakhir sampai Senin (30/11/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia jadi 538.883.

KESEHATAN | 30 November 2020

Jateng Ralat Data Satgas Covid-19, Terjadi Dobel Data Kasus Positif

Satgas menyebut Jateng menjadi provinsi tertinggi penambahan kasus aktif sebesar 2.036 kasus, padahal di hari yang sama, jumlah penambahan kasus hanya 844.

KESEHATAN | 30 November 2020

Kasus Covid-19 Terus Bertambah, 3T dan 3M Ditingkatkan

Ini merupakan penambahan kasus tertinggi sejak kasus pertama dilaporkan di Indonesia 2 Maret 2020 lalu.

KESEHATAN | 30 November 2020

Meroket, Kasus Covid-19 di Jateng dan DKI Disorot Jokowi

Jokowi meminta KPCPEN menelusuri peningkatan kasus di Jawa Tengah dan DKI.

KESEHATAN | 30 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS